Investor Harap The Fed Naikkan Suku Bunga Lagi, Wall Street Ditutup Turun

Pada penutupan perdagangan Kamis (27/7/2023), indeks saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street anjlok. Hal tersebut disebabkan oleh berita bahwa Bank of Japan akan mengizinkan kenaikan suku bunga jangka panjang serta pasar yang berharap The Fed bisa kembali menaikkan suku bunga.

Mengutip Reuters, Jumat (28/7) Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 0,67 persen menjadi 35.282,72, S&P 500 (.SPX) kehilangan 0,64 persen menjadi 4.537,46 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 0,55 persen menjadi 14.050,11.

Sebelumnya, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin seperti yang diharapkan pasar. Pedagang sekarang hanya melihat peluang 20 persen bahwa Fed dapat mengejutkan dengan kenaikan seperempat poin lagi di bulan September.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa staf Fed tidak lagi memperkirakan resesi AS, tetapi tidak mengesampingkan kenaikan suku bunga lainnya, dengan mengikuti data ekonomi di masa depan.

Kemudian, pada hari Kamis, laporan Departemen Perdagangan menunjukkan ekonomi AS tumbuh lebih cepat dari yang diharapkan pada kuartal terakhir, dengan kenaikan produk domestik bruto sebesar 2,4 persen, di atas perkiraan 1,8 persen oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters.

Direktur Pelaksana Pendapatan Tetap Global di Action Economics, Kim Rupert mengatakan data ekonomi yang kuat pada hari sebelumnya juga membuat pasar menilai kembali posisinya setelah Federal Reserve sedikit meningkatkan prospek pertumbuhannya pada hari Rabu.

“Pasar sedang melihat peningkatan potensi untuk kenaikan suku bunga Fed lainnya yang sebagian besar telah diantisipasi. Sekarang harganya kembali masuk,” kata Rupert, yang mengharapkan kenaikan suku bunga Fed pada bulan September.

Di tempat lain, Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga untuk kali kesembilan berturut-turut dan membuka pintu untuk pengetatan lebih lanjut.

 

Leave a Comment