Jelang Rilis Inflasi Mei di AS, Wall Street Ditutup Menguat

Pada perdagangan Senin, 10 Juni 2024, indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup naik. Investor berhati-hati menjelang laporan inflasi AS minggu ini dan pengumuman kebijakan bank sentral Federal Reserve.

Dikutip dari Reuters, saham Dow Jones Industrial Average naik 31,15 poin, atau 0,08 persen menjadi 38.830,14, S&P 500 naik 3,17 poin, atau 0,06 persen menjadi 5.350,16 dan Nasdaq Composite menambahkan 1,60 poin, atau 0,01 persen menjadi 17.134,73.

Saham Apple (AAPL.O) turun 1,9 persen pada hari pertama konferensi pengembang tahunan perusahaan itu. Investor menantikan informasi tentang cara perusahaan mengintegrasikan kecerdasan buatan.

Di antara saham-saham yang memperoleh keuntungan, Southwest Airlines (LUV.N) melonjak 7,6 persen setelah aktivis investor Elliott Investment Management mengungkapkan pihaknya telah membangun posisi USD 1,9 miliar di perusahaan tersebut.

Nvidia (NVDA.O) sahamnya naik sedikit setelah pemecahan saham yang berlaku setelah pasar tutup pada Jumat, memicu obrolan tentang kemungkinan dimasukkannya ke dalam blue-chip Dow.

Laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk Mei akan dirilis hari ini, bersamaan dengan kesimpulan dari pertemuan kebijakan dua hari The Fed.

Bank sentral, yang akan merilis proyeksi ekonomi dan kebijakan terkini, diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil. Investor akan mencari petunjuk kapan bank sentral AS akan mulai menurunkan suku bunga.

“Ini adalah minggu yang penting bagi pasar dalam hal komentar dan pesan dari Federal Reserve,” kata kepala strategi global, LPL Financial di Charlotte, North Carolina, Quincy Krosby.

Para pedagang mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga pada September setelah data pekerjaan Mei yang dirilis pada Jumat lalu lebih kuat dari perkiraan, dengan kemungkinan penurunan sebesar 50 persen.

KONSOLIDASI

Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis, memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) konsolidasi di level 6.900-6.950 pada hari ini, Selasa (11/6). Kemarin, IHSG ditutup naik 0,34 persen atau 23,60 poin ke level 6.921,55.

“Secara teknikal, candlestick IHSG pada perdagangan hari Senin membentuk long lower shadow yang mengindikasikan potensi rebound namun masih terbentuk pelebaran negative slope pada MACD. Sehingga IHSG berpotensi konsolidasi di kisaran level 6.900-6.950 pada perdagangan Selasa,” kata dia, Selasa (11/6).

Alrich menjelaskan, faktor global yang mempengaruhi IHSG adalah terdapat rilis data tingkat pengangguran bulan April di Inggris pada hari ini yang diperkirakan akan stabil di angka 4,3 persen, setelah sebelumnya naik dari 4,2 persen di Februari. Kestabilan tingkat pengangguran di Inggris ini akan sedikit meredam kekhawatiran mengenai outlook ekonomi Inggris di 2024.

Sedangkan dari sisi regional, pasar menantikan rilis data inflasi China bulan Mei pada Rabu besok, yang diperkirakan tetap stabil di level 0,3 persen yoy.

“Sementara dari sisi domestik, rilis data penjualan ritel bulan April pada Selasa ini diperkirakan mengalami penurunan dari sebelumnya 9,3 persen di Mei, mengingat indeks keyakinan konsumen yang rilis hari ini mengalami penurunan menjadi 125,2 pada Mei, dari 127,7 di bulan April seiring dengan telah berakhirnya periode Lebaran,” ujarnya.

Adapun beberapa saham yang Alrich rekomendasikan hari ini adalah BBRI, BBCA, HRUM, BRPT, dan EXCL.

Sementara Analis Bina Artha Sekuritas, Ivan Rosanova, menganalisa IHSG masih bergerak di bawah garis SMA-20 pada chart 1H dan cenderung dapat menguji support psikologis 6.800.

“Meskipun demikian, IHSG akan mengisyaratkan pembalikan tren jika menguat di atas 7.032. Level support IHSG berada di 6.800, 6.753 dan 6.693, sementara level resistennya di 7.032, 7.099, 7.149 dan 7.228. Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bearish,” kata Ivan.

Beberapa saham yang dia rekomendasikan untuk buy on weakness antara lain adalah KBLF, MDKA, dan MEDC.

KLBF ditutup melemah di level 1.595 pada Senin (10/6). KLBF sedang membentuk struktur awal bullish dan berpeluang melakukan retest dengan pelemahan menuju 1.500 apabila harganya masih di bawah 1.670 sebagai resisten fraktal terdekat.

“Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bullish. Buy on weakness pada rentang harga 1.500–1.550 dengan target harga terdekat di 1.670,” kata Ivan.

Sementara MDKA ditutup melemah di level 2.460 pada perdagangan terakhir. MDKA dapat melanjutkan struktur koreksi wave [b] menuju area support 2.190–2.250 apabila chart hariannya masih bergerak di bawah garis SMA-20. Ivan bilang, berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bearish. Dia menyarankan buy on weakness pada rentang 2.200–2.350 dengan target harga terdekat di 2.620.

Pada perdagangan terakhir MEDC ditutup melemah di level 1.310. MEDC masih berada dalam tren turun di bawah garis SMA-10 dengan peluang menguji support 1.230 yang dibentuk oleh Fibonacci retracement 61,8 persen dari wave [w].

“Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bearish. Hold atau buy on weakness pada rentang harga 1.230–1.270 dengan target harga terdekat di 1.385,” kata Ivan.

 

 

Leave a Comment