Investor Optimistis Suku Bunga Tetap Stabil, Wall Street Ditutup Menguat

Pada perdagangan Rabu (11/10/2023), indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup menguat, setelah rilis risalah pertemuan terakhir Federal Reserve yang menunjukkan kehati-hatian, memicu harapan investor bahwa suku bunga akan tetap stabil.

Dikutip dari Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 65,57 poin, atau 0,19 persen menjadi 33.804,87, S&P 500 bertambah 18,71 poin, atau 0,43 persen menjadi 4.376,95 dan Nasdaq Composite bertambah 96,83 poin, atau 0,71 persen menjadi 13.659,68.

Indeks energi (.SPNY) turun 1,4 persen, terlemah di antara 11 sektor industri utama S&P imbas merosotnya saham Exxon Mobil (XOM.N) 3,6 persen setelah produsen migas tersebut setuju membeli saingannya Pioneer Natural Resources (PXD.N) senilai USD 59,5 miliar. Saham Pioneer ditutup naik 1,4 persen.

Keuntungan terbesar terjadi pada sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga, real estate (.SPLRCR) bertambah 2 persen dan utilitas (.SPLRCU) yang berakhir naik 1,6 persen karena penurunan imbal hasil Treasury.

Imbal hasil (yield) Treasury AS pada obligasi 10 tahun turun karena kenaikan harga-harga pada instrumen safe-haven karena eskalasi konflik Israel dan Hamas di Timur Tengah.

Israel terus menggempur Gaza dengan serangan udara balasan, yang menewaskan sejumlah warga sipil, ketika negara itu membentuk pemerintah persatuan darurat dan tentaranya mengatakan telah membunuh tiga militan Hamas.

Selain itu, pada penawaran umum perdana (IPO) terbaru, saham Birkenstock Holding (BIRK.N) turun 12,6 persen pada USD 40,20. Pada perdagangan hari pertama di Bursa Efek New York, saham perusahaan alas kaki asal Jerman ini tidak pernah menyentuh harga IPO sebesar USD 46.

Produsen obat Eli Lilly (LLY.N) naik 4,5 persen menyusul laporan awal keberhasilan Ozempic dari pesaingnya asal Denmark, Novo Nordisk (NOVOb.CO) dalam uji coba untuk mengobati gagal ginjal. Sementara perusahaan dialisis DaVita (DVA.N) dan Baxter International (BAX.N) masing-masing anjlok 16,7 persen dan 12,3 persen.

Para pejabat The Fed menunjukkan ketidakpastian seputar perekonomian, harga minyak dan pasar keuangan sebagai hal yang mendukung pengambilan tindakan secara hati-hati dalam menentukan sejauh mana penguatan kebijakan tambahan yang tepat.

Seiring dengan pergerakan suku bunga dan komentar pejabat The Fed yang berhati-hati (dovish), ahli strategi investasi senior Edward Jones, Angelo Kourkafas, mengatakan risalah tersebut tampak menggembirakan bagi investor.

“Rilis hari ini menyoroti risiko pengetatan yang berlebihan, dan mengetahui apa yang terjadi selama tiga minggu terakhir dengan suku bunga, memberikan kenyamanan bagi investor bahwa kita tidak akan melihat kenaikan suku bunga lagi,” katanya. (*)

 

Leave a Comment