Powell: Tidak Ada Sinyal Resesi Dalam Waktu Dekat

Pidato Ketua The Fed Jerome Powell di Swiss pada hari Sabtu (07/September) malam lalu menjadi salah satu event yang memengaruhi pasar, terutama perdagangan emas dan ekuitas. Powell mengulangi janjinya untuk menjaga roda pertumbuhan ekonomi AS.

Selain itu, ia juga meredakan kekhwatiran akan terjadinya resesi, meskipun ia menekankan kemungkinan risiko yang signifikan akibat ketidakpastian perdagangan.

“Kami tidak memperkirakan atau mengekspektasikan resesi,” kata Powell dalam diskusinya dengan Ketua Swiss National Bank, Thomas Jordan di Zurich.

Terlebih lagi, Powell juga mengatakan bahwa Outlook ekonomi AS masih menjadi satu yang terbaik, yang salah satunya adalah berkat kebijakan monether The Fed untuk memotong suku bunga di awal tahun ini.

powell

Powell mengulangi pernyataan seperti dalam berbagai kesempatan sebelumnya, bahwa pasar ketenagakerjaan AS masih kuat. Meski demikian, beberapa saat sebelum Powell berkomentar, Non Farm Payroll AS menurun dengan hanya menciptakan 130,000 pekerjaan di bulan Juli 2019.

“Kami akan terus bertindak dengan kesesuaian, demi melanjutkan ekspansi ini,” kata Powell.

Komentar Powell tersebut akan menjadi pernyataan terakhir sebelum digelarnya FOMC pada tanggal 17-18 September mendatang. Pasar masih memperkirakan bahwa bank sentral AS tersebut akan kembali memotong suku bunga. Jika ekspektasi tersebut gagal terwujud, maka dampaknya akan memicu gejolak di pasar.

Powell juga menyinggung masalah dampak yang mungkin ditimbulkan dari ketidakpastian perdagangan. Selain itu, pihaknya juga akan mengawasi ketat perlambatan pertumbuhan di Jerman, China, Eropa, serta loyonya kenaikan inflasi. Untuk itu, The Fed akan melaksanakan tugasnya untuk menjaga stabilitas ekonomi AS sesuai dengan wewenangnya.

Terlepas dari efektifnya pelonggaran moneter The Fed, Powell masih terus mendapat tekanan dari Presiden AS Donald Trump, yang terus merong-rong untuk membabat habis suku bunga. Sedangkan dari pihak pasar, para investor sedang menunggu sinyal akan meredanya perlambatan ekonomi.

Tinggalkan sebuah Komentar