Kebijakan Stimulus AS Dinanti, Wall Street Ditutup Bervariasi

XM broker promo Hadiah

Indeks utama Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Investor terus memantau negosiasi paket stimulus AS yang diharapkan dapat akan meredakan guncangan ekonomi akibat pandemi virus corona.

Dilansir Reuters, Senin (26/10), Dow Jones Industrial Average ditutup 28,09 poin lebih rendah atau 0,1 persen menjadi 28.335,57. Sementara indeks S&P 500 naik 11,9 poin atau 0,34 persen menjadi 3.465,39 dan Nasdaq menambahkan 42,28 poin atau 0,37 persen menjadi 11.548,28.

Selama pekan lalu, Dow berakhir turun 0,9 persen, S&P 500 turun 0,5 persen, dan Nasdaq turun 1,1 persen.

Ketidakpastian dari stimulus fiskal telah membebani indeks utama Wall Street dalam beberapa sesi terakhir, dengan ketiga indeks tersebut mencatat penurunan selama seminggu.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan masih mungkin untuk mendapatkan bantuan COVID-19 sebelum pemilu 3 November. Namun hal itu tergantung tindakan Presiden Donald Trump untuk berbicara dengan Senat dari Partai Republik.

Trump dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin membantah bahwa Pelosi harus berkompromi untuk mendapatkan paket bantuan, dengan mengatakan perbedaan signifikan tetap ada antara pemerintahan Republik dan Demokrat.

“Sentimen stimulus ini telah mempengaruhi pasar saham selama beberapa minggu ini,” kata Lindsey Bell, kepala strategi investasi di Ally Invest, di Charlotte, North Carolina.

“Investor percaya bahwa stimulus akan tiba. Tapi mereka ingin tahu kapan itu akan diluncurkan,” tambahnya.

Sementara itu, rekor 50 juta orang Amerika memberikan suara, melampaui total pemungutan suara awal dari pemilu 2016.

Trump dan saingan, Joe Biden, berdebat pada hari Kamis untuk terakhir kalinya. Namun menurut pengamat, perdebatan itu lebih pelan dan substantif, itu hampir tidak mempengaruhi suara.

Sekitar 84 persen dari 135 perusahaan S&P 500 melaporkan pendapatan kuartal III yang melebihi perkiraan .

Baca Juga:   Wall Street Bergerak Mixed

Sementara itu, saham Intel Corp turun tajam 10 persen di sesi terkahir. Pendapatan Intel tertekan karena konsumen lebih memilih untuk membeli laptop yang murah dan pemerintah AS yang menekan belanja untuk data dan informasi.

Investor menunggu hasil dari perusahaan teknologi besar di pekan ini, yakni Apple Inc, Facebook Inc, Amazon.com Inc, dan Google-parent Alphabet.

Gilead Sciences Inc naik 0,2 persen, karena obat antivirus remdesivir menjadi obat pertama dan satu-satunya yang disetujui untuk merawat pasien yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 di Amerika Serikat.

American Express Co turun 3,6 persen, meleset dari perkiraan. Hal ini karena pelanggan belanja lebih sedikit selama COVID-19, memicu perlambatan ekonomi dan menyisihkan uang untuk potensi default pembayaran.

Volume di bursa AS adalah 7,79 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata hampir 9 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Leave a Comment