<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>islam | Investasi Online</title>
	<atom:link href="https://investasi.online/tag/islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Portal Edukasi Investasi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Apr 2021 16:36:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.8</generator>
	<item>
		<title>Ini 7 Etika Bisnis Dalam Islam yang Harus Dipahami</title>
		<link>https://investasi.online/etika-bisnis-dalam-islam/</link>
					<comments>https://investasi.online/etika-bisnis-dalam-islam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Helda Sihombing]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2021 17:19:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://investasi.online/?p=11803</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai seorang pebisnis muslim, terdapat etika bisnis dalam Islam yang wajib dipahami agar bisnis makin berkah dan halal.  Etika bisnis dalam Islam sendiri sudah diatur secara lengkap Al-Quran dan hadits <a href="https://investasi.online/etika-bisnis-dalam-islam/" data-wpel-link="internal">....</a></p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/etika-bisnis-dalam-islam/" data-wpel-link="internal">Ini 7 Etika Bisnis Dalam Islam yang Harus Dipahami</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400">Sebagai seorang pebisnis muslim, terdapat etika bisnis dalam Islam yang wajib dipahami agar bisnis makin berkah dan halal. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Etika bisnis dalam Islam sendiri sudah diatur secara lengkap Al-Quran dan hadits Rasulullah SAW.  Hal ini dilakukan untuk menghindari transaksi yang hanya menguntungkan salah satu pihak dan merugikan orang lain. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Sesuai prinsip etika bisnis Islam, bisnis yang dilakukan tidak semata-mata untuk mendapatkan keuntungan tetapi juga harus memperhatikan nilai-nilai Al Quran, seperti kesatuan, keseimbangan, kehendak bebas, tanggung jawab, dan juga kejujuran. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Berikut ini beberapa etika bisnis dalam Islam yang harus dipahami agar bisa bermanfaat untuk orang banyak.</span></p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-11804" src="https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/04/etika-bisnis-dalam-Islam.jpg" alt="etika bisnis dalam Islam" width="740" height="463" srcset="https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/04/etika-bisnis-dalam-Islam.jpg 740w, https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/04/etika-bisnis-dalam-Islam-300x188.jpg 300w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /></p>
<h2><b>Dasar hukum bisnis dalam Islam</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400">Berikut ini beberapa dasar hukum berbisnis dalam Islam yang wajib kamu pahami dan resapi. </span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400">“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu&#8217;amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu&#8217;amalahmu itu), kecuali jika mu&#8217;amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” &#8211;</span></i><span style="font-weight: 400"> QS Al Baqarah ayat 282. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Hindari beberapa <a href="https://investasi.online/motivasi-bisnis/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">bisnis</a> yang bisa merugikan orang lain, seperti riba, penipuan, menjual barang yang haram, tidak jujur, hingga curang dalam menentukan timbangan. </span></p>
<h2><b>Etika bisnis dalam Islam</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400">Berikut ini beberapa etika bisnis dalam Islam yang bisa kamu terapkan agar bisnis yang kamu jalankan mendapatkan banyak keberkahan.</span></p>
<h3><b>Jujur</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400">Salah satu etika bisnis dalam Islam yang paling penting yakni kejujuran. Rasulullah SAW selalu mencontohkan untuk bersikap jujur dengan apa yang kita jual. Hal ini sesuai dalam hadis riwayat HR Al Quzwani yang berbunyi, “</span><i><span style="font-weight: 400">Tidak dibenarkan seorang muslim yang menjual satu jualan yang memiliki aib, kecuali ia menjelaskan aibnya</span></i><span style="font-weight: 400">.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Bisnis di dalam Islam sendiri menerapkan sikap </span><i><span style="font-weight: 400">ta’awun</span></i><span style="font-weight: 400"> yakni tidak hanya bertujuan mencari keuntungan saja tetapi juga bisa memberi kemudahan pada orang lain. </span></p>
