Panduan Lengkap Budidaya Buah Naga Agar Hasil Melimpah

Buah naga atau Dragon Fruit dikenal masyarakat karena bentuknya yang unik. Buah yang kulitnya berwarna merah terang dan berbentuk sisik ini juga memiliki banyak khasiat. Daging buahnya yang berwarna putih mempunyai rasa manis dan asam, menjadikan panduan lengkap budidaya buah naga menjadi perbincangan favorit masyarakat.

Varian Buah Naga di Indonesia

Panduan Lengkap Budidaya Buah Naga Agar Hasil Melimpah

Varian buah naga yang tersebar di Indonesia adalah:

  1. Hylocereus undatus dengan ciri kulit merah dan daging buah putih
  2. Hylocereus polyrhisus dengan ciri kulit merah dan daging buah merah
  3. Hylocereus costaricensis dengan ciri kulit merah dan daging buah merah gelap agak ungu
  4. Hylocereus megelanthus dengan ciri kulit kuning dan daging putih.

Perkembangan Budidaya Buah Naga di Indonesia

Para petani kita telah membuktikan apapun varietasnya, budidaya buah naga ini merupakan ide usaha yang menguntungkan. Ini pernah dibuktikan oleh kakek Sudarto. Dengan modal dua benih bibit buah naga dan peralatan seadanya. Kini, setelah empat tahun berjalan, Sudarto mampu memiliki 5.000 pohon buah naga yang memberikannya keuntungan sekitar 20 juta rupiah.

Di Jogja dan Malang juga terdapat tempat wisata bertema Buah Naga. Di sini pengunjung dapat belajar cara budi daya, memetik, menanam dan berfoto di kebun buah naga. Kabar baiknya, bisnis agrowisata ini tak pernah sepi pengunjung. Sehingga, sekali lagi, kesempatan bisnis buah naga ini masih terbuka dengan lebar.

Berbicara tentang pasar global, permintaan buah naga tergolong besar. Bahkan negara penghasil buah naga seperti Vietnam dan Thailand hanya bisa memenuhi lima puluh persen dari total permintaan. Ini artinya, selain pasar lokal, buah naga juga termasuk produk pertanian yang petensial untuk di eksport ke luar Negeri. Apalagi di zaman sekarang eksport barang tidak sesulit dulu.

Baca Juga:   Keuntungan Bisnis Dropship yang Banyak Dirasakan Oleh Orang-Orang

Cara Menanam Buah Naga

  • Buat Tiang Panjat

Tiang ini berfungsi sebagai rambatan dan tempat tanaman buah naga bersandar. Ini karena tanaman ini masuk dalam keluarga kaktus. Di mana terdapat air di dalam batang yang menyebabkan dia lemah dan mudah tumbang.

Tiang panjat ini bisa dibuat dari beton setinggi 2 sampai 2,5 meter. Agar kuat berdiri, tiang tersebut sebaiknya ditanam 50 cm. Berikan besi berbentuk tanda plus (+) di ujung atas sebagai tempat menaruh ban bekas.

Atur tiang panjat ini dengan jarak antara tiang satu dengan yang lain 2,5 meter, dan baris satu dengan baris yang lain selebar 3 meter. Diantara barisan tiang panjat bisa difungsikan sebagai saluran drainase dengan dalam 25 cm.

  • Membuat Lubang Tanam

Cara menanam buah naga di kebun selanjutnya adalah membuat lubang untuk menanam bibit. Setelah tiang panjat selesai dibuat, kamu bisa melubangi tanah di sekitar tiang panjat dengan diameter 60×60 cm dengan dalam 25 cm. Karena buah naga membutuhkan banyak kalsium, tambahkan bahan-bahan berikut ini.

Campur tanah galian yang baru saja dibuat dengan 10 kg pasir. Lalu masukkan pupuk (bisa kompos atau kandang yang telah matang) sebanyak 10-20 kg, kapur pertanian atau dolomit 300 gram. Aduk bahan-bahan tersebut sampai bercampur, lalu gunakan sebagai penimbun lubang yang telah kita buat. Sirami timbunan tersebut dengan air tapi jangan sampai tergenang.

Biarkan timbunan yang baru saja kamu buat dua sampai tiga hari agar tanah tersebut kering terkena sinar matahari. Setelah itu, bubuhkan 25 gram pupuk TSP membentuk lingkaran berjarak 10 cm dari tiang panjat. Diamkan satu hari. Satu tiang panjat, nantinya bisa digunakan untuk menanam empat batang buah naga.

