Kasih Sayang di Tempat Kerja Dibangun Dengan 6 Strategi Ini

Sentuhan kemanusiaan kerap tidak mendapat perhatian serius di tempat kerja. Sebenarnya, hubungan kasih sayang di tempat kerja dapat mempengaruhi kinerja sebuah organisasi. Misalnya, ketika seorang karyawan mengalami masalah atau sakit di luar jam kantor, organisasi atau pimpinan kerap tidak memiliki kebijakan tentang hal tersebut.

Setiap karyawan tentunya memiliki kehidupan pribadi di luar jam kerja. Kehidupan pribadi ini tentunya juga mempengaruhi kinerja mereka di kantor. Misalnya, jika banyak karyawan yang harus menjaga orang tua atau anak-anak di rumah, maka kinerja mereka dapat terpengaruh. Sayangnya, orang-orang di sekitar seperti pimpinan atau bahkan rekan kerja mereka kerap tidak tahu tentang  hal tersebut.

Kasih sayang di tempat kerja

Kasih Sayang di Tempat Kerja: Pentingkah?

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang mengalami banyak hal di luar pekerjaan mereka, mereka biasanya akan mencari teman kerja untuk menceritakan masalah tersebut. Jika hubungan semacam ini tercipta, maka hubungan kasih sayang di tempat kerja akan semakin menguat. Oleh sebab itu, banyak penelitian telah dilakukan untuk menemukan strategi bagaimana agar pimpinan mengetahui perlunya rasa kasih sayang antar sesama rekan kerja dan menerapkannya di lingkungan organisasi.

Hubungan interpersonal tidak hanya menjadi kunci bagi keunggulan strategis sebuah perusahaan, diperlukan upaya untuk memadukannya ke dalam sistem dan praktek yang berlaku di lingkungan kerja. Dengan demikian, akan tercipta suatu lingkungan kerja yang positif, di mana setiap individu diperlakukan dengan penuh kasih sayang.

Membangun budaya kasih sayang adalah sebuah keharusan di abad ke-21 ini. Di era digital semacam ini, penderitaan seseorang cenderung semakin tersembunyi. Tingkat ketidakhadiran di tempat kerja akibat stress semakin meningkat. Bahkan, kelelahan akibat karir juga menjadi fenomena yang semakin marak. Tekanan kerja yang terus meningkat membuat karyawan cepat stress dan kelalahan, apalagi jika tidak dipadukan dengan gaya hidup yang sehat.

Baca Juga:   Kesalahan Yang Mesti Dihindari Saat Mengelola Sistem Gaji Karyawan: Part 2

Kasih Sayang di Tempat Kerja: Bagaimana Mewujudkannya?

Sebenarnya, perusahaan umumnya sudah berusaha untuk menciptakan tempat kerja yang manusiawi bagi karyawannya, di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi. Salah satunya adalah tantangan teknologi. Apalagi dengan berkembangnya teknologi Artificial Intelligence dan automatisasi yang memungkinkan karyawan untuk bekerja dari jarak jauh. Akibatnya, kontak langsung antara perusahaan dengan karyawan semakin minim.

Namun, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan perusahaan untuk membangun hubungan kasih sayang di tempat kerja, antara lain:

  • Dimulai dari pimpinan tertinggi. Pemimpinlah yang menentukan hubungan emosional di sebuah perusahaan. Jadi, perilaku mereka juga harus selaras. Misalnya, seorang pemimpin mungkin perlu mengenali orang-orang di perusahaannya, tanpa memandang tingkatan mereka. Pemimpin semacam ini akan lebih memprioritaskan kesejahteraan pegawainya dibanding keuntungan bisnis semata.
  • Manajer tingkat menengah tidak kalah pentingnya. Manajer di level menengah harus proaktif dalam memberikan perhatian dan kepedulian. Namun, setiap karyawan mungkin membutuhkan dukungan yang berbeda saat mereka menghadapi masalah. Selain itu, tidak semua karyawan berkenan kalau masalahnya disampaikan secara luas kepada staf lain di dalam perusahaan.
  • Setiap orang berbeda. Ya, para manajer di perusahaan harus fleksibel dalam menerapkan kebijakan pengembangan SDM. Namun di saat yang sama, mereka harus bisa bersikap adil dan transparan.
  • Dukungan untuk mengatasi masalah. Manajer lini mesti menyadari bahwa sebagian orang kembali bekerja hanya karena ingin mengatasi masalah pribadi. Namun, mereka mungkin juga menyadari kalau mereka tidak akan bisa bekerja optimal dan penderitaan mereka lebih dari yang terlihat dari luar.
  • Kembali bekerja, bukan business as usual. Manajer harus menyadari bahwa ketika seseorang kembali bekerja, bukan berarti ia harus berada di posisi yang sama dengan sebelumnya. Mereka harus bisa fleksibel dalam upaya mengintegrasikan kembali karyawan di tempat kerja, namun tetap bersikap transparan dan adil.
  • Sampaikan hal yang benar. Satu lagi strategi untuk memupuk rasa kasih sayang di tempat kerja menghindari ucapan-ucapan yang salah satu kasar kepada orang yang sebelumnya berduka atau menderita trauma. Manajer (yang sekaligus berperan sebagai rekan kerja) harus fleksibel memberikan dukungan dalam berbagai cara.
  • Ambil langkah aman. Banyak organisasi berupaya menyiapkan para manajernya agar mampu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesehatan mental para karyawannya. Sesungguhnya, mereka juga harus mampu memberikan konseling atau pencerahan bagi karyawan yang mengalami masalah pribadi.
Baca Juga:   2 Keahlian Yang Dibutuhkan Pendiri Usaha Baru Agar Bertahan

Saling mengenal dan memberi perhatian satu sama lain di tempat kerja adalah salah satu cara untuk membangun rasa kasih sayang di tempat kerja. Jika seorang manajer mengalokasikan waktu untuk mengenal karyawannya secara individu, maka akan lebih mudah untuk mengetahui jika mereka mengalami masalah, misalnya masalah pribadi atau masalah keluarga. Tentunya, semua ini bisa terbangun jika ada saling percaya dan rasa nyaman yang tercipta. Jika masalah dikenali lebih dini, maka upaya untuk mencegah agar tidak memburuk tentunya bisa dilakukan secara lebih cepat.

Tagged With :

Leave a Comment