Investor Masih Pertimbangkan Komentar Pejabat The Fed, Wall Street Bervariasi

Pada perdagangan Rabu (9/11/2023), indeks utama saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street ditutup bervariasi. Pasalnya, investor masih mempertimbangkan komentar pejabat Federal Reserve (The Fed) baru-baru ini mengenai arah suku bunga acuan.

Mengutip Reuters, Kamis (9/11), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 40,33 poin menjadi 34.112,27, S&P 500 (.SPX) naik 4,40 poin menjadi 4.382,78, dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 10,56 poin menjadi 13,650.41.

Sementara itu, imbal hasil dengan jangka waktu yang lebih panjang dan imbal hasil Treasury 10-tahun turun setelah lelang senilai USD 40 miliar.

Dalam laporan itu, pasar memprediksi kemungkinan Bank Sentral AS atau The Fed akan menurunkan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada bulan Mei tahun depan.

Namun sayangnya, komentar dari beberapa pejabat bank sentral selama beberapa hari terakhir masih membuka kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan. Sehingga menimbulkan ketidakpastian di kalangan investor.

“Semua orang tahu The Fed akan menaikkan satu kenaikan lagi atau sudah selesai dan mungkin sudah selesai,” kata Kepala Investasi Albion Financial Group, Jason Ware.

“Jika kita mengalami resesi, saham-saham mempunyai valuasi berbeda, pendapatan terlihat berbeda. Jika tidak, maka kita mungkin berada dalam konteks pasar bullish tahap awal yang baru di sini,” tambah Ware.

Ketua The Fed Jerome Powell tidak mengomentari kebijakan moneter dalam pidato pembukaannya pada konferensi statistik Bank Sentral AS pada hari Rabu yang lalu. Dia dijadwalkan untuk berbicara pada konferensi lain pada hari Kamis.

TERTEKAN

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali tertekan pada perdagangan hari ini, Kamis (9/11). Pada perdagangan Rabu (8/11), IHSG ditutup turun 39,684 poin (0,58 persen) ke 6.804,1.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya, memprediksi IHSG hari ini akan melemah di kisaran 6.754-6.923. Menurutnya, pola pergerakan IHSG masih terlihat berada dalam rentang konsolidasi wajar di tengah minimnya sentimen dari dalam negeri maupun dari regional.

Namun, kata dia, fluktuasi harga komoditas dan pergerakan nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pola gerak IHSG dalam jangka pendek.

“Selain itu, masih tercatatnya capital outflow secara year to date (ytd) yang cukup signifikan hingga saat ini turut memberikan sentimen negatif bagi pergerakan IHSG. Hari ini IHSG berpeluang tertekan,” ujar William dalam analisisnya, Kamis (9/11).

William merekomendasikan saham yang bisa dikoleksi hari ini yakni BBCA, JSMR, TLKM, TBIG, UNVR, HMSP, GGRM, ITMG, dan KLBF.

Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mengatakan IHSG ditutup pada support breaklow 6.850 Rabu kemarin, didukung dengan sinyal death cross pada Stochastic RSI.

“Dengan demikian, IHSG berpotensi menutup gap ke kisaran support area 6.750-6.780 pada perdagangan Kamis (9/11),” kata Alrich.

Alrich menuturkan, pasar tengah mengantisipasi pidato Kepala The Fed, Jerome Powell di Kamis (9/11) waktu setempat. Pasar mengharapkan adanya konfirmasi akan clue kebijakan yang tidak terlalu agresif (less-hawkish) pada FOMC mendatang.

Hal ini, menurut dia, berpotensi menjadi katalis positif bagi penguatan nilai tukar rupiah ke critical level di Rp 15.500 per dolar AS pada pekan ini.

Sementara di dalam negeri, realisasi data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia berada di 124,3 pada Oktober 2023. Level tersebut mendekati rata-rata IKK di 124,5 sepanjang Januari-September 2023.

“Kondisi konsumsi domestik yang masih relatif kuat berpotensi menopang laju pertumbuhan ekonomi kembali ke level 5 persen pada akhir tahun ini,” pungkas Alrich.

Adapun rekomendasi saham Alrich untuk hari ini adalah BTPS, CPIN, NCKL, KLBF, MIKA, SCMA dan BIRD.

 

Leave a Comment