Pada Perdagangan Terakhir di Bulan Agustus, Wall Street Tergelincir

XM broker promo bonus

Pada perdagangan Selasa (31/8/2021), Wall Street berakhir di zona merah. Pada perdagangan terakhir di bulan Agustus, tiga indeks utama ditutup melemah

Dikutip dari Reuters, Rabu (1/9), Dow Jones Industrial Average turun 39,11 poin, atau 0,11 persen menjadi 35.360,73, S&P 500 kehilangan 6,11 poin, atau 0,13 persen menjadi 4.522,68 dan Nasdaq Composite turun 6,66 poin, atau 0,04 persen menjadi 15.259,24.

Penurunan tersebut mengakhiri capaian positif yang terjadi sepanjang bulan Agustus. Ketiga indeks utama sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di paruh kedua bulan ini. Termasuk juga mencetak empat rekor penutupan dalam lima sesi untuk S&P 500.

Indeks utama S&P naik 2,9 persen sepanjang Agustus. Capaian tersebut merupakan kenaikan selama tujuh bulan berturut-turut. Sementara indeks Dow dan Nasdaq masing-masing naik 1,2 persen dan 4 persen sejak akhir Juli.

Adapun kinerja moncer dari Wall Street tersebut mencerminkan mulai pulihnya tingkat kepercayaan investor terhadap ekuitas AS. Kepercayaan berlanjut di tengah isu bahwa Federal Reserve akan mulai melakukan pengurangan program stimulus secara besar-besaran.

Sementara pemulihan yang kuat dalam pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perusahaan telah mendorong saham di AS, investor kini mulai khawatir tentang meningkatnya kasus virus corona dan jalur kebijakan The Fed.

Pada Agustus lalu, tingkat kepercayaan konsumen AS turun ke level terendah dalam enam bulan terakhir. Hal ini merupakan catatan serius untuk sektor ekonomi.

Saham teknologi terus menarik minat investor dalam beberapa hari terakhir. Saham Apple turun 0,8 persen setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa pada sesi sebelumnya. Sementara saham Zoom Video Communications Inc jatuh 16,7 persen setelah perusahaan mengisyaratkan adanya penurunan permintaan layanan konferensi video yang lebih cepat dari perkiraan. Sedangkan saham Kansas City Southern turun 4,4 persen.

Baca Juga:   Ciri-ciri Saham yang Harganya akan Turun

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 9,84 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 8,98 miliar saham.

MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak melemah hari ini. Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, laju IHSG akan bergerak di level support 6.138 dan level tertinggi 6.182 di sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Selasa (31/8), IHSG ditutup menguat ke level 6.150,30 atau naik 0,09 persen.

“Secara sentimen pergerakan IHSG akan cenderung berat di awal bulan September 2021. Investor pun menanti data PMI Manufaktur dan Tingkat inflasi Indonesia pada hari ini,” tulis Lanjar dalam risetnya, Rabu (1/9). Menurut Lanjar, laju IHSG akan tertahan karena bursa Asia yang berpotensi turun serta Wall Street yang ditutup melemah kemarin.

Sementara itu, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pergerakan IHSG hingga saat ini masih sangat dipengaruhi oleh sisi perlambatan perekonomian. Sehingga kenaikan IHSG terlihat masih cukup terbatas dibanding dengan potensi penurunan yang terlihat lebih besar.

“Untuk itu momentum fluktuatif masih dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek,” ujarnya.

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William:

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

 

 

Leave a Comment