The Fed Beri Sinyal Pangkas Suku Bunga, Wall Street Menguat

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street menguat dengan indeks S&P 500 mencapai rekor tertinggi. Sinyal Federal Reserve (The Fed) yang akan memangkas suku bunga memberikan sentimen positif di Wall Street.

Dilansir Reuters, Jumat (21/6), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,94 persen menjadi 26.753,17 poin, sementara S&P 500 (SPX) naik 0,95 persen menjadi 2.954,18. Serta Nasdaq Composite (IXIC) menambahkan 0,8 persen menjadi 8.051,34.

Adapun indeks acuan S&P 500 naik 7 persen selama Juni ini, merupakan rekor tertinggi.

Sebanyak sebelas indeks sektor S&P 500 mengalami kenaikan setelah Bank Sentral AS mempertahankan suku bunga di bulan ini.

The Fed juga berjanji untuk bertindak dan mempertahankan kesehatan ekonomi.

Indeks utama Wall Street naik dalam beberapa pekan terakhir, dipicu ekspektasi penurunan suku bunga dan harapan kebangkitan pembicaraan perdagangan antara AS dan China pada pertemuan G-20 di Jepang.

“Selalu akan menjadi sulit bagi The Fed untuk memenuhi harapan pasar yang tinggi,” kata Craig Erlam, Analis Pasar Senior di OANDA di London.

Langkah The Fed yang dovish lebih dari harapan menyebabkan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS atau US Treasury jatuh, dengan benchmark sepuluh tahun turun di bawah 2 persen untuk pertama kalinya dalam lebih dari 2,5 tahun.

Adapun sektor energi melonjak 2,21 persen, terbesar di antara sebelas sektor indeks utama S&P. Harga minyak melonjak lebih dari 5 persen dipicu ketegangan baru di Timur Tengah setelah Iran menembak jatuh drone militer AS.

Saham Apple naik 0,8 persen dan sempat mencapai USD 200 per saham untuk pertama kalinya sejak awal Mei. Pembuat iPhone ini dipandang sebagai korban dalam perang dagang jika kondisi memburuk.

Baca Juga:   Wall Street Ditutup Menguat Setelah Ada Rencana AS Bertemu China

Saham Slack Technologies Inc, platform pesan singkat di tempat kerja ini melonjak hampir 50 persen dalam debut perdagangan publiknya sehingga membuat nilai perusahaan mencapai lebih dari USD 25 miliar.

Sektor teknologi naik 1,43 persen, dipimpin Oracle Corp yang melonjak 8,2 persen, setelah pembuat perangkat lunak ini memperkirakan laba kuartal di atas perkiraan.

Sementara saham operator pelayaran Carnival Corp turun 7,6 persen, mencatatkan penurunan terbesar di antara indeks perusahaan S&P.

Demikian pula saham pesaingnya, Royal Caribbean Cruises Ltd dan Norwegian Cruise Line Holdings Ltd masing-masing turun lebih dari 2 persen.

Di Wall Street, volume perdagangan mencapai 7,5 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata 6,9 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Tinggalkan sebuah Komentar