Lowe RBA Berubah Dovish, Dolar Australia Jeblok

Dolar Australia jatuh hingga hampir 1 persen terhadap Dolar AS. Pasalnya, Gubernur Bank Sentral Australia (RBA) Philip Lowe menyampaikan pidato yang mengindikasikan bahwa peluang kenaikan suku bunga saat ini sudah berkurang jika dibandingkan dengan kondisi tahun lalu.

“Berikutnya, ada beberapa skenario dimana pergerakan tingkat suku bunga (cash rate), akan dinaikkan dan skenario dimana suku bunga diturunkan,” kata Lowe dalam pidatonya di National Press Club, Sydney, Rabu (06/Februari) pagi tadi.

“Selama tahun kemarin, skenario bahwa kenaikan suku bunga memang lebih mungkin daripada skenario penurunan suku bunga. Namun saat ini, probabilitasnya tampil lebih berimbang.” imbuh Lowe.

 

Aussie Anjlok, Pasar Koreksi Salah Persepsi Kemarin

Pidato tersebut membuat Dolar Australia anjlok seketika. Penurunan AUD/USD mencapai 0.8 persen, dan masih berlanjut hingga berita ini ditulis di sesi Eropa sore. AUD/USD dalam grafik harian berikut ini diperdagangkan di 0.7130, hampir mendekati level rendah yang terakhir terbentuk pada tanggal 25 Januari 2019.

Shane Oliver, Kepala Ekonom AMP Capital, mengatakan bahwa perubahan tersebut mengoreksi kekeliruan langkah pasar pada hari Selasa kemarin, tepatnya setelah pernyataan kebijakan moneter RBA yang tidak memberikan sinyal yang jelas mengenai perubahan posisi netral.

“Menurut saya, garis bawahnya adalah pasar salah reaksi kemarin dan mengabaikan perubahan sentimen bahwa RBA kini menjadi lebih dovish,” sambung Oliver. “Hari ini (kekeliruan) itu dikoreksi dan kemudian menambahnya (penjualan Dolar Australia).”

Kendati demikian, ada sejumlah pertentangan mengenai langkah apa yang akan diambil oleh RBA selanjutnya dan Reaksi Aussie hari ini pun sebetulnya merupakan hal yang lumrah. Richard Grace dari Commonwealth Bank mengatakan bahwa ia tak terkejut dengan penurunan Aussie hari ini. Bahkan, ia mengeksepektasikan mata uang Negeri Kanguru masih bisa turun lagi.

“Saya mengekspektasikan bahwa dalam 24 jam ke depan, atau saat penurunan sudah mencapai 1.5 persen, bukanlah sebuah penurunan yang luar biasa. Saya tidak akan menganggap penurunan Dolar Australia sebagai sebuah penurunan yang besar.” tutur Grace.

Tinggalkan sebuah Komentar