Investor Menanti Hasil Pertemuan The Fed Pekan Ini, Wall Street Menguat

Setelah sesi perdagangan yang fluktuatif, Pada akhir perdagangan Senin (19/9/2022),  Wall Street ditutup menguat. Investor mengalihkan fokus perhatian ke pertemuan kebijakan Federal Reserve (The Fed) minggu ini dan seberapa agresif mereka akan menaikkan suku bunga.

Dikutip dari Reuters, Senin (19/9) Indeks Dow Jones Industrial Average naik 197,26 poin atau 0,64 persen menjadi 31.019,68; S&P 500 (.SPX) naik 26,56 poin, atau 0,69 persen menjadi 3.899,89; dan Nasdaq Composite bertambah 86,62 poin atau 0,76 persen menjadi 11.535,02.

Mayoritas sektor di S&P 500 naik. Kecuali sektor perawatan kesehatan yang turun 0,6 persen karena terbebani penurunan saham Moderna Inc sehari setelah Presiden Joe Biden mengatakan bahwa pandemi telah berakhir.

Bank sentral AS berupaya mendorong sentimen pasar karena para investor berusaha memposisikan diri mereka untuk kondisi suku bunga yang meningkat.

S&P 500 dan Nasdaq rebound dari penurunan persentase mingguan terburuk sejak Juni pada hari Jumat, karena pasar sepenuhnya mempertimbangkan setidaknya kenaikan suku bunga 75 basis poin pada akhir pertemuan kebijakan The Fed pada 20-21 September. dengan dana Fed berjangka menunjukkan peluang 15 persen dari kenaikan 100 bps.

Data inflasi Agustus secara tak terduga minggu lalu juga meningkatkan spekulasi pada kenaikan suku bunga di masa depan, yang bisa mencapai 4,46 persen.

Selain itu, investor juga menanti pertumbuhan ekonomi yang akan dipublikasikan bersamaan dengan pernyataan kebijakan The Fed pada Rabu.

Kekhawatiran pengetatan Fed telah menyeret S&P 500 turun 18,2 persen tahun ini, dengan laporan pendapatan yang mengejutkan baru-baru ini dari perusahaan pengiriman FedEx Corp, kurva imbal hasil Treasury AS terbalik dan peringatan dari Bank Dunia dan IMF tentang perlambatan ekonomi global.

Goldman Sachs memangkas perkiraannya untuk PDB AS 2023 pada Jumat malam karena memproyeksikan Fed yang lebih agresif, hal itu mendorong tingkat pengangguran lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari Selasa (20/9). Pada perdagangan hari Senin (19/9), IHSG ditutup menguat 26,618 poin (0,37 persen) ke level 7.195,488.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya memperkirakan IHSG berada di rentang 7.123-7.273. IHSG terlihat mulai menunjukkan tanda-tanda potensi untuk mengalami kenaikan.

“Potensi kenaikan IHSG di tengah gejolak harga komoditas dan masih berangsur kembalinya kondisi sektor riil ke arah yang lebih baik. Hal ini tentunya juga akan memberikan sentimen yang baik terhadap kinerja emiten,” tulis William dalam risetnya, Selasa (20/9).

Sementara itu, pengamat pasar modal dari MNC Asset Management Edwin Sebayang mengatakan sentimen positif bagi perdagangan IHSG ditopang setelah selama 2 hari indeks DJIA melemah sebesar 1,01 persen, akhirnya indeks DJIA dapat bangkit di hari ketiga dengan menguat sebesar 0,64 persen di tengah penantian keputusan The Fed untuk menaikkan FFR sebesar 75 bps pada tanggal 21-22 September 2022.

“Jika penguatan DJIA tersebut dikombinasikan dengan menguatnya harga beberapa komoditas seperti minyak sebesar 0,39 persen, nikel sebesar 0,93 persen dan timah 1,57 persen berpotensi menjadi sentimen positif,” katanya.

William merekomendasikan berbagai saham, yaitu SMGR, AKRA, AGII, ASII dan BBCA.

  1. SMGR

Technical Indicators: Strong Buy

Buy: 7.000

Target Price: 7.350

Stop-Loss: 6.700

  1. AKRA

Technical Indicators: Strong Buy

Buy: 1.405

Target Price: 1.475

Stop-Loss: 1.335

  1. AGII

Technical Indicators: Strong Buy

Buy: 2.390

Target Price: 2.510

Stop-Loss: 2.270

  1. ASII

Technical Indicators: Strong Buy

Buy: 7.125

Target Price: 7.500

Stop-Loss: 6.775

  1. BBCA

Technical Indicators: Strong Buy

Buy: 8.650

Target Price: 9.100

Stop-Loss: 8.225

***

 

Leave a Comment