Panduan Lengkap Budidaya Ikan Nila Super Intensif

Ikan nila adalah ikan budidaya paling poluler nomor dua setelah ikan mas. Gurihnya bisnis ikan ini sudah bukan rahasia lagi. Peluang usaha budidaya ikan nila super intensif menjadi pilihan yang menguntungkan bagi para peternak ikan nila. Karena dengan usaha yang lebih sedikit, kamu bisa mendapatkan hasil ikan yang lebih baik ketimbang menggunakan cara tradisional.

Peluang Usaha Budidaya Ikan Nila

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Nila Super Intensif

Banyak orang memilih berbisnis dengan nila memang bukan tanpa alasan. Dari data di lapangan, diperoleh banyak fakta yang bisa membuat kamu menjadi tertarik untuk menekuni budidaya ikan nila ini. Yang paling utama adalah pangsa pasar yang luas dan termasuk bisnis yang menjanjikan dengan modal minim.

Karena ikan ini termasuk kuat dan tidak mudah mati, kamu hanya tinggal membeli bibit ikan nila, kemudian kembangbiakkan di kolam. Dengan demikian memiliki bisnis ikan nila tidak akan mengganggu waktu kerja kamu, kalau memang punya pekerjaan yang lain.

Yang perlu diingat adalah, meskipun mudah dibudidayakan, kamu harus meluangkan waktu untuk melihat perkembangan ikan nila. Tak hanya sampai di situ, ketika masa panen tiba, kamu bisa menjualnya mentah atau matang. Seru dan mengiurkan bukan peluang usaha ternak ini? Kalau kamu sudah siap, ini dia cara budidaya ikan nila super intensif.

Memilih Bibit Ikan Nila

Langkah pertama yang perlu kamu lakukan dalam budidaya ikan ini adalah dengan memilih bibit. Hati-hati, salah memilih bibit bisa berakibat buruk saat panen. Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih bibit ikan nila?

Pertama, pililah bibit berkelamin jantan. Hasil panen yang akan kamu dapatkan akan lebih maksimal ketimbang memilih menggunakan bibit betina. Ini karena pertumbuhan bibit ikan nila jantan empat puluh persen lebih cepat dibandingkan dengan yang berkelamin betina.

Baca Juga:   20 Cara Menghasilkan Passive Income yang Mudah di tahun 2019

Kedua, perlu diketahui bahwa ikan nila mudah untuk melakukan perkawinan sendiri. Sehingga meskipun kamu menggunakan bibit berkelamin jantan, mereka akan tetap beranak pinak. Cara yang biasa disebut budidaya monosex ini diakui para peternak lebih produktif bila dibandingkan dengan budidaya campuran jantan dan betina.

Membangun Kolam Ikan

Karena ikan nila bisa beradaptasi dengan semua lingkungan, kamu bisa membuat kolam dengan dasar tanah. Perlu diketahui bahwa ikan ini mampu hidup di dataran rendah dan dataran tinggi dengan suhu rendah. Salinitas atau kadar garam di kolam adalah faktor penting dalam pertumbuhan ikan nila.

  • Kolam Tanah

Membangun kolam dari tanah tidaklah sulit. Kamu tinggal mencari tanah yang tidak tercemar limbah dan dekat dengan mata air. Kalau bisa, jangan membuat kolam tanah yang dekat dengan sungai. Karena bila banjir datang, maka ikan nila bisa hanyut bersama aliran air.

Setelah menemukan tempat yang pas, cara budidaya ikan nila di kolam tanah adalah sebagai berikut:

  1. Keringkan dasar kolam. usahakan permukaan tanah terlihat rektak
  2. Cangkul untuk membersihkan sampah dan kerikil dari dasar kolam
  3. Berikan pupuk organik sebagai dasaran kolam. berikan sebanyak 1-2 ton setiap hektar. diamkan 1-2 pekan.
  4. Genangi kolam dengan air dan biarkan sinar matahari menembus dasar kolam.
  • Kolam Terpal

Bila kamu memiliki modal tambahan, kamu bisa membuat kolam ikan nila dari terpal. Cara budidaya ikan nila di kolam terpal ini lebih efektif dan fleksibel karena bisa ditempatkan di mana saja. Selain itu kolam terpal lebih unggul dari kolam tanah karena lebih kuat menahan beban, dan terlihat rapi. Cara mendapatkannya pun tergolong mudah karena sudah banyak yang menjualnya secara online.

