Investasi Emas Diproyeksi Berkilau di Tahun 2019

ADA  banyak ragam pilihan untuk investasi. Salah satu yang dinilai bakal berkilau alias menguntungkan di tahun bershio Babi ini adalah investasi emas.  Chief Buasiness Officer PT Rifan Financindo Berjangka Ovide Decroli mengatakan tahun 2019 yang disebut sebagai Babi Tanah ini menunjukkan catatan historis di tahun Babi pada 12 tahun ke belakang yang tokcer.

“Yang namanya tahun Babi, harga open sekarang dan 2007 saya ambil histori 2008-2009 pergerakan tahun Babi tertinggi,” katanya di Investment Outlook di Hotel Ritz Calrton, Jakarta, Jumat (25/1).

Ovide melanjutkan, kenaikan poin imvestasi emas pada tahun Babi itu dapat meraih nilai maksimal yang tidak mengalami kejatuhan.

“Kalau dilihat 2007 kemarin kategori tidak ada jatuhnya mulai naik Agustus sampai shio berikutnya itu dia naik terus. Bisa sampai 300 poin,” lanjutnya.

Kendati demikian, Ia mengingatkan bagi investor emas agar bisa fokus saat berinvestasi.

“Kalau investasi emas harus fokus. Tapi dalam perdagangan berjangka normal kalo harga turun, coba lihat saham hilang semuanya, kalo perdagangan emas mau naik mau turun peluang tetap ada,” pungkas dia.

ELEMEN AIR

Ada bisnis yang diprediksi bakal menguntungkan di tahun babi ini. Menurut ahli Fengshui Dian yang akrab disapa Mas Dian bisnis itu ialah yang memiliki elemen kayu dan api.

“Kayu sama unsur api paling diuntungkan. Kayu mewakili percetakan kertas dan mebel misalnya. Api bisa rumah makan dan lainnya,” katanya di sela acara Investment Outlook 2019 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (25/1).

Mas Dian menambahkan, bisnis yang juga cukup baik selanjutnya di tahun ini adalah elemen air. Sementara, bisnis berelemen tanah cenderung menghadapi tantangan berat.

“Yang cukup di rugikan unsur tanah. Sebab bencana dua tahun ini berkaitan dengan unsur tanah. Banjir itu adalah dampak daripada tanah yang longsor. Krakatau kemarin bukan tsunami harusnya asalnya tanah longsor dulu penyebabnya,” terang dia.

Bisnis lainnya yang perlu diwaspadai kurang bergairah pada tahun adalah logam.

“Logam perlu perjuangan keras misalnya saja otomotif dalam dua tahun ini berjuang keras. Properti itu tanah juga sedang tidak, mudah-mudahan tahun depan lebih baik,” ujar dia.

Kendati demikian, Mas Dian menekankan agar pengusaha tetap optimistis meski dengan situasi itu. Hal yang paling penting ialah strategi, etos kerja dan penghitungan resiko yang baik.

“Pinter-pinter pemainnya. Kamu jangan lihat untungnya saja tapi risiko juga perlu diperhitungkan seperti apa,” tandasnya. (*)

Tinggalkan sebuah Komentar