Tips Berinvestasi bagi Pekerja Pemula agar Aman di Hari Tua

Siapa yang tak ingin memiliki hari tua yang aman dan nyaman? Hidup berkecukupan dan mendapat jaminan kesehatan. Dengan begitu, masa tua pun bisa dinikmati dengan lebih tenang bersama orang-orang tercinta.

Jika begitu, perlu rasanya menyiapkan instrumen pembiayaan di masa depan yaitu dengan berinvestasi. Apalagi mumpung Anda sebagai pekerja pemula yang punya banyak waktu dan tenaga, lantas bagaimana caranya?

Head of Sales & Distribution PT Ashmore Asset Management Indonesia, Steven Satya Yudha, mengatakan kunci investasi aman yang penting diperhatikan ialah melakukan diversifikasi.

“Satu unsur disiplin di reksa dana, satu unsur ketidakpastian di asuransi dan satu lindung nilai di properti,” katanya, Kamis (14/2).

Steven melanjutkan, pekerja pemula bisa memulai melakukan investasi dari yang paling mudah dijangkau yaitu reksadana.

“Saya pikir di awal bekerja yang paling enggak realistis adalah kita beli properti, tapi kalau menurut saya reksa dana sama asuransi ini sangat reachable. Karena reksa dana itu bisa start as small as misalnya Rp 100 atau Rp 200 ribu ya kita bisa mulai,” terang dia.

Menurutnya, investasi reksa dana bisa dilakukan dengan menyisihkan setidaknya 10 persen dari penghasilan bulanan. Di samping itu, dibandingkan saham reksa dana lebih available bagi pekerja pemula yang masih belum berpengalaman investasi atau pun tidak memiliki banyak waktu.

“Saham kalau kita punya pengetahuan dan punya waktu enggak ada salahnya. Main saham langsung. Tapi saya pikir 70-80 persen investor kita itu sebetulnya enggak punya pengetahuan dan enggak punya waktu karena membutuhkan effort yang luar biasa di investasi saham secara konsisten dan mendapatkan return yang konsisten,” tuturnya.

Tak kalah penting, kata Steven, menyiapkan investasi berupa asuransi juga tak boleh diabaikan. Pasalnya, hal itu bisa menjadi perlindungan diri di waktu yang tak terduga.

“Harus kita paksakan setidaknya kalau muda itu perlu diprioritaskan asuransi kesehatan. Karena ini yang nilainya makin lama makin mahal. Kalau asuransi jiwa juga perlu setelahnya,” imbuhnya.

Sementara sebagai bekal hari tua kelak, menurut Steven yang paling direkomendasikan ialah investasi properti.

“Properti instrumen tepat untuk lindung nilai karena tanah tidak menyusut. Tanah itu satu-satunya aset yang punya keistimewaan itu,” lanjutnya.

Lalu bagaimana memilih properti yang bagus untuk berinvestasi? Steven menekankan hal yang paling penting adalah familiar dan pemahaman kegunaan.

Start simple kita lihat yang sebenarnya kita familiar secara lokasi. Dan tergantung proporsi. Kalau kita memang mau cari yield dalam arti mau sewakan ya otomatis saya lebih punya preferensi ke apartemen. Karena kalau nyewain atau ngontrakin rumah di jakarta itu menurut saya sangat amat kecil, kurang lah. Jadi tergantung peruntukkannya,” pungkasnya.

Tinggalkan sebuah Komentar