Manajer Investasi dan Peluang Investasi Saham Selama Pandemi

‘Perang’ melawan Covid-19 dan dampak ekonomi yang ditimbulkannya masih terus berlanjut. Pemerintah berupaya menyediakan dukungan kebijakan moneter sehingga pasar saham tetap berjalan dengan baik dan peluang investasi saham tetap tersedia bagi para investor. Pemerintah juga menyediakan dukungan kebijakan fiskal bagi konsumen dan pelaku usaha. Pemerintah di semua tingkatan mengambil langkah-langkah kebijakan terkait kesehatan masyarakat untuk menghambat penyebaran virus. Belum lagi dedikasi tenaga medis dan pekerja kesehatan yang tiada henti di garis depan, serta para ilmuwan yang terus menerus mencari obat dan vaksin untuk virus corona ini.

Tentunya, setiap kebijakan yang diambil pemerintah dalam memerangi pandemi ini akan berdampak terhadap sekuritas seperti saham obligasi, komoditas, maupun kelas asset lainnya. Sementara itu, para investor mengamati bagaimana mereka menempatkan portofolio investasi dalam lingkungan bisnis yang seperti ini.

peluang investasi saham

Mengintip Peluang Investasi Saham di Tengah Pandemi

Bagi anda pelaku investasi saham, setiap kebijakan pemerintah dan apa yang terjadi di pasar sangat penting dalam melihat setiap peluang investasi saham yang masih ada di tengah pandemi ini. Menurut para pakar, harga pasar saat ini mencerminkan dampak virus corona dalam waktu pendek, demikian juga dengan perang harga minyak yang telah terjadi di antara anggota OPEC. Tidak diragukan bahwa dampak virus corona terhadap pertumbuhan ekonomi dan pendapatan korporasi akan sangat mengerikan.  Berikut adalah gambaran peluang investasi saham yang masih potensial di tengah pandemi covid-19 yang sedang melanda di seluruh dunia:

Ekuitas Global: Pembiayaan di Sektor IT dan Kesehatan

Perlu diingat bahwa dampak pandemi terhadap pertumbuhan jangka pendek ini adalah suatu bentuk disrupsi, bukan kerusakan. Sistem keuangan masih utuh. Kapasitas produk secara global masih baik. Produksi memang dihentikan sementara, arus barang terganggu, dan permintaan terhadap barang juga mengalami penurunan. Namun, produksi diharapkan akan tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat pandemi virus corona ini berlalu.

Baca Juga:   3 Indeks Saham Indonesia yang Wajib Diketahui Investor

Menurut pandangan sejumlah pengamat, apa yang terjadi dalam perekonomian saat ini telah menciptakan trend baru, seperti tekanan terhadap model bisnis konvensional selama ini. Demikian juga di beberapa industri lain. Misalnya, berapa banyak di antara kita yang akrab dengan aplikasi Zoom dua bulan lalu? Dan berapa banyak yang menggunakannya saat ini?

Para pengamat melihat adanya trend kenaikan pada pembiayan di bidang teknologi, baik software maupun hardware. Kebutuhan untuk bekerja dari rumah, memantau kinerja bawahan, dan komunikasi secara virtual mendorong banyak institusi dan korporasi untuk menyediakan infrastruktur telekomunikasi virtual. Demikian juga pembiayaan di sektor kesehatan. Oleh sebab itu, investor masih bisa ‘melirik’ peluang investasi saham di perusahaan-perusahaan yang bergerak di dua sektor ini, yakni teknologi komunikasi dan kesehatan.

Mitigasi Resiko: Fokus pada Diversifikasi Ekonomi

Gerakan pasar dalam beberapa minggu terakhir memang sangat lambat. Tidak salah jika para investor memandang kondisi ini hampir sama dengan krisis keuangan global pada Tahun 2008, karena kecepatan dan besaran penurunan harga saham nyaris menyamai apa yang terjadi pada tahun tersebut. Pasalnya, dunia menghadapi tiga krisis pada saat yang bersamaan, yakni (1) penurunan aktivitas perekonomian secara signifikan sebagai respon terhadap penyebaran virus, (2) perang harga minyak dunia terjadi antara negara-negara Arab dan Rusia, dan (3) terjadi kekacuan kredit karena bank tidak mampu menyediakan likuiditas yang memadai.

Tentunya, para pembuat kebijakan sedang melakukan berbagai upaya untuk menangani setiap permasalahan tersebut, namun pekerjaan rumahnya sepertinya masih sangat banyak. Tidak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Yang pasti, dalam situasi seperti ini para investor harus memiliki strategi mitigasi resiko yang mumpuni. Strategi tersebut mesti didasarkan pada diversifikasi ekonomi, di mana manajer investor bisa menanamkan modal dalam bentuk saham, obligasi, atau komoditas lainnya.

Baca Juga:   Sektor Energi dan Bank Jatuh, Wall Street Melemah

Namun, manajer investasi juga harus menimbang alokasinya dengan cermat, sehingga setiap kelas asset memberikan kontribusi yang seimbang terhadap resiko portofolio secara keseluruhan. Artinya, kinerja satu kelas asset tidak menutupi kelas asset yang lain. Dengan cara ini, para investor bisa berpartisipasi dengan baik saat pasar mengalami kenaikan dan bermain bertahan saat pasar mengalami penurunan.

Saham dan Nilai Dividen: Perhatikan Neraca Korporasi

Saham-saham yang masih menghasilkan dividen dalam kondisi pandemi seperti ini memainkan peranan penting dalam portofolio investasi. Para investor pastinya memburu peluang investasi saham di perusahaan-perusahaan yang kinerjanya masih positif. Disrupsi aktivitas ekonomi akibat perjangkitan virus corona dan durasi perjangkitan yang tidak bisa diketahui membuat para investor mulai mempertanyakan kemampuan korporasi untuk mempertahankan pembayaran dividen bagi pemegang saham.

Memang, para pelaku pasar saat ini memperkirakan akan terjadi penurunan pendapatan secara tajam di kuartal kedua Tahun 2020. Ada kemungkinan kalau rasio dividen akan berkurang di sejumlah industri. Dalam kondisi seperti ini, perlu diingat bahwa memilih saham tidak semata-mata mencari perusahaan yang menawarkan dividen tertentu. Investor mestinya memberikan perhatian lebih terhadap neraca perusahaan. Jika neracanya sehat, kemungkinan kinerjanya akan bertahan hingga beberapa tahun ke depan.

Tagged With :

Leave a Comment