Kinerja Reksa Dana Pendapatan Tetap Unggul Setelah BI Pangkas Bunga

Ada banyak pilihan investasi berimbal hasil tetap bagi investor. Mulai dari deposito, obligasi negara, dan reksa dana pendapatan tetap. Saat akan memilih aset investasi untuk dikoleksi, investor tentu akan mempertimbangkan aset mana yang menawarkan bunga lebih tinggi dibandingkan investasi lain dengan karakter risiko setara. Fenomena ini membuat obligasi dan reksa dana pendapatan tetap cenderung unggul setelah bank sentral memangkas suku bunga acuan.

Faktor yang Mendorong Kenaikan Saham Properti

Suku bunga Bank Indonesia (BI) tahun ini telah dipangkas sebanyak dua kali pada bulan Juli dan Agustus hingga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRRR) jatuh ke tingkat 5.5 persen. Pemangkasan suku bunga itu memicu bank umum ramai-ramai menurunkan bunga deposito. Bank CIMB Niaga sudah mengurangi bunga deposito secara rata-rata per segmen sebesar 25 hingga 50 basis poin. Bunga deposito Bank Mandiri sudah berada di bawah 5 persen atau maksimal 5 persen.

Dalam pada itu, kinerja reksa dana pendapatan tetap yang direkam oleh Infovesta Fixed Income Fund Index 90 malah meningkat sebesar 7.43 persen (Year-to-Date). Bahkan, kinerja tersebut diperkirakan bisa meningkat lebih tinggi lagi sebelum pergantian tahun.

Sebagaimana dikutip oleh Kontan, Markam Halim dari Henan Putihrai Asset Management berpendapat reksa dana pendapatan tetap sesungguhnya dapat menghasilkan kinerja yang lebih tinggi pada bulan Agustus. Hal tersebut belum terjadi lantaran spread imbal hasil obligasi negara dengan US Treasury terlampau jauh. Namun, ia menilai kinerja reksa dana pendapatan tetap dapat meningkat lagi, walau tak terlalu besar.

Sementara itu, Wawan Hendrayana, Head of Investment Research Infovesta, memperkirakan suku bunga BI bisa dipangkas satu kali lagi dalam tahun 2019. Apabila demikian, maka reksa dana pendapatan tetap berpeluang melanjutkan kenaikannya. Apalagi reksa dana pendapatan tetap dianggap kokoh menghadapi perubahan sentimen terkait perang dagang dan perlambatan ekonomi global. Secara eksplisit, ia mensinyalir kinerja rata-rata reksadana pendapatan tetap berpotensi mencapai 10 persen pada akhir tahun ini.

Baca Juga:   Investasi Bebas Pajak Satu-satunya Di Indonesia

Nah, apakah Anda tertarik untuk mengoleksi reksa dana pendapatan tetap? Atau justru lebih tertarik untuk memborong obligasi negara seri SBR008 yang ditawarkan sejak tanggal 5 September lalu hingga 19 September 2019 dengan bunga 7.20%? Baik reksa dana pendapatan tetap maupun obligasi negara saat ini jelas lebih menguntungkan daripada deposito bank biasa.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar