Strategi Investasi Saham Paling Bagus Dalam Masa Resesi

Pandemi virus Corona (COVID-19) telah menyebarkan ketakutan dan dampak ekonomi besar. Sejumlah pakar kini memperkirakan dunia akan memasuki masa resesi tahun ini, karena dahsyatnya efek pandemi terhadap aktivitas ekonomi di berbagai negara. Situasi ini menimbulkan dilema baru bagi investor.

Harga saham sudah ambruk, sementara imbal hasil reksa dana merosot drastis. Emas dipandang sebagai investasi satu-satunya yang paling aman, tetapi sekarang harganya sudah terlalu mahal. Jadi, strategi investasi seperti apa yang cocok dilakukan dalam masa resesi? Aset investasi apa yang tepat untuk dipilih agar nantinya dapat menghasilkan keuntungan berlipat ganda ketika perekonomian dunia pulih?

Kiat Praktis Mengendalikan Risiko Investasi Saham

Dalam masa resesi, sebaiknya hindarilah perdagangan keuangan dengan margin yang besar dan bersifat spekulatif. Hindari juga saham-saham siklikal, meskipun harganya cenderung murah. Investor yang masih memiliki persediaan dana memadai sebaiknya selektif dalam mencari peluang investasi. Sebagai patokan umum, pilihlah saham-saham pada perusahaan yang memenuhi beberapa kriteria berikut ini:

  1. Perusahaan memiliki neraca keuangan kuat, utang rendah, dan cash flow lancar.
  2. Perusahaan menggarap sektor yang tetap berkinerja bagus dalam situasi resesi karena memenuhi kebutuhan primer atau malah mengalami kenaikan permintaan sehubungan dengan penyebab resesi itu sendiri. Dalam kondisi saat ini, sektor-sektor itu antara lain mencakup sektor Consumer Goods, internet provider, dan layanan kesehatan/farmasi.
  3. Perusahaan membagikan dividen secara rutin dan memiliki dividend yield yang tinggi. Anda dapat menilik daftar IDX High Dividend 20 untuk menemukan emiten yang tepat, atau melakukan stock screening terhadap saham-saham BEI berdasarkan dividend yield-nya.

Nah, dengan ketiga tips tadi, sudahkah Anda menemukan perusahaan mana yang akan dipilih untuk masuk portofolio berikutnya? Tunggu dulu, jangan buru-buru memborong saham-nya.

Baca Juga:   Microsoft (MSFT) Tumbuh Positif, Apakah Akan Terulang?

Sebelum entry, terlebih dahulu Anda perlu menganalisis apakah kondisi pasar secara keseluruhan sudah mulai rebound atau masih akan menurun lagi. Selain itu, sebaiknya Anda juga tidak langsung menggelontorkan seluruh modal sekaligus untuk borong saham sekali saja. Sisakah likuiditas memadai untuk mengatasi segala kemungkinan yang bisa terjadi selama masa resesi ini. Perhitungkan kemungkinan untuk melakukan average down atau average up sesuai perkembangan terkini.

Tagged With :

Leave a Comment