Manakah Kripto Paling Aman Untuk Pemula?

Tumbangnya aset kripto beberapa waktu lalu membuat banyak investor dan trader pemula menjadi panik. Sejumlah trader langsung angkat tangan dari aset kripto, berhenti berinvestasi untuk sementara waktu atau malah beralih ke instrumen investasi lain. Namun, ada pula yang tetap berniat untuk menanamkan modal pada bidang ini dengan mencari kripto paling aman untuk pemula. Pertanyaannya, manakah kripto paling aman itu?

Kripto Paling Aman Untuk Pemula

Semua investor dan trader harus memahami bahwa nilai token kripto apa pun pasti volatile dan mengandung risiko yang sangat tinggi. Aset kripto merupakan instrumen yang berisiko jauh lebih tinggi daripada saham, obligasi, dan reksa dana. Oleh karena itu, kita tidak boleh menanamkan terlalu banyak modal dalam kripto.

Asumsi dasar investasi kripto adalah “tidak aman”. Hal ini membuat para penasihat keuangan biasanya menyarankan agar pemula menghindari kripto. Sedangkan para trader berpengalaman biasanya merekomendasikan agar menginvestasikan tak lebih dari 5-10% portofolio kita dalam bentuk aset kripto.

Setelah mengalokasikan sebagian kecil dari modal untuk investasi kripto, kita juga harus berhati-hati dalam memilih koin atau token yang akan dikoleksi. Berikut ini tiga (3) patokan yang dapat dipergunakan:

  • Kapitalisasi Pasar (Market Cap): Data market cap menunjukkan berapa banyak jumlah koin yang telah ditambang sejak peluncuran suatu aset kripto, dikalikan dengan harga pasar kripto tersebut saat ini. Pemula dapat memilih koin dengan market cap lebih besar, karena biasanya lebih stabil dan populer di kalangan investor besar. Lima kripto dengan market cap terbesar saat ini adalah Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Tether (USDT), USD Coin (USDC), dan Binance Coin (BNB).
  • Analisis Teknikal: Analisis teknikal untuk aset kripto memiliki dasar-dasar yang sama dengan analisis teknikal untuk saham ataupun forex. Kita perlu memantau grafik harga dalam bentuk candlestick, kemudian mengombinasikannya dengan indikator atau alat analisis tertentu seperti Moving Averages, MACD, dan RSI.
  • Latar Belakang: Setiap aset kripto memiliki latar belakang serta fungsi berbeda-beda. Antara lain Decentralised Finance (DeFi) untuk mempermudah transaksi keuangan, mata uang dalam metaverse atau permainan Play-to-Earn, mata uang digital yang ditautkan dengan mata uang fiat (Stablecoin), platform pengembangan proyek blockchain, dan lain-lain. Kita dapat menyelidiki latar belakang dan tujuan pembuatan suatu aset kripto, kemudian berinvestasi pada prospek yang paling menjanjikan.
Baca Juga:   Kinerja Bitcoin Selama Krisis: Bisakah Uang Kripto Menjadi Penyelamat?

Kita perlu menerapkan ketiga patokan itu sekaligus agar dapat memilih kripto paling aman dan prospektif. Tanpa pemahaman yang menyeluruh tentang aset kripto yang akan dibeli, tingkat risiko investasi akan semakin tinggi dan membahayakan portofolio.

Tagged With :

Leave a Comment