Muncul Kekhawatiran Baru Perang Dagang AS – China, Wall Street pun Runtuh

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street berakhir lebih rendah dan Dow mengakhiri kenaikan beruntunnya selama enam hari. Hal ini lantaran munculnya kekhawatiran baru selama perang perdagangan AS dengan China.

Dilansir Reuters, Rabu (12/6), Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 14,17 poin atau 0,05 persen menjadi 26.048,51, indeks S&P 500 (SPX) kehilangan 1,01 poin atau 0,03 persen menjadi 2.885,72 dan Nasdaq Composite (IXIC) turun 0,60 poin atau 0,01 persen menjadi 7.822,57.

Presiden AS Donald Trump mengatakan akan mengadakan perjanjian perdagangan dengan China dan tidak tertarik untuk melakukan langkah maju, kecuali jika Beijing menyetujui empat atau lima ‘poin utama’ yang tidak dia sebutkan.

Secara terpisah, Trump juga mengatakan pihaknya akan mengenakan tarif lebih banyak lagi pada impor China jika tidak ada kemajuan pembicaraan dengan Presiden Xi Jinping di KTT G-20 akhir bulan ini.

Saham sebagian besar lebih tinggi pada awal perdagangan, di tengah optimisme keputusan Trump pada Jumat malam untuk menahan tarif impor dari Meksiko.

“Sentimen perdagangan mendorong segalanya. Apa yang kita lihat hari ini adalah pandangan yang lebih pesimistis tentang apa yang mungkin terjadi pada akhir bulan. Sebagian besar penjualan di bulan Mei dapat ditumpahkan ke China dan Meksiko,” kata Chris Zaccarelli, kepala investasi di Independent Advisor Alliance di Charlotte, North Carolina.

Data menunjukkan harga produsen AS meningkat tajam di Mei, sejalan dengan ekspektasi para ekonom yang disurvei oleh Reuters. Ini menunjukkan kenaikan yang stabil dalam tekanan inflasi.

Indeks industri dan utilitas memimpin lebih rendah pada hari Selasa, dengan indeks industri S&P 500 turun 0,9 persen, terbebani oleh kerugian di United Technologies Corp dan Raytheon Co.

Baca Juga:   Wall Street Ditutup Menguat Setelah Ada Rencana AS Bertemu China

Optimisme atas ketegangan perdagangan dan prospek penurunan suku bunga Federal Reserve telah membantu saham menguat dalam sesi terakhir. Benchmark S&P 500 hanya berjarak 2 persen dari harga tertinggi awal Mei.

Pasar optimistis The Fed akan memangkas suku bunga pada Juli dan memotong dua kali lagi tahun ini.

United Technologies turun 4 persen dan Raytheon merosot 5,1 persen, sehari setelah Trump memberikan sinyal beragam terkait merger senilai USD 121 miliar pada beberapa perusahaan maju.

Indeks utilitas S&P turun 0,7 persen. Saham Symantec Corp jatuh setelah Morgan Stanley menurunkan peringkat pembuat perangkat lunak antivirus tersebut.

Volume pada perdagangan AS sebanyak 6,76 miliar saham, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata sekitar 6,92 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Tinggalkan sebuah Komentar