<h3><b>Menjual barang yang jelas</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400">Bisnis </span><i><span style="font-weight: 400">jahalah</span></i><span style="font-weight: 400"> yang berarti ‘tidak transparan’ juga tidak diperbolehkan di dalam Islam. Sebaiknya, berikan informasi yang rinci mengenai barang yang kamu jual, mulai dari ukuran, bentuk, hingga beratnya. Kamu juga bisa menampilkan foto barang yang kamu jual hingga detailnya untuk memudahkan pembeli. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Selain barang yang jelas, transaksi yang dilakukan juga harus jelas, misalnya pembayaran secara cash dan tidak menggunakan <a href="https://investasi.online/pinjaman-syariah-indonesia-terdaftar-ojk/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">bunga</a> yang bisa merugikan orang lain. </span></p>
<h3><b>Ramah pada pembeli</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400">Ramah pada pembeli termasuk sikap yang selalu dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dalam sabdanya, Rasulullah SAW mengemukakan, </span><i><span style="font-weight: 400">“Allah merahmati seseorang yang ramah dan toleran dalam berbisnis.”</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400">Jika ada pembeli yang bertanya, sebaiknya layani dengan ikhlas dan sabar. Jelaskan dengan detail keunggulan produk yang kamu jual. Tidak perlu marah atau judes saat pembeli tidak jadi membeli produk kita. </span></p>
<h3><b>Jangan menjelekkan bisnis orang lain</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400">Saat berbisnis, kita pasti memiliki kompetitor yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Hindari menjelekkan bisnis kompetitor, apalagi dengan tujuan menghasut seseorang untuk membeli produk yang kamu jual. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Mengenai hal ini, Rasulullah SAW bersabda, </span><i><span style="font-weight: 400">“Janganlah seseorang di antara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual oleh orang lain,”</span></i><span style="font-weight: 400"> &#8211; HR Muttafaq ‘alaih.</span></p>
<h3><b>Jangan melakukan </b><b><i>ihtikar</i></b></h3>
<p><span style="font-weight: 400">Ihtikar adalah kondisi di mana kamu sengaja menumpuk barang saat kebutuhan sedang tinggi dan menjualnya untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Sebagai contoh, kamu sengaja menumpuk masker di masa pandemi dan menjualnya dengan harga yang tidak wajar hingga 10 kali lipat. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Rasulullah SAW melarang keras <a href="https://investasi.online/grup-wa-bisnis/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">praktik jual beli</a> yang seperti ini karena sangat merugikan orang lain. </span></p>
<h3><b>Jangan memaksa</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400">Hindari unsur pemaksaan dalam bisnis yang kamu jalankan. Sebab, hal ini termasuk perbuatan yang dzalim. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Di dalam Al-Quran Surah Al Baqarah ayat 279, Allah SWT melarang keras pemaksaan dalam berbisnis.</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400">“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari mengambil riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.”</span></i></p>
<h3><b>Memberikan waktu pada pengutang untuk membayar</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400">Seperti yang kita ketahui jika prinsip berbisnis dalam Islam salah satunya yakni memudahkan orang lain. Maka dari itu, jika ada pembeli yang belum sanggup untuk membayar utangnya,  misalnya karena sedang mengalami musibah banjir, sebaiknya diberikan waktu lebih.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa yang menangguhkan orang yang kesulitan membayar utang atau membebaskannya, Allah akan memberinya naungan di bawah naunganNya pada hari yang tak ada naungan kecuali naunganNya,” HR Muslim. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Itu dia beberapa etika bisnis di dalam Islam yang harus kamu pahami dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari, ya. Dengan menerapkan etika ini, semoga bisnis yang kamu jalankan bisa mendapatkan keberkahan. </span></p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/etika-bisnis-dalam-islam/" data-wpel-link="internal">Ini 7 Etika Bisnis Dalam Islam yang Harus Dipahami</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://investasi.online/etika-bisnis-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Begini Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Secara Islami</title>
