S&P dan Nasdaq Cetak Rekor dengan Saham Teknologi, Wall Street Menghijau

XM broker promo bonus

Pada penutupan perdagangan Senin (30/8/2021), dua Indeks Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor. Saham teknologi mendukung rekor penutupan.

Dikutip dari Reuters, S&P 500 naik 19,42 poin, atau 0,43 persen menjadi 4.528,79. Nasdaq Composite mencatat kenaikan 136,39 poin atau 0,9 persen, menjadi 15.265,89. Sementara Dow Jones Industrial Average turun 55,96 poin, atau 0,16 persen, menjadi 35.399,84,

Rekor penutupan ini menjadi yang keempat dalam lima sesi untuk S&P. Juga menjadi yang kelima dalam enam sesi untuk Nasdaq.

Kenaikan dua indeks Wall Street ini setelah komentar dari Federal Reserve tentang pengurangan stimulus moneternya. Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral akan terus berhati-hati dalam pendekatannya untuk mengurangi stimulus besar-besaran era pandemi, sambil menegaskan kembali pemulihan ekonomi yang stabil.

“Sekarang jelas bahwa masih akan ada jumlah dukungan yang luar biasa untuk ekonomi ini, mungkin sampai November,” kata Ed Moya, analis pasar senior untuk Amerika di OANDA.

“Beberapa investor berpikir bahwa tapering mungkin tidak akan dimulai tahun ini, tetapi satu hal yang semua orang dapat setujui adalah bahwa Ketua Powell telah memberi isyarat bahwa mereka tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga dan dia memutuskan tapering dengan waktu kenaikan suku bunga,” lanjutnya.

Apple Inc melonjak 3 persen ke level tertinggi. Sementara Microsoft Corp, Amazon.com, pemilik Google Alphabet Inc naik antara 0,4 persen dan 2,1 persen, menyokong Nasdaq mengungguli S&P 500 dan Dow.

S&P 500 sejauh ini telah naik 3 persen di bulan Agustus meski pada musiman yang lemah untuk saham. Analis Wells Fargo mengatakan pekan lalu mereka memperkirakan indeks akan naik 8 persen lagi pada akhir tahun.

Baca Juga:   4 Tips Order Beli Terbaik Untuk Trader Saham

Sementara harga minyak mentah AS naik 0,7 persen pada hari Senin. Saham energi secara luas tergelincir karena investor khawatir kemungkinan dampak jangka panjang dari Badai Ida.

PayPal Holdings Inc naik 3,6 persen. Sementara Robinhood Markets Inc turun 6,9 persen.

Volume di bursa AS mencapai 8,77 miliar saham. Lebih rendah dibandingkan perdagangan selama 20 hari dengan rata-rata 8,95 miliar.

MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat hari ini. Head of Research MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan laju IHSG akan bergerak di level support 6.102 dan level tertinggi 6.194 di sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Senin (30/8), IHSG ditutup menguat ke level 6.144,9 atau naik 1,71 persen.

“Aksi penguatan lanjutan terbatas IHSG dalam perdagangan Selasa ini masih berlanjut merujuk penguatan EIDO sebesar 1,24 persen disertai naiknya harga beberapa komoditas,” tulis Edwin dalam risetnya, Selasa (31/8). Beberapa komoditas yang naik antara lain Oil 0,55 persen, coal 0,20 persen, nikel 1,09 persen dan timah 0,77 persen.

Sementara itu, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan kenaikan yang terjadi dalam pola gerak IHSG masih bersifat teknikal rebound.

Menurut William, IHSG berhasil menggeser rentang konsolidasi ke arah yang lebih baik. Namun belum adanya capital inflow yang melaju signifikan masuk ke pasar modal akan menjadi tantangan untuk dapat mendorong kenaikan IHSG. “Hari ini IHSG berpotensi bergerak menguat terbatas,” ujarnya.

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Baca Juga:   Jenis Investasi Terbaik untuk Jangka Pendek, Menengah, dan Panjang

 

Leave a Comment