Inilah Pilihan Investasi Yang Cocok Untuk Pemula Dengan Modal Kecil

Bagi seorang pemula, kriteria utama investasi yang dicari adalah investasi modal kecil dan minim resiko. Kalaupun memilih investasi yang beresiko, mereka biasanya akan membagi investasi ke dalam beberapa portofolio untuk meminimalisir resiko kerugian jika salah satunya ternyata gagal. Untungnya, adalah banyak pilihan investasi yang cocok untuk pemula dengan modal kecil. Meski demikian, memilih salah satunya tidaklah mudah, karena harus disesuaikan dengan minat anda.

6 Jenis Investasi Yang Cocok Untuk Pemula Dengan Modal Kecil

Inilah Pilihan Investasi Yang Cocok Untuk Pemula Dengan Modal Kecil

Memulai investasi tidaklah harus dengan modal besar. Modal kecil yang dikelola dengan baik bisa saja hasilnya besar. Di sisi lain, minimnya pengalaman juga tidak selalu menjadi kendala untuk berinvestasi. Anda bisa memilih untuk mengelola investasi secara aktif atau passif. Nah,  inilah pilihan investasi yang cocok untuk pemula dengan modal kecil:

  • Investasi Reksadana

Jika anda tidak percaya diri untuk mengelola investasi sendiri, maka reksadana dapat menjadi alternatif investasi untuk anda. Dalam sistem reksadana, investasi dikelola oleh seorang Manajer Investasi ke dalam beberapa portofolio efek, seperti saham, obligasi, deposito dan sebagainya.

Reksadana termasuk minim resiko sehingga cocok untuk pemula yang memiliki modal kecil. Kenapa? Ciri khas reksadana adalah diversifikasi investasi. Artinya, dana investasi dibagi ke dalam beberapa portofolio, sehingga resikonya juga dibagi. Misalnya, jika investasi saham mengalami kerugian, mungkin saja investasi pada obligasi mendapatkan keuntungan. Jadi, tetap ada penyeimbang karena dana tidak dikelola di satu investasi saja.

Atau, satu jenis investasi, seperti saham, bisa juga diletakkan di beberapa perusahaam. Jika saham di perusahaan A mengalami kerugian, maka kerugian tersebut mungkin ditutupi dari keuntungan dari perusahaan B. Demikian seterusnya.

  • Investasi Emas Online

Investasi emas selalu menarik perhatian. Nah, kini hadir model investasi emas baru, yakni secara online. Cara kerjanya lebih mudah, karena anda tidak perlu ke toko emas, tidak menanggung resiko menyimpan emas di rumah, atau tidak perlu menyewa safe deposit box di bank. Seperti namanya, investasi emas online mengharuskan anda membeli dan membayar emas melalui aplikasi atau website. Demikian juga jika anda ingin menjualnya kelak.

Baca Juga:   10 Web Hosting Terbaik di Indonesia dengan Harga Murah

Dalam investasi emas online, fisik emas tidak disimpan, namun anda diberi sertifikat tanda kepemilikan. Jika suatu saat anda membutuhkan fisiknya, maka anda bisa memesan untuk dicetak dan anda akan menerima fisik emas berupa emas batangan. Salah satu isu yang berkaitan dengan investasi emas online adalah keamanan, yakni, di mana anda membeli investasi tersebut.

Di Indonesia, ada beberapa nama penyedia investasi emas online yang sudah cukup dikenal, seperti Brankas Logam Mulia Antam, marketplace Tokopedia, dan Tabungan Emas Pegadaian. Ketiganya sudah cukup dikenal dalam hal reputasi dan keamanannya. Namun, anda tetap harus waspada jika ada agen yang mengaku-ngaku sebagai perwakilan dari salah satu perusahaan investasi emas tersebut.