  • Kolam Beton

Ada satu lagi pilihan kolam yang bisa kamu gunakan untuk budidaya ikan nila. Yakni kolam beton. Proses persiapan budidaya ikan nila di kolam beton hampir sama dengan kolam tanah dan terpal. Kolam beton perlu dilakukan proses pengapuran dengan pupuk kandang atau kompos. Selain itu, sepekan sebelum digunakan, kamu bisa memasukkan daun pisang atau enceng gondok ke permukaan air. Setelah itu, bibit ikan nila bisa ditebar di kolam ini.

Baca Juga:   Peluang Usaha Kuliner Sederhana Yang Bisa Untung Banyak

Cara Merawat Ikan Nila

  • Perhatikan Kualitas Air

Sekarang kamu sudah punya kolam dan bibit ikan nila yang sehat. Sebelum menebarkan bibit ke dalam kolam, ada beberapa yang perlu diperhatikan. Seperti hewan yang lain, ikan perlu melakukan adaptasi. Tanpa adaptasi, ikan nila akan mudah mati.

Cara membuat bibit ikan beradaptasi adalah dengan memasukkan bibit ke dalam wadah tersendiri, lalu isi wadah tersebut dengan air dari kolam. Tinggalkan selama beberapa jam agar mereka terbiasa dengan karakter dan suhu air. Setelah itu, miringkan wadah sehingga ikan-ikan ini bisa keluar dengan sendirinya memasuki rumah mereka yang baru, yakni kolam yang kamu buat.

Inti budidaya ikan nila super intensif itu ada tiga hal: mengelola air, memberi makan, dan mengendalikan hama. Kualitas air tempat ikan-ikan kamu tinggal adalah prioritas. Karena itu, pastikan kadar oksigen dalam air berada di tingkat yang baik. Membuat aliran air lebih deras merupakan keputusan yang baik jika kadar oksigen berkurang.

Bila tercium bau busuk dari dalam kolam, berarti ini saatnya menganti air. Caranya adalah dengan mengeluarkan dulu sepertiga bagian air kotor dari dalam kolam, lalu ganti dengan yang baru. Lakukan tiga kali sehingga seluruh air di dalam kolam berganti seluruhnya.

  • Beri Makan Teratur

Bicara tentang pakan ikan nila, kamu bisa menggunakan pellet dengan kandungan protein sebesar 20-30%. Jangan pelit membelanjakan uangmu untuk mendapatkan pakan ikan berkualitas. Karena kualitas pakan juga ikut menentukan hasil panen kamu nantinya. Taburkan pakan ikan setiap pagi dan sore.

Untuk masalah hama, sebenarnya kamu tidak perlu terlalu khawatir karena sifat bawaan ikan nila yang kuat dan tahan penyakit. Tapi karena ini adalah investasi untuk masa depan kamu, mau tidak mau, kamu juga harus memperhatikan kondisi ikan di dalam kolam.

  • Hindari Penyakit
Baca Juga:   20 Peluang Usaha Ternak Menguntungkan, Pahami Analogi Bisnisnya

Menurut para peternak ikan nila, masalah yang sering dihadapi adalah penyakit yang menular melalui air. Untuk menghindarinya, kembali ke dua poin di atas. Perhatikan kondisi air tempat tinggal mereka, ganti secara berkala, dan berikan pakan dengan kualitas yang baik. Dengan demikian, ikan-ikanmu akan tumbuh dengan sehat dan terhindar dari penyakit.

Panen Ikan Nila

Yang ini pasti sudah kamu tunggu-tunggu: panen ikan nila!

Bila ikan sudah memiliki bobot 300-500 gram/ekor mereka sudah bisa dipanen. Untuk mencapai bobot ini, biasanya kamu butuh waktu selama enam bulan. Jika sekarang kamu sudah melakukan sesuai panduan lengkap budidaya ikan nila namun dalam enam bulan ikanmu belum mencapai bobot ini, mungkin ada beberapa sebab.

Kamu bisa melakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab kenapa ikan nila mu beratnya masih di bawah standar. Mungkin ada langkah budidaya ikan nila yang salah. Jika memang semuanya benar biasanya ikan sudah pasti bisa dipanen dalam waktu 6 bulan.

Bisa jadi kamu salah memilih bibit. Bisa juga ada kesalahan dalam pembuatan kolam ikan atau kualitas air dan pakan yang kurang diperhatikan. Kesimpulannya, budidaya ikan nila super intensif sebenarnya mudah, tergolong murah dan hasilnya melimpah. Ikuti saja langkah-langkah dalam tulisan ini. Selamat praktek!

Silahkan beri penilaian untuk artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5,00 out of 5)

Loading...

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar