Tenun Ikat Sikka, Kain Pertama Terdaftar Indikasi Geografis

TANGAN kanan memberi, tangan kiri tidak boleh tahu. Peribahasa untuk menyembunyikan amalan supaya orang tidak banyak tahu. Namun, untuk soal Tenun Ikat Sikka, produk kain pertama memperoleh pelindungan hukum kekayaan intelektual di Indonesia. Rasanya publik perlu mengetahuinya.

“Tenun Ikat Sikka salah satu indikasi geografis terdaftar dengan sertifikat ID G 000000056 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, pada 8 Maret 2017,” ujar Direktur Merek dan Indikasi Geografis Fathlurachman, Kamis kemarin.

Pada saat digelar konferensi pers Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) bersama Yayasan Sahabat Cipta mengenai Tenun Ikat Sikka di Pers Room Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Fathlurachman mengungkapkan, bahwa Tenun Ikat Sikka adalah karya seni budaya kain tradisional Indonesia bernilai tinggi yang berasal dari wilayah kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, total saat ini terdapat sebanyak 74 produk Indikasi Geografis yang telah mendapat pelindungan Indikasi Geografis. Produk mendapat pelindungan Indikasi Geografis terbagi lagi dalam 2 kelompok. Sebanyak 8 produk dari luar negeri dan 66 produk dari Indonesia.

“Termasuk produk Tenun Ikat Sikka,” ucapnya.

“Pemerintah daerah diharapkan untuk lebih concern untuk mendaftarkan potensi Indikasi Geografis di daerahnya. Untuk meningkatkan Pendapatan Asli daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Sahabat Cipta Dollaris Riauaty Suhadi menjelaskan, bahwa sehubungan diselenggarakannya acara “Tenun Ikat Sikka Auction & Marketplace 2019” pada 15-17 Februari 2019 di Atlet Century Park Hotel.

Waty sapaan akrab Dollaris Riauaty Suhadi menambahkan, akan diadakannya pagelaran Tenun Ikat Sikka juga bertujuan untuk promosi dan menghimpun dana guna menguatkan MPIG (Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis).

“MPIG menaruh perhatian yang serius terhadap permasalahan penenun yang sebagian besar sudah berusia lanjut,” ujarnya.

Selain itu, supaya dapat memberikan pelayanan kepada para penenun dan pelaku kreatif Tenun Ikat Sikka. Sehingga memastikan keberlanjutan usaha, pelestarian, dan regenerasi penenun. “Jika tidak ada regenerasi, Tenun Ikat Sikka terancam punah,” ucap Waty resah. (*)

Tinggalkan sebuah Komentar