Rupiah Tembus Rp 14.077 per Dollar, Terkuat Sejak Juni 2018

JAKARTA  –  Kamis (10/1) pukul 10.16 WIB, mata uang garuda berusaha menembus level terkuat baru. Di pasar spot, rupiah kembali menguat ke angka Rp 14.077 per dollar Amerika Serikat (AS). Sejak awal Juni 2018, ini adalah posisi terkuat rupiah.

Jika dibandingkan dengan harga penutupan kemarin pada Rp 14.125 per dollar AS, Rupiah spot menguat 0,34%. Jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor) di website Bank Indonesia (BI) hari ini menguat 0,19% ke Rp 14.093 per dollar AS dari Rp 14.120 per dollar AS kemarin.

Pelemahan nilai tukar dollar AS hari ini membuat rupiah dan mata uang Asia mencoba level terkuat. Di Asia, hanya rupee dan dollar Hong Kong yang masih tertekan di hadapan the greenback.

Di sisi lain, dollar AS melemah terhadap mata uang global, termasuk mata uang utama dunia. Indeks dollar pagi ini berada di 95,12, turun 0,10% dari posisi kemarin pada 95,22. Indeks yang mencerminkan nilai tukar dollar AS terhadap mata uang utama dunia ini terus bergerak di sekitar 95 sejak awal pekan.

Pembicaraan dagang AS-China yang berlangsung hingga kemarin menyebabkan investor lebih agresif di pasar keuangan dan meninggalkan safe haven dollar AS dan US Treasury. Apalagi pemerintahan AS hingga kini masih tertahan shutdown yang berlangsung 19 hari.

Diberitakan di sejumlah media online, pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China berlanjut ke Rabu (9/1/2019) dari jadwal semula hingga Selasa, kata anggota delegasi AS Steven Winberg, Selasa, Reuters melaporkan.

Dua negara yang memiliki perekonomian terbesar di dunia itu tengah berupaya mencari jalan keluar dari perseteruan dagang. Perseteruan itu telah berlangsung sejak awal tahun lalu dan mengguncang perekonomian global.

Pembicaraan yang berlangsung di Beijing, tempat di mana para delegasi AS sedang melakukan perundingan dengan pejabat-pejabat China,  kata Winberg, berjalan baik.

Pertemuan tersebut merupakan pembicaraan tatap muka pertama sejak Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat gencatan senjata 90 hari 1 Desember lalu. Disepakati oleh kedua negara tersebut pengenaan bea impor terhadap berbagai produk senilai ratusan miliar dolar.

 

Tinggalkan sebuah Komentar