Strategi Melipatgandakan Keuntungan Bisnis Online: Part 1

Saluran penjualan bisnis online mencakup setiap tahapan, mulai dari ketika seseorang berkunjung ke website hingga bergabung ke email list, melakukan pembelian, dan pembelian berulang. Meskipun diperlukan banyak energi untuk merancang dan memproduksi barang dan mempertahankan konsumen, kebanyakan perusahaan masih bisa berbuat lebih untuk  melipatgandakan keuntungan bisnis online dan mengoptimalkan saluran penjualan yang ada. Upaya ini akan berdampak besar terhadap profitabilitas perusahaan.

John Ainsworth adalaha pendiri Data Driven Marketing, sebuah agensi yang bekerja sama dengan para kreator kursus online, yang sudah memiliki produk dan traffik web yang bagus, namun belum mendapatkan penjualan yang memadai. Selama lebih dari 20 tahun sejak membangun bisnis saluran penjualan, Ainsworth telah menganalisis ratusan juta dollar dalam bisnis online. Ia memiliki begitu banyak pengalaman yang bisa dibagi kepada kliennya.

melipatgandakan keuntungan bisnis online

Cara Melipatgandakan Keuntungan Bisnis Online

Banyak klien Ainsworth berhasil melipatgandakan keuntungan bisnisnya setelah menerapkan panduan yang diberikan. Dalam sebuah wawancara dengan Ainsowrth, ia membagi sejumlah taktik paling efektif untuk melipatgandakan keuntungan bisnis online:

Tambahkan Order Bumps

Menurut Ainsworth, ini adalah cara termudah meningkatkan pendapatan total, dan banyak perusahaan menerapkannya sepanjang waktu. Order Bumps adalah produk cuma-cuma yang ditambahkan pada halaman checkout, melalui sebuah tick box. Produk ini diberikan ketika konsumen melakukan pembelian. Misalnya di MacDonalds. Jika anda memesan Big Mac, mereka akan bertanya ‘apakah anda menginginkan kentang goreng?” Jika anda memasukkan sesuatu di keranjang belanja di Amazon, mereka akan menyarankan produk lain yang mungkin anda beli. Amazon melaporkan bahwa 35% dari pendapatannya diperoleh dari cross-selling dan up-selling semacam ini.

Untuk bisnis kursus online, maka order bump bisa berupa buku latihan PDF.  Tambahkan sejumlah kalimat yang menjelaskan keuntungan produk dan harganya di halaman checkout atau halaman order. Menurut Ainsworth, 40% hingga 60% orang yang membeli paket kursus online akan membeli produk Order Bump. Sedangkan di toko-toko e-commerce, pesanan order bump ini berkisar antara 5% hingga 15%. Caranya? Carilah produk paling populer di toko anda, dan pilih produk paling murah untuk ditawarkan sebagai order bump.

Ciptakan Upsell

Dengan saluran bisnis online, upsell ditawarkan setelah konsumen menyelesaikan checkout. Misalnya, setelah anda membeli tiket pesawat, anda biasanya ditawari asuransi liburan, rental mobil, atau kamar hotel yang terjangkau sebagai upsell. Kadang kala, upsell juga datang dalam bentuk email follow-up atau di halaman konfirmasi pembelian.

Baca Juga:   Tantangan dan Strategi Perencanaan Bisnis Menuju New Normal

Upsell yang ditawarkan umumnya memiliki harga sama atau sedikit lebih murah daripada produk aslinya. Ainsworth memperkirakan bahwa 10% hingga 20% konsumen akan membeli tawaran tambahan ini. Misalnya, jika anda menjual kursus belajar bahasa tingkat dasar, maka upsell-nya adalah kursus tingkat intermediate. Untuk sistem berlangganan bulanan, upsell-nya adalah sistem berlangganan tiga bulanan atau tahunan. Untuk satu botol supplemen, maka upsell-nya bisa jadi suplemen 3 botol.

Lihatlah produk anda yang paling populer. Kemdian, pilih produk yang mungkin dibeli konsumen tersebut berikutnya, dan tawarkan dengan harga lebih murah di halaman konfirmasi. Menawarkan diskon dadakan pada produk upsell bisa menjadi dorongan yang kuat bagi konsumen untuk membelinya.

Perbaikan Penawaran

Jika anda ingin melipatgandakan keuntungan bisnis online, maka cobalah perbaiki tawaran anda. Anda tentunya ingin membeli produk bestselling yang sudah terbukti manfaatnya dan didukung dengan garansi uang kembali dan sistem retur yang sangat mudah, bukan?

Ketika seorang konsumen berbelanja dari anda, mereka sedang mengambil resiko. Mereka beresiko kehilangan yang dan mungkin tidak puas dengan produk/jasa yang dibeli. Ainsworth menyarankan agar andalah yang menanggung resiko itu. Jika resiko ditanggung konsumen, maka orang yang akan berbelanja menjadi sedikit. Jika resiko ada ditangan anda, maka akan banyak orang yang berbelanja.

Cobalah menawarkan sesuatu yang dapat mengurangi resiko ketidakpuasan dari konsumen. Bisa jadi, anda menawarkan sesuatu yang nilainya berharga bagi konsumen, namun anda juga tidak merugi. Misalnya, worksheet gratis, tweet promosi, atau backlink website. Bisa juga layanan pengiriman ekspress atau undangan ke webinar atau grup eksklusif. Caranya? Temukan apakah anda bisa menawarkan janji kepuasan atau garansi uang kembali sebagai bentuk pertanggungjawaban atas resiko tersebut.

Baca Juga:   Kunci Sukses Bagi Pengusaha: Pentingnya Pembelajaran Seumur Hidup
Jual Produk/Jasa ke Email List

Sebagian besar pendapatan di dunia bisnis online berasal dari email, dibanding langsung dari traffik website atau media sosial. Ainsworth menjelaskan bahwa sejumlah kliennya menghasilkan ribuan dollar per bulan dari email yang mereka kirim. Namun, para pemilik bisnis online mesti lebih hati-hati, agar tidak terkesan membombardir konsumennya dengan terlalu banyak promosi penjualan. Hal itu bisa berakibat mereka ‘unsubscribe’ karena merasa terganggu. Promosi menggunakan email cukup efektif, namun harus dilakukan dengan seksama.

Pastikan bahwa orang-orang yang siap membeli produk anda berkesempatan untuk mendapatkannnya. Dapatkan trik lain untuk melipatgandakan keuntungan bisnis online pada post berikutnya.

Tagged With :

Leave a Comment