		<link>https://investasi.online/cara-mengatur-keuangan-rumah-tangga-secara-islami/</link>
					<comments>https://investasi.online/cara-mengatur-keuangan-rumah-tangga-secara-islami/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Helda Sihombing]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2021 10:14:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[cara mengatur keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://investasi.online/?p=11500</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di masa pandemi Covid-19, mengatur keuangan rumah tangga menjadi sebuah hal yang sangat penting dilakukan, mengingat banyaknya ketidakpastian karena perekonomian yang lumpuh. Agar berkah, kamu bisa mencoba cara mengatur keuangan <a href="https://investasi.online/cara-mengatur-keuangan-rumah-tangga-secara-islami/" data-wpel-link="internal">....</a></p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/cara-mengatur-keuangan-rumah-tangga-secara-islami/" data-wpel-link="internal">Begini Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Secara Islami</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400">Di masa pandemi Covid-19, mengatur keuangan rumah tangga menjadi sebuah hal yang sangat penting dilakukan, mengingat banyaknya ketidakpastian karena perekonomian yang lumpuh. Agar berkah, kamu bisa mencoba cara mengatur keuangan rumah tangga secara Islami sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Di dalam Islam sendiri, mengatur keuangan rumah tangga harus dilakukan berdasarkan skala prioritas, mulai dari untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membayar utang, investasi, hingga mengeluarkan zakat dan sedekah. Harta yang dibersihkan dengan zakat maupun sedekah diharapkan bisa memberikan keberkahan serta manfaat untuk banyak orang. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Berikut ini cara mengatur keuangan rumah tangga secara Islami yang bisa kamu ikuti. </span></p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-11501" src="https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/03/cara-mengatur-keuangan-rumah-tangga-secara-islami.jpg" alt="cara mengatur keuangan rumah tangga secara islami" width="740" height="463" srcset="https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/03/cara-mengatur-keuangan-rumah-tangga-secara-islami.jpg 740w, https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/03/cara-mengatur-keuangan-rumah-tangga-secara-islami-300x188.jpg 300w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /></p>
<h2><b>Tentukan skala prioritas </b></h2>
<p><span style="font-weight: 400">Islam mengajarkan untuk menentukan skala prioritas dalam membelanjakan harta, yakni membelanjakan harta sesuai dengan kebutuhan dan melihat manfaatnya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Kamu harus mengetahui mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang merupakan keinginan. Kamu bisa memulai skala prioritas dengan urutan di bawah ini:</span><b></b></p>
<ul>
<li><b>Zakat dan sadaqah (maksimal 10%): </b><span style="font-weight: 400">sebaiknya sisihkan terlebih dahulu untuk hak orang lain, setelah itu sisanya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan cicilan lainnya</span></li>
<li style="font-weight: 400"><b>Memenuhi kebutuhan primer (maksimal 40%)</b><span style="font-weight: 400">: seperti kebutuhan makanan, biaya listrik, air, biaya transportasi, dan biaya rumah tangga lainnya.</span></li>
<li style="font-weight: 400"><b>Membayar utang dan cicilan (maksimal 30%)</b><span style="font-weight: 400">: di dalam Islam, membayar utang hukumnya adalah wajib. Maka jika kamu memiliki cicilan rumah atau utang lainnya, sebaiknya diutamakan terlebih dahulu</span></li>
<li style="font-weight: 400"><b>Investasi dan dana darurat (maksimal 20%)</b><span style="font-weight: 400">: jangan lupa juga untuk menyisihkan pendapatan untuk investasi dan dana darurat untuk masa depan</span></li>
</ul>
<p><span style="font-weight: 400">Dalam menentukan skala prioritas keuangan rumah tangga, sebaiknya prioritaskan untuk sedekah, seperti memberi rezeki untuk orangtua dan juga orang lain yang membutuhkan. Sebab, dengan sedekah dan zakat bisa mendatangkan rezeki yang lebih banyak lagi serta memperoleh keberkahan dalam hidup. </span></p>
<h2><b>Mulai kelola keuangan secara hemat dan tidak berlebih-lebihan</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400">Kamu bisa mencontoh kehidupan Rasulullah SAW yang amat sederhana dan tidak berlebih-lebihan. Hal ini sesuai dengan QS Al-Isra’ ayat 26-27 di mana Allah tidak menyukai seseorang yang boros.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">“</span><i><span style="font-weight: 400">Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya.”</span></i><span style="font-weight: 400"> </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Hidup boros dan terlalu banyak membeli barang juga akan mubazir jika tidak sesuai dengan kebutuhan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Mulailah belajar untuk merasa cukup, misalnya cukup jika memiliki 5 pasang baju, mengingat saat pandemi seperti ini kegiatan kita hanya di rumah saja. Selain itu kita juga nggak perlu capek untuk mencuci baju, bukan? Sisanya, bisa digunakan untuk menabung atau melakukan investasi lain untuk masa depan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Dalam hadits riwayat HR Muslim &amp; Ahmad, Allah akan memberikan rahmat pada hambaNya yang sederhana dan tidak boros.</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400">“Allah akan memberikan rahmat kepada seseorang yang: 1) berusaha dari yang baik, 2) membelanjakan uang secara sederhana, dan 3) dapat menyisihkan kelebihan untuk menjaga saat dia miskin dan membutuhkannya.”</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400">Hidup berlebih-lebihan dan mewah juga menjadi salah satu sifat orang yang kufur pada nikmat Allah. </span></p>
<h2><b>Hindari melakukan utang</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400">Di jaman yang serba canggih ini, sudah banyak aplikasi pinjaman online yang bisa diakses kapan saja. Sebaiknya jangan pernah tergoda untuk berutang, apalagi untuk membeli barang-barang yang bukan kebutuhan utama. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Dalam sebuah riwayat hadits HR Bukhari Muslim, Rasulullah pun senantiasa berdoa pada Allah SWT agar terhindar dari lilitan utang.</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400">&#8220;Dari Aisyah r.a: Rasulullah berdoa dalam sholat, Ya Allah aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan terlilit utang. Lalu ada seseorang yang bertanya: Mengapa anda banyak meminta perlindungan dari utang, wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab: Sesungguhnya </span></i><i><span style="font-weight: 400">seseorang apabila sedang berutang ketika dia berbicara biasanya berdusta dan bila berjanji sering menyelisihinya.”</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400">Selain itu, memiliki utang juga akan membuat hidupmu tidak akan tenang dan boros, karena merasa memiliki uang sehingga akan terus-terusan melakukan hal konsumtif. </span></p>
<h2><b>Mencatat dan Mengatur Cashflow</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400">Atur pengeluaran rumah tangga sesuai dengan pemasukan keluarga. Misalnya, gaji suami hanya sebesar Rp7 juta per bulan, maka wajib memperhitungkan biaya sesuai skala prioritas yang dibuat dan jangan melebihi kemampuan. Sebaiknya catat sekecil apapun pengeluaran yang dilakukan agar mudah dikontrol. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Agar pengeluaran tidak melebihi pemasukan, kamu bisa memulai mengatur rencana pengeluaran bulanan, seperti membeli bahan makanan, membayar listrik, hingga untuk membayar cicilan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Biar lebih hemat, kamu bisa menyiasatinya dengan membeli bahan makanan di pasar yang jauh lebih terjangkau dibandingkan membeli di supermarket. Kamu juga bisa memberikan bekal pada suami saat bekerja agar tidak membeli makanan di luar, sehingga pengeluaranmu pas dan tidak lebih. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Wajib juga merencanakan pengeluaran yang lebih besar, seperti untuk pendidikan anak-anak, asuransi, hingga rezeki yang dibagikan pada orang tua. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Jika dirasa kurang dan ada kebutuhan mendesak lainnya yang membutuhkan biaya besar, istri bisa berikhtiar dengan membantu pemasukan suami, seperti menjual beberapa makanan atau membuka usaha lain seperti berjualan baju secara </span><i><span style="font-weight: 400">online</span></i><span style="font-weight: 400">. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Hal ini sesuai dengan hadits riwayat HR. Ath-Tahbrani dan Ad Dailami, </span><i><span style="font-weight: 400">“Sesungguhnya Allah suka kalau Dia melihat hambaNya berusaha mencari barang dengan cara yang halal.”</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400">Nah, itu dia beberapa cara mengatur keuangan rumah tangga secara Islami. Poin terpenting yakni utamakan sedekah dan jangan hidup secara berlebihan, ya. Selamat mencoba!</span></p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/cara-mengatur-keuangan-rumah-tangga-secara-islami/" data-wpel-link="internal">Begini Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Secara Islami</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://investasi.online/cara-mengatur-keuangan-rumah-tangga-secara-islami/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>11 Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga Menurut Islam</title>
