Tiga Bank BUMN Mencetak Pertumbuhan Aset Dobel Digit

JAKARTA –  Bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat kinerja mentereng sepanjang tahun lalu. Tiga dari empat bank BUMN mencetak kenaikan aset dua digit.

Total aset PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tumbuh 15,02% ke Rp 1.296,89 triliun pada akhir 2018. Total aset ini mengokohkan posisi BRI sebagai bank dengan kepemilikan aset terbesar di Indonesia.

“Pada 2018 kredit kami tumbuh 14,1% atau sekitar Rp 104,3 triliun. Nilai tersebut setara dengan 61,4% pertumbuhan aset BRI,” Sekretaris Perusahaan BRI Bambang Tribaroto, Selasa (12/1).

Bambang mengatakan, pihaknya tahun ini  pun membidik pertumbuhan aset dua digit. “Untuk 2019, pertumbuhan ekonomi diharapkan masih terjaga. Di lain sisi kenaikan suku bunga acuan juga tidak sebesar 2018, BRI menargetkan tumbuh sekitar 12%-14%,” lanjutnya.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat pertumbuhan aset 13,99% menjadi Rp 808,57 triliun sepanjang tahun lalu. Sedangkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatat pertumbuhan aset 18,02% menjadi Rp 308,47 triliun.

Direktur Keuangan BTN Iman Nugroho Soeko menuturkan, penopang utama pertumbuhan aset BTN berasal dari pertumbuhan DPK, dan kredit sepanjang 2018. “DPK tumbuh 19,34% dan kredit sebesar 19,49%,” kata Iman kepada Kontan.co.id.

BTN mencatatkan Rp 237,75 triliun kredit tersalurkan pada 2018 dan DPK mencapai Rp 211,46 triliun. Dengan nilai aset di atas Rp 300 triliun, BBTN merangsek posisi lima bank dengan aset terbesar. “Tahun ini, target pertumbuhan aset menurun, sekitar 13%-15%, karena seperti yang kita tahu, kondisi likuiditas pasar memasng masih cukup ketat,” lanjutnya.

Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi satu-satunya bank pelat merah yang pertumbuhan asetnya satu digit. Total aset BMRI mencapai Rp 1.202,25 triliun di akhir tahun, tumbuh 6,80% secara tahunan.

Dalam paparan kinerja belum lama ini, Direktur Utama Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menuturkan hal tersebut salah satunya terjadi akibat melambatnya DPK secara konsolidasi. DPK konsolidasi Bank Mandiri hingga tutup tahun lalu tumbuh 3,1% menjadi Rp 840,9 triliun.

 

Tinggalkan sebuah Komentar