Pair Paling Menguntungkan Dalam Trading Forex

Dalam trading forex, kita bisa memperdagangkan banyak sekali pasangan mata uang (Currency Pair). Mulai dari pasangan mata uang mayor seperti EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, AUD/USD; cross pair seperti EUR/GBP, GBP/JPY, AUD/JPY; serta exotic pair seperti USD/TRY, USD/IDR, dan lain sebagainya. Namun, diantara semuanya, tahukah Anda mana pair paling menguntungkan untuk di-trading-kan?

Pada dasarnya, setiap trader bisa memilih pair sendiri sesuai dengan gaya trading dan jam aktif pilihannya. Namun, jika tidak terikat pada gaya atau jam trading tertentu, maka Anda dapat memilih pair paling menguntungkan berdasarkan tiga kriteria di bawah ini.

 

1. Pair dengan Likuiditas Tinggi

Pasangan mata uang apa saja dalam forex itu bisa menguntungkan. Namun, semakin kurang likuid suatu pair, maka risikonya akan makin besar. Bagaimana cara kita memeriksa likuiditas suatu pair? Perhatikan apakah ada volume transaksi tinggi, serta berapa selisih pergerakan harga setiap tick-nya. Jika volume transaksi rendah dan selisih pergerakan tiap tick-nya tinggi, maka itu artinya likuiditas rendah.

Likuiditas suatu pair mata uang tidaklah tetap, melainkan selalu berubah-ubah. Ambil contoh pair USD/JPY yang seringkali nyaris “tidur” selama beberapa hari, tetapi kemudian “bangun” kembali ketika ada katalis berupa rilis berita berdampak tinggi. Namun, ada pula pair yang senantiasa bergejolak, alias likuiditasnya sangat tinggi, seperti XAU/USD (Gold/Dolar AS).

5 Tips Investasi Emas Terbaik Bagi Pemula

 

2. Pair dengan Selisih Kekuatan Fundamental yang Besar

Salah satu kunci sukses para trader profesional yang memanfaatkan analisis fundamental adalah dengan memasangkan antara mata uang yang suku bunganya naik dengan mata uang yang suku bunganya turun. Umpama suku bunga USD naik dan suku bunga EUR turun, maka trader akan mencari titik entry secara teknikal untuk melakukan sell atas pair EUR/USD. Dengan cara ini, trader dapat menjamin bahwa hasil pair paling menguntungkan karena didukung faktor teknikal maupun fundamental.

Selain memanfaatkan selisih suku bunga sebagai acuan, kombinasi berbagai rilis data ekonomi juga dapat dijadikan referensi. Misalnya rilis data Gross Domestic Product (GDP) atau inflasi.

 

3. Pair yang Memunculkan Pola Tiga Candle

Trader yang mendalami pola-pola candlestick tentu tahu bahwa ragam pola dibagi tiga, yakni pola yang terdiri dari 1 candle, 2 candle, dan 3 candle. Diantara ketiganya, yang paling akurat adalah pola yang terdiri dari 3 candle (Triple Candlestick Pattern). Antara lain Three White Soldiers, Morning Star, Evening Star, Abandoned Baby, dan masih banyak lagi.

Trading-lah pada pair mana saja yang memunculkan pola tiga candle. Walaupun akurasinya tak bisa dijamin 100 persen, tetapi profitabilitas Anda lebih terjamin daripada mengandalkan indikator teknikal lainnya. Apalagi jika sinyal ini muncul bersamaan dengan indikasi fundamental seperti pada poin kedua tadi, maka kehandalannya bisa dipercaya.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar