Memahami 3 Jenis Support-Resistance Dalam Trading Saham

Setiap investor dan trader perlu memahami support dan resistance dalam trading saham. Sebabnya, penentuan support dan resistance ini merupakan patokan entry, alias acuan kapan waktunya beli saham. Hanya memiliki pengetahuan mengenai kondisi keuangan perusahaan emiten saja tidaklah cukup untuk sukses dalam trading saham. Seandainya Anda sudah tahu bahwa emiten ABCD berkinerja baik, tetapi Anda membeli sahamnya saat harganya sedang mahal, maka tentu Anda akan sulit meraup cuan.

Nah, sebagai panduan tambahan untuk memahami konsep support dan resistance dalam trading saham, ada baiknya Anda mencermati grafik harga saham Bank Jatim (BJTM) di bawah ini. Di dalamnya sudah terdapat tiga jenis support dan resistance. Apa sajakah itu?

1. Support-resistance berupa batas bawah dan batas atas channel.

Channel berwarna biru dan merah yang terletak di sisi kanan gambar itu menandai tren bearish (downtrend) yang telah dialami oleh BJTM sejak bulan Februari 2019. Kita bisa memandang batas bawah dan batas atas channel sebagai ambang support-resistance yang cukup handal, karena pergerakan harga sudah beberapa kali gagal menembusnya.

Dilihat dari posisi harga BJTM saat ini, pergerakan berikutnya kemungkinan akan terus menurun hingga garis tengah atau bahkan batas bawah channel.

2. Support-resistance dinamis berupa Moving Average 100.

Moving Average berperiode 100 dalam grafik nampak sebagai garis merah melintang. Pada tahun 2018, saat BJTM mengalami tren bullish, garis ini berperan sebagai support. Setiap kali harga menembus support ini, maka tren BJTM berubah menjadi bearish.

Dalam tahun 2019 ini, setelah posisi harga BJTM jatuh ke bawah garis Moving Average, maka dapat diartikan tren sedang bearish dan garis Moving Average berubah menjadi resistance. Ke depan, apabila harga menembus garis Moving Average ke arah atas, maka itu bisa jadi menandai perubahan tren menjadi bullish kembali.

3. Support-resistance berdasarkan level psikologis.

Level psikologis di sini merujuk pada harga-harga bulat, umpamanya 600 dan 700, dan seterusnya. Dapat dilihat pada grafik, harga BJTM relatif “taat” terhadap level-level psikologis ini. Bahkan, pergerakan harga BJTM telah dua kali berbalik saat berhadapan dengan support pada level 600.

Ke depan, level 600 akan kembali menjadi tembok penghalang terbesar bagi tekanan downtrend BJTM. Apabila kondisi fundamentalnya tetap bagus dan tak ada permainan bandar, maka besar kemungkinannya bagi BJTM untuk berbalik naik lagi setelah bertemu dengan level ini. Namun, jika level 600 sampai ditembus, maka kemerosotan berikutnya bisa terakselerasi hingga mencapai level psikologis berikutnya.

Tagged With :

Leave a Comment