		<link>https://investasi.online/tips-mengatur-keuangan-rumah-tangga-menurut-islam/</link>
					<comments>https://investasi.online/tips-mengatur-keuangan-rumah-tangga-menurut-islam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Helda Sihombing]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2020 16:30:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[Mengatur keuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://investasi.online/?p=9650</guid>

					<description><![CDATA[<p>Islam mengatur berbagai aspek dalam kehidupan, mulai dari hal kecil sampai hal besar. Salah satu contohnya adalah pengelolaan keuangan dan manajemen di dalam rumah tangga. Oleh sebab itu, seorang muslim <a href="https://investasi.online/tips-mengatur-keuangan-rumah-tangga-menurut-islam/" data-wpel-link="internal">....</a></p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/tips-mengatur-keuangan-rumah-tangga-menurut-islam/" data-wpel-link="internal">11 Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga Menurut Islam</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400">Islam mengatur berbagai aspek dalam kehidupan, mulai dari hal kecil sampai hal besar. Salah satu contohnya adalah pengelolaan keuangan dan manajemen di dalam rumah tangga.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Oleh sebab itu, seorang muslim ada baiknya memahami betul aturan-aturan yang ada terkait hal tersebut, mulai dari perencanaan, pencatatan, dan pelaksanaannya. Yuk, simak tips mengatur keuangan rumah tangga menurut Islam berikut ini!</span></p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-9651" src="https://investasi.online/wp-content/uploads/2020/10/tips-mengatur-keuangan-rumah-tangga-menurut-islam.jpg" alt="tips mengatur keuangan rumah tangga menurut islam" width="740" height="463" srcset="https://investasi.online/wp-content/uploads/2020/10/tips-mengatur-keuangan-rumah-tangga-menurut-islam.jpg 740w, https://investasi.online/wp-content/uploads/2020/10/tips-mengatur-keuangan-rumah-tangga-menurut-islam-300x188.jpg 300w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /></p>
<h2><b>1. Pembagian 1-1-1</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400">Sistem pembagian 1-1-1 adalah formula yang dilakukan oleh Salman Al-Farisi, sahabat Rasulullah. Ia awalnya memiliki uang satu dirham untuk membeli anyaman. Anyaman tersebut ia pasarkan seharga tiga dirham, di mana satu dirham dipakai untuk modal penjualan selanjutnya, satu dirham untuk kebutuhan keluarga, dan satu dirham untuk sedekah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Sistem ini bisa kita terapkan di kehidupan sehari-hari. Misalnya, dengan membagi penghasilan untuk sedekah, kebutuhan rumah tangga, dan sisanya untuk modal bisnis atau transportasi ke tempat kerja.</span></p>
<h2><b>2. Sisihkan Penghasilan untuk Modal</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400">Islam menganjurkan umatnya untuk berdagang demi mencari nafkah. Oleh sebab itu, kita bisa sisihkan sebagian penghasilan bekerja saat ini untuk menabung modal bisnis di masa depan. Atau, bisa juga dana tersebut dialokasikan ke investasi agar pemasukkan tidak hanya dari satu sumber.</span></p>
<h2><b>3. Jangan Boros</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400">Islam melarang umatnya untuk bersikap boros dan menghambur-hamburkan harta. Larangan tersebut bisa kita temukan dalam salah satu ayat Al-Quran yang berbunyi:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">“dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya.” &#8211; QS. Al-Isra’: 26-27</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Alasannya, sikap boros bisa mendorong karakter tidak berpuas diri dan selalu ingin lebih. Memelihara karakter seperti ini tidak baik karena bisa mengacaukan pengelolaan keuangan jangka panjang. </span></p>
