Investor Mulai Ragu The Fed Turunkan Suku Bunga, Wall Street Bervariasi

Pada akhir perdagangan Selasa, 2 Januari 2024, Indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, bervariasi. Hal itu dipengaruhi oleh utang pemerintah AS dan investor yang mulai ragu mengenai penurunan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.

Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 0,07 persen, S&P 500. (.SPX) kehilangan 0,57 persen, dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 1,63 persen.

Dolar menunjukkan taringnya terhadap mata uang utama karena imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun, yang bergerak berbanding terbalik dengan harga, rebound dan diperdagangkan di atas 4 persen pada pagi hari, tanda menurunnya ekspektasi penurunan suku bunga pada tahun 2024.

Imbal hasil (yield) acuan AS pada minggu lalu diperdagangkan serendah 3,783 persen atau lebih dari 150 basis poin penurunan suku bunga yang telah diperhitungkan oleh pasar berjangka pada bulan Desember mendatang untuk target suku bunga The Fed ketika perekonomian melambat.

Manajer portofolio dan ahli strategi portofolio utama di Natixis Investment Managers Solutions, Jack Janasiewicz, mengatakan kekhawatiran terbesarnya adalah apakah pasar salah mengartikan perlambatan pertumbuhan sebagai tanda peringatan akan terjadinya resesi.

“Risikonya adalah kita mendapatkan beberapa soft print (tetapi) yang paling penting adalah pasar tenaga kerja,” kata Jack dikutip dari Reuters pada Rabu (3/1).

“Naluri saya mengatakan bahwa pasar akan memperkirakan pelemahan ke dalam hasil hard landing tersebut. Itu mungkin akan menjadi latar belakang yang menyesatkan,” tambahnya.

Saham-saham teknologi memimpin penurunan pasar saham, baik di Eropa maupun di AS. The Fed Atlanta menurunkan perkiraan GDPNow untuk pertumbuhan tahunan yang disesuaikan secara musiman pada kuartal keempat tahun 2023 menjadi 2,0 persen dari perkiraan pada tanggal 22 Desember sebesar 2,3 persen.

Jajak pendapat Reuters menunjukkan para ekonom memperkirakan 168.000 lapangan kerja tercipta pada bulan lalu, turun dari 199.000 pada bulan November, dan tingkat pengangguran akan meningkat menjadi 3,8 persen dari 3,7 persen.

Jumat lalu, tiga indeks saham utama AS mencatat kenaikan bulanan, triwulanan, dan tahunan karena para pedagang memperkirakan kemungkinan lebih tinggi penurunan suku bunga The Fed tahun ini.

Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun naik 7,3 basis poin menjadi 3,933 persen. Imbal hasil obligasi pemerintah zona Euro naik, dengan patokan imbal hasil Jerman 10 tahun naik 0,4 basis poin hari ini di 2,068 persen.

Para pedagang sedang mempertimbangkan apakah bank-bank sentral utama akan menilai inflasi sudah cukup melambat sehingga memungkinkan dilakukannya penurunan suku bunga besar-besaran guna mendukung perekonomian. (*)

 

Leave a Comment