  • Menanam Bibit Buah Naga
Baca Juga:   10 Peluang Bisnis Mahasiswa Paling Menguntungkan dengan Modal 2 Juta

Tanam bibit tersebut ditanam ke dalam lubang sedalam 10-15 centimeter. Setelah itu, timbun dengan tanah sampai padat. Kemudian ikat batang bibit ke tiang panjat. Tapi ingat, pengikatan ini jangan terlalu kencang karena bisa melukai batang. Nah, sekarang kamu sudah memiliki pohon buah naga yang siap untuk dirawat.

Cara Merawat Buah Naga

Pemupukan merupakan bagian penting dari budidaya buah naga. Kamu bisa gunakan pupuk yang banyak mengandung unsur Nitrogen pada fase awal pertumbuhan. Bila sudah muncul bunga buah naga atau sudah mulai berbuah, berikan pupuk yang kaya akan fosfor dan kalium. Jangan menggunakan pupuk urea karena terbukti membuat batang menjadi busuk.

Penyiraman bisa dengan mengalirkan air pada drainase diantara barisan tiang panjat. Bisa juga dengan menggunakan alat semprot. Bila memilih menyiram di saluran drainase, kamu bisa mengaliri saluran tersebut selama dua jam. Bila memilih menggunakan alat semprot, lakukan tiga kali sehari sebanyak empat sampai lima liter setiap lubang.

Proses menyiram ini dapat dikurangi atau dihentikan saat tanaman mulai tumbuh bunga dan buah. Ini bertujuan agar pertumbuhan tunas baru melambat dan produksi buah bisa maksimal. Sebaliknya, bila tanah terlihat kering, maka penyiraman harus tetap dilakukan untuk menghindari tanaman layu dan kekurangan air.

Memangkas batang. Ketika tanaman sudah tumbuh besar, pemangkasan perlu dilakukan. Pilih cabang-cabang yang jelek, terkena penyakit untuk dipotong, agar dia fokus membentuk batang pokok yang sehat.

Penyebab Buah Naga Gagal Panen

  • Kekurangan Cahaya Matahari

Agar tidak kekurangan cahaya matahari, pilihlah lahan yang tidak tertutupi oleh bayangan rumah atau benda tinggi lainnya. Kamu juga bisa menambahkan lampu agar tanaman tetap terkena cahaya di malam hari.

  • Salah Memakai Pupuk
Baca Juga:   20 Peluang Usaha Ternak Menguntungkan, Pahami Analogi Bisnisnya

Seperti yang saya sampaikan di atas, jenis pupuk harus diperhatikan, tergantung di fase mana tanaman ini. Salah pupuk bisa menghambat atau menggagalkan panen. Selain itu, kamu juga perlu membersihkan rumput di sekitar tempat menanam benih agar penyerapan pupuk bisa optimal.

  • Tidak Dipangkas

tanaman Buah naga yang tidak dipangkas akibatnya akan membuang banyak energi untuk membuat daun, bukan buah.

  • Terlalu Banyak Air

Tanaman ini masuk ke dalam keluarga kaktus yang cocok hidup di tempat minim air. sehingga jika ia hidup di tanah yang terlalu banyak mengandung air, akan membuat batang tanaman cepat busuk. satu tugas tambahan untukmu, yakni membuat lahanmu tidak tergenang air di saat hujan turun.

Cara Memanen Buah Naga

Siklus produktif buah naga termasuk panjang. Bisa mencapai 15-20 tahun. Buah pertama biasanya tumbuh di bulan ke 10 sampai 12 terhitung sejak hari menanam. namun banyak variabel yang mempengaruhi lamanya panen. Misalnya jenis dan ukuran benih yang digunakan.

Ada beberapa ciri yang menunjukkan bahwa buah naga telah matang. Warna merah yang gelap dan menyeluruh, mahkota dan pangkal buah yang mengerut, serta sisiknya yang memerah. Berat sebuah buah naga kisaran 400-700 gram. buah naga berumur 10 hari di udara terbuka. dan tetap segar sampai sebulan jika disimpan dalam lemari pendingin.

Semoga panduan lengkap budidaya buah naga ini bermanfaat. Dan jangan lupa, bahwa prospek bisnis yang luar biasa ini bisa kamu mulai sekarang juga, mulai dari mencari informasi harga bibit buah naga. Investasi di bidang pertanian yang kamu keluarkan untuk membeli bibit akan sebanding dengan hasil yang didapatkan nanti.

Silahkan beri penilaian untuk artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar