Tips Ambil Kredit Rumah Saat Suku Bunga Kian Meroket

BAGI Anda yang mendambakan memiliki rumah sendiri, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bisa jadi pilihan. Dengan fasilitas kredit perbankan, Anda bisa membeli sebuah rumah dengan mencicil setiap bulannya selama kurun waktu tertentu.

Meski relatif mudah, KPR kerap dihadapkan kenaikan suku bunga dan cicilan. Apalagi jika sistem KPR bunga floating atau mengambang yang dipengaruhi suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate), suku bunga pasar atau kebijakan bank KPR itu sendiri.

Pengamat Properti dan Head of Marketing Rumah.com, Ike N Hamdan, mengatakan kenaikan harga rumah tak dipungkiri sebagai imbas naiknya harga beberapa komponen seperti tanah, bangunan, dan upah.

Maka dari itu, kata Ike, diperlukan kiat agar rumah bisa tetap terbeli meskipun dilingkupi dengan kenaikan suku bunga yang semakin meroket setiap waktunya. Bagaimana caranya?

“Mulai program menabung dengan target jelas untuk biaya awal membeli rumah, yang terdiri dari uang muka dan biaya-biaya awal,” katanya, Senin (11/2).

Besarnya uang muka yang dibayarkan akan meringankan cicilan. Jadi, sisihkan untuk uang muka. Rumusnya bisa digunakan konsep 10-20-30-40 yaitu dana darurat 10 persen, tabungan 20 persen, utang produktif 30 persen, dan kebutuhan hidup lainnya 40 persen.

“Cermati proporsinya bahwa mulai dengan dana darurat dan tabungan, bukan sebaliknya. Mulai dari yang penting, karena jujur saja bahwa ‘menabung dari sisa gaji’ jarang terwujud karena sering tak ada sisanya kan?” imbuhnya.

Di sisi lain, kata Ike, cara menyiasati pembengkakan cicilan rumah itu pun perlu dilakukan dengan manfaatkan fasilitas deposito yang bisa menarik secara otomatis dari rekening tabungan setiap bulan.

“Cara ini cukup efektif karena ada biaya denda yang dikenakan apabila Anda terpaksa ingin menarik uang sebelum jangka waktu yang ditentukan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, perlu juga menyisihkan secara khusus bonus pemasukan dari gaji rutin. Misalnya saja, bonus tengah tahun atau tunjangan hari raya (THR).

“Dengan menyimpan minimal 50 persen dari pendapatan tak terduga tersebut maka tabungan uang muka Anda bisa lebih cepat terkumpul untuk menutupi pembengkakan cicilan rumah,” katanya.

Selain itu, bisa juga melakukan take over dengan memindahkan pinjaman KPR yang saat ini sedang berjalan ke bank lain untuk mendapatkan bunga yang lebih rendah.

Tak kalah penting, harus cermat dalam memilih perbankan yang menawarkan cicilan suku bunga terendah hingga tambahan bonus-bonus juga tak bisa diabaikan.

“Lakukan riset mendalam tentang beberapa perbankan yang menawarkan fasilitas cicilan KPR. Pilih bank yang menawarkan cicilan dengan suku bunga terendah meskipun hanya berjalan tetap (fix) dalam beberapa tahun saja,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan sebuah Komentar