Investor Optimistis Ekonomi Pulih, Wall Street Menguat

Ketiga indeks utama Wall Street menguat pada hari Rabu (17/6). Hal ini karena sinyal pemulihan ekonomi menguatkan optimisme investor.

Dilansir Reuters, Kamis (18/6), Dow Jones Industrial Average naik 62,38 poin atau 0,24 persen menjadi 26.352,36, indeks S&P 500 naik 12,8 poin atau 0,41 persen menjadi 3.137,54, dan Nasdaq Composite menambahkan 81,43 poin atau 0,82 persen menjadi 9.977,29.

Indeks S&P 500 dan Dow saat ini naik sekitar 7 persen dan 11 persen dari rekor penutupan tertinggi masing-masing yang dicapai pada Februari 2020.

Saham-saham teknologi memimpin kenaikan Nasdaq, indeks naik 0,5 poin persentase dari rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada 10 Juni.

Di sisi lain, steroid murah yang biasa disebut dexamethasone dapat membantu menyelamatkan pasien COVID-19 yang sakit kritis, menurut sebuah uji klinis di Inggris. Perkembangan yang mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memperbarui pedoman kesehatan.

Namun kekhawatiran mengenai penyebaran pandemi masih ada. Sebab rekor lonjakan kasus baru dilaporkan di enam negara bagian dan otoritas AS maupun Beijing telah meningkatkan pembatasan mobilitas demi menahan gelombang kedua COVID-19.

“Pemulihan (ekonomi) berbentuk V adalah mungkin,” kata Tim Ghriskey, kepala strategi investasi di Inverness Counsel di New York.

“Tetapi peningkatan kasus yang kita lihat di negara bagian, kemungkinan akan meniadakan pemulihan berbentuk V. Untuk yang lebih bertahap berbentuk U, atau mungkin berbentuk W jika tingkat infeksi terus meningkat,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell akan menyelesaikan kongresnya selama dua hari, di mana ia berjanji bank sentral akan menggunakan “berbagai alat” untuk membantu pemulihan ekonomi.

Dari sebelas sektor utama dalam S&P 500, delapan di zona positif, dengan teknologi dan konsumen mencatatkan kenaikan terbesar.

Oracle Corp turun 3,7 persen setelah melaporkan pendapatan kuartalan yang lebih lemah dari perkiraan akibat adanya lockdown.

Operator pelayaran Norwegian Cruise Line Holdings Ltd memperpanjang penangguhan pelayarannya hingga September, mengirimkan sahamnya turun 7,2 persen.

Peers Carnival Corp dan Royal Caribbean Cruises Ltd masing-masing juga turun 5,3 persen dan 7,0 persen.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 10,40 miliar saham, lebih rendah dari rata-rata 12,93 miliar saham selama 20 hari terakhir.

 

Leave a Comment