Pro dan Kontra P2P Lending Untuk Investasi Real Estate

Peer-to-peer lending (P2P lending) adalah salah satu terobosan terbaru dalam industri teknologi keuangan (FinTech). Teknologi ini memberikan peluang bagi lebih banyak orang untuk menjadi investor dalam skala kecil maupun besar. Sebaliknya, klien P2P lending juga mendapatkan peluang lebih besar untuk mengumpulkan dana investasi tanpa harus melalui prosedur perbankan. Bahkan saat ini, anda bisa mendapatkan P2P lending untuk investasi real estate seperti perumahan atau bangunan.

P2P Lending Untuk Investasi Real Estate: Cara Kerja

Di masa lalu, anda harus mengajukan pinjaman dalam jumlah besar ke bank atau koperasi jika ingin membangun atau membeli rumah. Itulah pilihan satu-satunya jika tidak ada keluarga atau kerabat yang dapat meminjamkan anda uang. Dalam kenyataannya, bank hanyalah perantara. Mereka meminjamkan dana yang disimpan nasabah dalam rekening kepada nasabah lain yang berperan sebagai debitur.

Pada intinya, P2P lending untuk investasi real estate adalah penggalangan dana yang membagi pinjaman ke dalam unit-unit kecil sehingga bisa diakses oleh investor individu dalam skala kecil. Sebaliknya, peminjam (debitur) mendapatkan uang yang dibutuhkan untuk investasi real estate. Berikut adalah beberapa fakta yang perlu anda ketahui tentang P2P lending:

P2P lending untuk investasi real estate

P2P lending untuk investasi real estate

Dikendalikan Oleh Perantara (Platform)

P2P lending untuk investasi real estate memiliki cara kerja yang berbeda. Layanan ini dikelola oleh perantara yang disebut platform P2P. Layanan ini menghubungkan peminjam dengan investor pribadi. Peminjam umumnya juga orang perorangan. Meski P2P lending merupakan pinjaman pribadi, sebenarnya debitur maupun kreditur tidaklah bertemu secara langsung.

Proses persetujuan atau penolakan atas pinjaman dilakukan melalui perantara. Kemudian, pihak investor dan perantara mendapatkan komisi atau keuntungan atas jasa tersebut dari bunga pinjaman yang dibayar oleh debitur. Persentase keuntungan bervariasi. Pihak perantara (platform) biasanya mengklasifikasikan bunga berdasarkan tingkat resiko dan jangka waktu kredit.

Baca Juga:   3 Jenis Investasi yang Bisa Ambil Profit Per Bulan
Dipandu oleh Tool Data Analytics

Sistem keuangan baru ini adalah hasil dari teknologi finansial (FinTech). Dengan kata lain, semua prosesnya dipandu oleh tool data analytics berteknologi tinggi. Perusahaan perantara biasanya menggunakan tool analytics berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk menemukan orang-orang yang membutuhkan pinjaman dana untuk membangun real estate.

Setelah menganalisa peluang dan resikonya, mereka kemudian menawarkannya kepada calon-calon investor pribadi dalam pecahan yang lebih kecil. Selain menghubungkan debitur dan kreditur, perusahaan perantara ini juga memanfaatkan teknologi untuk membangun database kredit dan portofolio investasi. Kemudian, teknologi juga digunakan untuk menentukan tingkat bunga berdasarkan tingkat resiko. Tingkat resiko ini biasanya ditentukan oleh profil debitur dan jenis investasi yang dibiayai.

P2P Lending Untuk Investasi Real Estate: Keunggulan dan Kelemahan

Sistem pinjaman peer-to-peer telah membawa perubahan besar terhadap sistem yang selama ini dimonopoli oleh perbankan. Saat ini, siapa saja bisa menjadi investor real-estate. Ada beberapa keunggulan dan kelemahan yang ditawarkan melalui P2P Lending untuk investasi real estate

Keunggulan

Adapun keunggulan dari investasi real estate menggunakan dana yang terkumpul dari P2P Lending antara lain:

  • Prosesnya lebih mudah, apalagi bagi anda yang sudah lelah dengan sistem gadai atau hipotek konvensional. Dalam P2P lending, tidak ada keterlibatan bank. Administrasi menggunakan kertas juga diminalisir. Anda hanya perlu mengisi formulir online dan menyediakan bukti identitas dan sedikit dokumen sebagai persyaratan.
  • Proses lebih cepat. Karena siklus administrasi lebih singkat, maka proses pencairan juga lebih cepat, bisa jadi hanya dalam beberapa jam.
  • Lebih terjangkau dibanding pembiayaan konvensional. Suku bunga relatif lebih rendah, karena minimnya biaya operasional, fee, dan semacamnya.
Kelemahan

Salah satu kelemahan terbesar dari P2P lending adalah resikonya, termasuk untuk investasi real estate. Resiko ini semakin besar jika anda tidak melakukan perencanaan dengan baik. Anda sebenarnya bisa mendapatkan dana pinjaman yang besar tanpa harus melalui prosedur rumit di bank. Prosesnya lebih sederhana. Tidak BI checking, sehingga proses persetujuan juga lebih cepat.

Baca Juga:   Fakta atau Mitos Seputar Layanan Peer to Peer (P2P) Lending

Baca Juga: Resiko Investasi P2P Lending dan Cara Mengatasinya

Namun, hal ini membawa resiko tersendiri. Debitur kerap tergoda oleh kemudahan ini. akibatnya, mereka meminjam lebih dari kebutuhan. Jika pinjaman anda melebihi kemampuan, maka mengembalikannya juga akan lebih sulit. Hal ini dapat membahayakan keuangan anda secara keseluruhan.

Kelemahan lainnya adalah kemungkinan kalau uang yang terkumpul tidak mencukupi, terutama untuk investasi real estate skala sedang atau besar. Akibatnya, anda mungkin harus mencari alternatif sumber pinjaman lain. Jika hal ini terjadi, prosedur yang anda lalui justru lebih rumit.

P2P Lending Untuk Investasi Real Estate: Kesimpulan

Keuntungan dari P2P Lending untuk investasi real estate sangat jelas. Prosedurnya mengandalkan teknologi, sehingga minim kertas dan minim administrasi. Namun, bukan berarti bebas resiko. Dibutuhkan kehati-hatian dalam menilai kebutuhan berdasarkan kapasitas finansial anda. Pastikan anda memiliki sumber daya yang cukup untuk mengembalikan dana tersebut. Jika tidak, akan lebih sulit untuk mendapatkan pinjaman di masa mendatang.

Tagged With :

Leave a Comment