The Fed Tahan Suku Bunga & Inflasi AS Turun, Wall Street Ditutup Melemah

Investor menerima jeda kenaikan suku bunga The Fed dan data inflasi yang menggembirakan. Hal tersebut membuat bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup melemah pada perdagangan, Jumat (17/6/2023).
Mengutip Reuters, Senin (19/6), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 108,94 poin, atau 0,32 persen, menjadi 34.299,12, S&P 500 (.SPX) kehilangan 16,24 poin, atau 0,37 persen, menjadi 4.409,6 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 93,25 poin atau 0,68 persen menjadi 13.689,57.
Bank sentral AS, The Fed, pekan lalu memberikan apa yang diinginkan investor, dengan mempertahankan tingkat suku bunga Juni 2023, setelah 10 kali naik secara beruntun.
Meski begitu, Gubernur The Fed, Jerome Powell mengisyaratkan, masih ada peluang bagi pihaknya untuk menaikkan suku bunga paling tidak 2 kali di sisa tahun ini.
Hal tersebut diiringi dengan prediksi indeks harga konsumen (AS) di Mei 2023, yang mencapai level terendah dalam 2 tahun. Ekspektasi inflasi konsumen turun di bulan Juni, dengan asumsi satu tahun untuk tekanan harga turun menjadi 3,3-4,2 persen di bulan lalu.
Bahkan para pengamat memprediksi, inflasi AS bisa menyentuh level 2,5-3 persen di akhir tahun ini.
Adapun Jumat juga menandai hari perdagangan terakhir sebelum akhir pekan yang panjang, dengan pasar tutup pada hari Senin untuk memperingati Juneteenth.

DIPREDIKSI MENGUAT
Mengawali pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemungkinan menguat terbatas pada perdagangan Senin (19/6). Sebelumnya pada Jumat (16/6), IHSG ditutup turun 15,248 poin (0,23 persen) ke posisi 6.698,547.
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya, memprediksi pergerakan IHSG hari ini berada di rentang 6636 – 6742. Dia menilai, pola pergerakan IHSG masih dibayangi oleh gelombang tekanan yang terlihat belum akan berakhir.
William menuturkan, pergerakan IHSG hari ini juga akan dipengaruhi oleh sentimen dari fluktuasi nilai tukar Rupiah serta harga komoditas. Selain itu, para investor asing mencatatkan adanya capital outflow pekan lalu.
“Namun mengingat hingga saat ini kondisi perekonomian Indonesia masih berada dalam kondisi stabil maka peluang kenaikan masih terbuka lebar, hari ini IHSG berpotensi menguat terbatas,” jelasnya melalui analisisnya, Senin (19/6).
Beberapa saham yang dinilai berpotensi cuan oleh William yakni BBRI, BMRI, ASII, ITMG, JSMR, AALI, dan KLBF.
Sementara itu, Analis Bina Artha Sekuritas, Ivan Rosanova, memprediksi pergerakan IHSG hari ini yaitu level support di 6600, 6542 dan 6509, lalu level resistennya di 6767, 6815 dan 6884.
“IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6767 karena ditutup di atas garis SMA-20 kembali pada hari Jumat dan tetap berada dalam konsolidasi,” kata Ivan.
Namun demikian, lanjut Ivan, penutupan harian di bawah garis SMA-20 akan membuka jalan untuk menuju level 6600. Berdasarkan indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence), menandakan momentum bullish.
Berikut sederet saham rekomendasi Ivan yakni ARTO, ITMG, BBCA, BBNI, MDKA, SMGR, dan TOWR.

Leave a Comment