Kekhawatiran Dagang AS-China Menyusut, Wall Street Menguat

Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (15/5), menyusul laporan Presiden AS Donald Trump yang akan menunda penetapan tarif pada mobil impor dan suku cadang dari China.

Laporan tersebut mengurangi kekhawatiran investor terhadap pertumbuhan, bahkan ketika data ekonomi mengecewakan.

Dilansir Reuters, Kamis (16/5), Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 115,97 poin atau 0,45 persen ke level 25.648,02, sedangkan indeks S&P 500 (SPX) naik 16,55 poin atau 0,58 persen ke 2.850,96, dan Nasdaq Composite (IXIC) menguat 87,65 poin atau 1,13 persen ke 7.822,15.

Prospek penundaan tarif pada impor mobil dan suku cadang dalam enam bulan ke depan, dan pernyataan Menteri Keuangan Steven Mnuchin yang mengharapkan pembicaraan perdagangan segera dilanjutkan di China, disambut baik oleh para investor yang memulai sesi dalam suasana jual setelah laporan ekonomi yang mengecewakan.

Data Departemen Perdagangan AS mengungkapkan penjualan ritel AS mencatat penurunan mengejutkan pada bulan April karena konsumen menarik kembali pengeluaran mereka. Sebuah laporan terpisah dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan bahwa output industri AS juga secara tak terduga turun pada bulan April.

“(Investor) mengambil isyarat dari presiden dan menteri keuangan sebagai sedikit pelunakan pada negosiasi perdagangan,” kata Robert Pavlik, kepala analis investasi dan manajer portofolio senior di SlateStone Wealth LLC.

“Itu memberikan alasan bagi pasar untuk percaya bahwa kesepakatan perdagangan akan segera terjadi,” lanjutnya.

Dari sebelas sektor utama di indeks S&P 500, delapan mengakhiri sesi di wilayah positif, dengan sektor layanan komunikasi menikmati persentase kenaikan terbesar, dipimpin oleh Alphabet Inc dan Facebook Inc.

Dengan 455 emiten di indeks S&P 500 telah merilis laporan keuangan, musim pelaporan kuartal mulai mendekati akhir, dengan 75,2 persen emiten telah melampaui ekspektasi.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 6,29 miliar saham, lebih rendah dibandingkan 20 hari perdagangan terakhir sebanyak 7 miliar saham.

 

Tinggalkan sebuah Komentar