Membangun Budaya Kerja Yang Adil: Langkah Nyata Mewujudkan Lingkungan Kerja Inklusif

Setiap pemimpin tahu bahwa budaya organisasi bisa menjadi faktor penentu kesuksesan atau kegagalan, tergantung budaya seperti apa yang terbangun di perusahaan. Suatu budaya yang kuat mempermudah perusahaan mempertahankan para top talent, memaksimalkan produktivitas tim, dan memastikan bahwa setiap orang diterima dengan baik dan diberi ‘modal’ yang cukup untuk berkontribusi secara maksimal. Membangun budaya kerja yang adil tentunya tidak bisa dalam semalam saja. Diperlukan waktu untuk pembiasaan dan komitmen bersama semua pihak untuk menanamkan dan menjalankannya.

Perlunya Membangun Budaya Kerja Yang Adil

Salah satu aspek paling penting dari budaya kerja yang positif adalah keadilan. Perbedaan, keadilan, dan inklusivitas adalah tiga istilah yang paling banyak menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, apa sebenarnya makna dari keadilan tersebut? Pada dasarnya, keadilan di perusahaan berarti setiap anggota tim memiliki pijakan yang setara. Secara harfiah, keadilan diartikan sebagai ‘perlakuan, akses, dan peluang untuk tumbuh yang sama bagi setiap orang yang ada di perusahaan.

membangun budaya kerja yang adil

Di permukaan, menciptakan keadilan tampaknya sederhana. Cukup perlakukan semua orang sama, dan kita sudah memiliki budaya kerja yang adil. Benarkah demikian? Sayangnya, mewujudkan keadilan tidaklah semudah itu, dan jalan menuju keadilan yang sesungguhnya kerap dipersulit oleh hambatan-hambatan yang tak terlihat. Bias yang tak tampak, atau bias yang beroperasi di level bawah sadar, adalah salah satu hambatan terbesar dalam upaya membangun budaya kerja yang adil di perusahaan.

Bagaimana Membangun Budaya Kerja Yang Adil?

Bahkan, membangun suatu budaya yang adil akan semakin sulit jika tidak ada pemahaman yang sama tentang apa itu keadilan, kenapa keadilan penting, dan bagaimana cara melakukannya. Namun, dengan beberapa tips berikut, anda bisa membawa perusahaan anda menuju keadilan yang sesungguhnya secara berkelanjutan:

Bangun Kesadaran

Sebagai seorang pemimpin, pastikan bahwa anda setuju bahwa keadilan itu penting. Namun, kesadaran hanyalah langkah pertama. Berapa kali anda mendengar suatu istilah yang digunakan di lingkungan perusahaan yang ternyata memiliki pemahaman yang benar-benar berbeda dari apa yang anda pelajari di kampus? Tanpa definisi yang sama tentang keadilan dan pemahaman kolektif tentang pentingnya keadilan bagi perusahaan, maka anda tidak akan bisa membangun fondasi yang kuat untuk berubah.

Bicarakan dengan tim anda tentang isu keadilan ini. Ajukan pertanyaan, lakukan analisis, dan bangun kesepakatan. Kemudian, sampaikan secara jelas kepada seluruh karyawan. Masukkan bukan hanya definisi keadilan saja, namun juga alasan kenapa keadilan menjadi kunci kesuksesan perusahaan dan kesejahteraan karyawan anda.

Tumbuhkan Keinginan

Kesadaraan adalah langkah pertama yang sangat penting, namun tanpa niat dan keinginan, maka tidak ada artinya. Niat berawal dari diri anda, dan keinginan serta kemampuan tim anda untuk membangun budaya kerja yang adil. Landasan dari niat dan keinginan adalah penilaian yang jelas dan jujur terhadap seluruh aspek dalam operasi, praktek, dan protokol yang berlaku di perusahaan, untuk melihat di mana keadilan belum diterapkan sesuai ekspektasi.

Cobalah tanya pada diri sendiri: apakah sistem rekrutmen dan promosi yang berlaku di perusahaan sudah cukup adil? Apakah perusahaan sudah objektif dalam menyeleksi vendor? Apakah seluruh karyawan memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri? Cobalah diskusikan pertanyaan-pertanyaan seperti ini dengan tim kerja anda, dan dapatkan masukan dari staf anda.

Anda juga bisa meminta bantuan pakar eksternal untuk menemukan blind spot di perusahaan anda, dan minta rekomendasi dari mereka. Perspektif orang luar bisa jadi lebih efektif daripada analisis yang diambil dari dalam, dan data dari sebuah survey yang dilakukan oleh Sleeper Group menunjukkan bahwa 86% karyawan lebih percaya dengan konsultan eksternal daripada penilaian internal. Satu-satunya cara untuk menjawab pertanyaan “Apa yang harus kita lakukan?” adalah dengan mengidentifikasi gap di mana keadilan belum terwujud. Dari sinilah niat dan keinginan itu mulai terbentuk.

Dorong Aksi Nyata

Aksi adalah ketika ‘ban bertemu dengan aspal.’ Artinya, ketika para pemimpin sudah memahami dengan jelas pentingnya membangun budaya kerja yang adil, maka mereka akan mendapatkan banyak manfaat, mulai dari kerjasama dengan para pakar untuk mendorong aksi-aksi nyata. Selain itu, ada juga beberapa tahap yang bisa dilakukan sendiri oleh perusahaan.

Jika anda berusaha membangun kemitraan dalam upaya menciptakan budaya kerja yang berkeadilan, pastikan anda menyikapi dengan cerdas apa-apa saja yang ditawarkan pihak luar. Pakar eksternal mestinya mampu menunjukkan rekam jejak dampak yang nyata dan terukur. Data adalah kuncinya – bangunlah kerjasama dengan mitra yang bisa menghitung hasilnya secara empiris dan menyampaikannya secara jelas.

Pendekatan berbasis data membantu memastikan adanya ukuran yang jelas. Ini adalah materi kunci yang perlu disampaikan di setiap sesi peningkatan kapasitas tim, terutama terkait keadilan. Setelah pelatihan, lakukan survey kepada peserta dan tanyakan apakah mereka berencana melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda, berdasarkan pemahaman yang baru mereka dapatkan. Intinya, jika anda ingin membangun budaya kerja yang adil, pastikan melibatkan semua pihak dan lakukan evaluasi secara rutin.

Tagged With :

Leave a Comment