<h2><b>4. Buat Skala Prioritas</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400">Buatlah skala prioritas terkait kebutuhan mana yang sebaiknya didahulukan. Misalnya alih-alih bepergian liburan ke luar negeri, prioritaskan dulu tabungan untuk pendidikan anak, atau biaya renovasi rumah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Hal ini penting supaya uang yang kita miliki diprioritaskan dulu untuk kebutuhan paling penting. Kalau ada lebih, barulah kita menggunakannya untuk keperluan tersier seperti berlibur.</span></p>
<h2><b>5. Hindari Utang, dan Lunasi Secepat Mungkin Kalau Ada</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400">Dalam Islam, urusan utang-piutang menjadi urusan dunia dan akhirat. Jika ada utang yang belum kita lunasi sebelum meninggal dunia, dan orang yang kita utangi belum mengikhlaskan, tentunya akan dimintai pertanggungjawabannya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Oleh sebab itu, sebisa mungkin hindari berutang. Gunakan utang untuk kebutuhan mendesak misalnya sekolah anak, atau ketika memulai usaha. Jangan sampai kita berutang untuk hal-hal konsumtif seperti membeli barang mewah.</span></p>
<h2><b>6. Wajib Sedekah</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400">Sebesar 2,5 persen harta umat Islam adalah hak orang lain. Oleh sebab itu, sedekah adalah hal yang wajib bagi muslim sehingga penting untuk menganggarkan budget sedekah dalam mengatur keuangan rumah tangga. </span></p>
<h2><b>7. Siapkan Dana untuk Kejadian Gak Terduga</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400">Sama seperti aturan umum dalam pengelolaan keuangan, umat Islam sangat dianjurkan untuk mengumpulkan dana darurat. Mengutip hadis  H.R Bukhari, “Simpanlah sebagian dari harta kamu untuk kebaikan masa depan kamu, karena itu jauh lebih baik bagimu.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Dana ini akan sangat bermanfaat ketika kita dihadapkan pada keperluan mendesak, misalnya tiba-tiba terjadi kecelakaan atau jatuh sakit. </span></p>
<h2><b>8. Buat Tujuan Keuangan</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400">Tujuan adalah hal krusial dalam merencanakan sesuatu, termasuk mengatur keuangan rumah tangga. Buatlah tujuan finansial jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Keperluan jangka pendek maksudnya kebutuhan yang mendukung kehidupan berumah tangga, berupa pangan dan sandang.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Jangka menengah bisa berarti kebutuhan tahunan seperti perbaikan kendaraan, pembayaran pajak, dan sebagainya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Sementara itu, kebutuhan jangka panjang maksudnya hal-hal yang berjumlah besar namun masih lama diperlukan, seperti dana pendidikan dan dana pensiun.</span></p>
<h2><b>9. Istri Boleh Bantu Keuangan Suami</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400">Dalam kondisi keuangan rumah tangga, mungkin saja suami belum sanggup untuk memenuhi semua kebutuhan rumah tangga. Dalam hal ini, istri boleh saja membantu suami dengan bekerja atau berdagang. Konsep tersebut termasuk dalam implementasi prinsip saling tolong menolong dalam kebaikan menurut Islam (ta’awun ‘ala birri wat taqwa).</span></p>
<h2><b>10. Pengeluaran dan Pendapatan Seimbang</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400">Dalam Islam, istri tidak boleh membebani suami oleh pengeluaran yang tidak mampu dipenuhinya. Keluarga muslim juga dianjurkan menerapkan prinsip orientasi kebutuhan, yaitu hanya membeli apa saja yang dibutuhkan dan bermanfaat untuk menunjang kehidupan berumah tangga.</span></p>
<h2><b>11. Mencatat Cashflow</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400">Untuk mencapai tujuan finansial dengan baik, ada baiknya mencatat alur kas setiap harinya. Catatlah setiap transaksi yang terjadi di dalam keuangan rumah tangga, mulai dari pengeluaran primer, pengeluaran sekunder, modal bisnis, pendapatan, dan sebagainya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Itulah 11 tips mengatur keuangan rumah tangga menurut Islam. Insya Allah jika diterapkan dengan seksama, keuangan rumah tangga kita akan lebih barokah dan bahagia. </span></p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/tips-mengatur-keuangan-rumah-tangga-menurut-islam/" data-wpel-link="internal">11 Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga Menurut Islam</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://investasi.online/tips-mengatur-keuangan-rumah-tangga-menurut-islam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
