Tanda Ekonomi Membaik, Wall Street Ditutup Menguat

Pada penutupan perdagangan Selasa (4/10/2022) waktu Amerika Serikat, Wall Street menguat. Ketiga indeks utamanya melonjak, terutama Nasdaq Composite.

Dikutip dari Reuters Rabu (5/10) ketiga indeks saham menguat kembali, dengan Dow Jones Industrial Average (.DJI) ditutup naik 2,8 persen, S&P 500 (.SPX) melonjak 3,06 persen dan Nasdaq Composite (.IXIC) naik 3,34 persen.

Tak hanya Wall Street, harga minyak mentah AS juga menguat dalam dua hari terakhir. Sementara imbal hasil Treasury AS turun. Investor bertanya-tanya apakah upaya global oleh Federal Reserve (The Fed) untuk memerangi inflasi dapat berkurang di masa depan.

Imbal hasil obligasi global melemah dengan benchmark Treasury 10-tahun AS turun menjadi 3,631 persen. Hasil turun hampir 20 basis poin pada hari Senin, setelah mencapai 4,0 persen minggu lalu.

Data ekonomi yang membaik menambah laporan manufaktur AS yang lebih lemah dari yang diharapkan pada Senin, dan kenaikan suku bunga yang lebih tipis dari Australia, di mana Reserve Bank of Australia mengejutkan pasar dengan kenaikan suku bunga yang lebih kecil dari yang diantisipasi, meningkatkan harapan bank sentral lain dapat mengikutinya.

investor akan menunggu laporan pekerjaan bulanan AS pada Jumat pekan ini sebagai bagian utama dari data untuk menunjukkan apakah kenaikan suku bunga mulai berdampak pada ekonomi.

Dengan turunnya imbal hasil Treasury, dolar AS mencatat pelemahan dalam harian kelima berturut-turut, terlama sejak Agustus 2021. Anjloknya dolar AS lantaran investor mulai mempertimbangkan kemungkinan bahwa kondisi kredit yang lebih ketat akan membuat Federal Reserve melangkah lebih hati-hati. Indeks dolar AS turun 1,44 persen senilai 110,14.

Pasar menunjukkan investor percaya inflasi kemungkinan akan turun lebih cepat. Dalam jangka waktu lima tahun, investor melihat inflasi hanya 2,33 persen, turun dari mendekati 3 persen enam minggu lalu.

Baca Juga:   7 Broker Saham yang Sering Jadi Underwriter IPO

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Rabu (5/10). Pada Selasa (4/10), IHSG ditutup menguat di level 7.072,25 (+0.89 persen).

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, IHSG berpotensi menguat sebab pola pergerakan hingga saat ini masih terlihat berada dalam rentang konsolidasi wajar dengan pola tekanan yang belum terlihat berkurang.

Capital inflow secara year to date yang masih terlihat cukup besar menunjukkan bahwa minat investasi ke dalam pasar modal Indonesia belum surut,” kata William dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/10).

Hal tersebut juga merupakan salah satu faktor yang turut mendorong penguatan IHSG secara tahunan (yoy). “Hari ini IHSG berpotensi menguat terbatas,” tegas dia.

Saham-saham yang direkomendasikan William HMSP, GGRM, WTON, JSMR, ASRI, UNVR, PWON, ICBP, INDF.

Hal serupa juga dikatakan Research Analyst Artha Sekuritas Dennies Christopher. Menurut dia, IHSG bergerak terbatas dengan stochastic bergerak membentuk goldencross di area oversold mengindikasikan potensi penguatan dalam jangka pendek.

“Investor akan mencermati perkembangan yield obligasi dan nilai tukar rupiah. Selain itu, dari data ekonomi akan minim sentimen,” tandasnya.

Saham yang direkomendasikan Dennies:

TKIM

Recomendation: Hold

Buy Price: 7.525

Stop Loss: 7.150

Target Price: 7.950-8.200

BBCA

Recommendation: Hold

Buy Price: 8.375

Stop Loss: 8.250

Target Price: 8.875-9.000

MEDC

Recommendation: Hold

Buy: 915

Stop loss: 885

Target price: 990-1.015

ADRO

Recommendation: Spec buy

Buy Price: 4.120

Stop Loss: 4.000

Target Price: 4.280-4.380

ERAA

Recommendation: Spec buy

Buy Price: 432

Stop Loss: 422

Target Price: 450-460

 

Leave a Comment