Membangun Lingkungan Kerja Yang Kondusif di Antara Karyawan Lintas-Generasi: Part 2

Pada post sebelumnya dibahas sejumlah tips untuk membangun lingkungan kerja yang kondusif di perusahaan yang memiliki karyawan multi-generasi. Di antaranya adalah memastikan bahwa tujuan bersama menjadi prioritas, membangun rasa memiliki, memberikan ruang untuk pengembangan bakat dan keahlian karyawan, mendorong pengembangan keahlian yang bervariasi, mendorong lingkungan yang sehat dan seimbang, menciptakan budaya penerimaan, serta mengatasi masalah hambatan komunikasi lintas-generasi.

Membangun Lingkungan Kerja Yang Kondusif Lintas-Generasi

Untuk menerapkan sejumlah tisp membangun lingkungan kerja yang kondusif di atas, tentunya diperlukan komitmen yang kuat, terutama dari unsur pimpinan maupun dari segenap karyawan. Berikut adalah beberapa tips tambahan yang mungkin bermanfaat bagi anda:

membangun lingkungan kerja yang kondusif part 2

Pahami Apa Yang Dibutuhkan Karyawan

Setiap generasi memiliki karakteristik yang berbeda. Anda harus memahami karakteristik tersebut secara mendalam. Dengan pemahaman semacam ini, para pemimpin bisnis bisa menciptakan dan membangun suatu budaya dan lingkungan, di mana karyawan yang berasal dari lintas-generasi bisa berkembang dan sukses.

Anda tidak bisa memulai menciptakan sebuah lingkungan kerja atau program, atau mengelola peralatan dan sumber daya untuk mendukung karyawan anda jika tidak memahami siapa mereka dan apa yang mereka butuhkan. Untuk itu, anda bisa membangun komunikasi secara lebih terbuka untuk mendengarkan keluhan mereka dan mengidentifikasi yang mereka butuhkan agar mereka berkembang.

Adakan Rapat di Mana Karyawan Bisa Berbagi Ide

Lakukan pertemuan dengan satu tujuan utama, yakni mencari ide-ide cemerlang untuk pertumbuhan perusahaan. Setiap orang, terlepas dari usia, generasi, maupun posisinya, harus memberikan saran-saran yang membangun. Semuanya memiliki hak suara dan hak berdiskusi yang sama.

Hal semacam ini  benar-benar dapat membantu semua karyawan untuk merasakan dan mengetahui bahwa mereka juga berkontribusi bagi perusahaan. Pertemuan secara rutin tidak hanya membangun kedekatan dan komunikasi yang membangun antar karyawan, namun juga membangun budaya dan kesadaran bahwa setiap orang terbuka menerima ide-ide baru.

Motivasi Kondisi Saling Menghargai dan Komunikasi Terbuka

Adat dan budaya selalu berperan di setiap komunitas maupun lingkungan kerja. Namun, setiap orang memiliki cara pikir sendiri, jadi tidak akan ada yang berubah dan tidak pernah berbeda. Dengan komunikasi yang terbuka dan budaya saling menghargai, maka lingkungan kerja akan terasa lebih bersahabat dan hangat. Untuk itu, pastikan terciptanya lingkungan yang saling berbagi, saling berkomunikasi, dan selalu ‘haus’ untuk belajar hal-hal baru.

Biarkan Karyawan Yang Lebih Muda Belajar dari Karyawan Senior

Karyawan yang lebih tua memiliki banyak pengalaman dan sudah belajar dari banyak hal. Sementara itu, karyawan muda memiliki ide-ide yang segar dan menguasai teknologi dengan lebih baik. Keduanya adalah perpaduan yang sempurna. Oleh sebab itu, jika ingin membangun lingkungan kerja yang kondusif, cobalah mendorong agar karyawan muda belajar dari karyawan senior.

Banyak perusahaan sukses dengan memiliki pemimpin yang lebih tua, lebih ahli, dan lebih berpengalaman sebagai tempat berlindung bagi karyawan yang lebih muda dan kurang berpengalaman. Pengalaman dan riwayat panjang dalam kinerja adalah sumber pengetahuan yang sangat luar biasa.

Kelola Lini Atas dan Lini Bawah

Generasi yang lebih muda memiliki keahlian dan wawasan yang biasanya tidak dimiliki karyawan senior. Jadi, cobalah menciptakan suatu budaya kerja yang positif untuk mengelola lini atas dan lini bawah secara seimbang, sehingga setiap orang merasa senang berbagi apa yang mereka ketahui sesuai peran masing-masing.

Anda bisa memberikan tugas-tugas yang dapat mengasah keahlian mereka dan mendorong terciptanya interaksi antar-departemen. Dengan demikian, keahlian dan wawasan setiap orang menjadi berarti dan relevan dengan pelatihan yang diikuti, terlepas dari usianya.

Fasilitas Peluang untuk Belajar

Mengelola tim multi-generasi berarti mendorong terciptanya suatu komunitas di mana anggotanya adalah orang-orang yang gemar berbagi pengetahuan, di mana setiap orang merasa nyaman berbagi ide, pengalaman, dan keahlian satu sama lain. Singkirkan pola mentoring yang menempatkan karyawan senior seperti ‘pengasuh’ yang mengajari juniornya satu demi satu. Sebaliknya, cobalah memfasilitasi lebih banyak peluang terciptanya arus informasi dua arah untuk kebaikan semua orang, tidak terkecuali perusahaan.

Pastikan Suara Karyawan Muda Didengar

Dengarkan suara karyawan muda yang ada di perusahaan anda dengan sebaik-baiknya. Pastikan mereka tahu bahwa suara mereka berarti dan dapat menciptakan perubahan, dengan menunjukkan perubahan yang terjadi. Kuncinya adalah memberikan mereka peluang untuk menyampaikan pandangannya dalam sesi-sesi brainstorming yang produktif.

Dorong mereka untuk mewujudkan ide-ide tersebut menjadi tindakan. Kemudian, beri penghargaan dan pujian atas perubahan yang terjadi. Pertahankan suasana yang positif dan saling memotivasi seperti ini jika anda ingin membangun lingkungan kerja yang kondusif.

Itulah beberapa tips untuk membangun lingkungan kerja yang baik di perusahaan yang karyawannya berasal dari kelompok usia yang berbeda-beda. Masing-masing hadir dengan karakternya sendiri. Perusahaan harus jeli untuk memanfaatkan setiap momen, sehingga setiap generasi merasa diperlakukan secara adil.

Tagged With :

Leave a Comment