  • Peer to Peer Lending (P2P Lending)

Investasi berbasis FinTech ini memiliki cara kerja yang hampir sama dengan reksadana. Jika investasi reksadana digunakan untuk portofolio efek seperti saham atau obligasi, maka dana P2P Lending dipinjamkan kepada nasabah dalam bentuk kredit bunga rendah. Peer to Peer Lending (P2P Lending) menawarkan sejumlah keuntungan, seperti:

  1. Modal awal rendah. Anda bisa menentukan sendiri berapa nilai uang yang akan dipinjamkan.
  2. Anda bisa mengetahui siapa yang menggunakan dana investasi tersebut, dan bisa melakukan review terhadap profil peminjam sebelum memberi persetujuan. Jadi, resiko kredit macet dapat diminimalisir.
  3. Jenis investasi ini tetaplah tidak bebas dari resiko. Bisa saja, kinerja pinjaman tidak sesuai ekspektasi karena adanya masalah pada peminjam. Resiko bisa dibagi melalui diversifikasi. Misalnya, anda bisa membagi dana investasi kepada 2 atau 3 peminjam untuk meminimalisir resiko kerugian kalau salah satunya macet.
  4. Mendorong perekonomian lokal, karena layanan P2P Lending bisa diakses oleh masyarakat yang tidak mendapatkan layanan perbankan.
  • Surat Utang Negara (SUN)
Baca Juga:   Tips Untung Dalam Saham Dengan Modal 100 Ribu Rupiah

Mungkin banyak investor pemula yang masih awam dengan jenis investasi ini. Sebenarnya, investasi melalui Surat Utang Negara (SUN) termasuk pilihan yang aman, karena dana investasi dikelola oleh pemerintah. Investasi SUN dikelompokkan menjadi dua, yakni:

  1. Obligasi Syariah (Sukuk); Sebenarnya, sukuk ada yang diterbitkan perusahaan dan ada pula dari pemerintah. Investasi ini menggunakan akad syariah sebagai dasarnya, yakni Ijarah dan Mudharabah.
  2. Obligasi Ritel Indonesia (ORI)

Pemerintah mengeluarkan SUN dalam bentuk ORI untuk investor kecil dengan modal yang terbatas. Dengan modal sebesar Rp. 5 juta, anda sudah bisa menjadi seorang investor ORI. Namun, karena banyaknya investor kecil yang berpartisipasi, pemerintah bisa menumpulkan dana hingga triliyunan untuk dikelola.

Lalu, bagaimana caranya? Anda harus memantau secara dekat untuk mengetahui jika pemerintah mengeluarkan Sukuk atau ORI. Biasanya informasi didapat dari bank pemerintah, seperti BRI, BNI, dan Bank Mandiri, atau bank nasional lainnya seperti Bank Mega dan BCA. Informasi tentang SUN juga bisa didapatkan dari perusahaan sekuritas, seperti Danareksa Sekuritas, Mega Capital Indonesia, MNC Securities, dan sebagainya.

  • Trading Forex

Perdagangan mata uang sebenarnya merupakan investasi aktif, karena anda harus mengelola sendiri investasi untuk mendapatkan keuntungan melalui trading. Ya, layaknya berdagang. Anda harus memantau nilai mata uang untuk menentukan kapan harus buy dan kapan harus sell. Forex bukanlah money game, karena anda harus memiliki strategi dan melakukan analisa sebelum mengambil keputusan.

Salah satu keuntungan dari trading forex adalah modal awal yang kecil. Anda bahkan bisa memulainya tanpa modal awal. Caranya adalah dengan memiliki broker forex yang menyediakan bonus modal awal pada saat anda membuka akun. Tentunya, bonus tersebut harus dikelola dengan baik agar mendapat keuntungan sejak pertama kali masuk ke ruang trading. Kalaupun membutuhkan modal, nilai awal yang disyaratkan untuk membuka akun trading biasanya cukup kecil.

  • Investasi Properti
Baca Juga:   Lebih Menguntungkan Mana Beli Properti (Rumah/Apartemen) Secara KPR atau CASH ?

Investasi ini identik dengan modal awal yang besar, bukan? Butuh biaya ratusan juta, dan bahkan milyaran, untuk membangun sebuah properti, seperti rumah untuk disewakan atau fasilitas akomodasi seperti hotel. Lalu, apakah ada alternatif investasi properti yang cocok untuk pemula dengan modal kecil? Berikut alternatifnya:

  1. Investasi properti melalui saham; ya, anda bisa berinvestasi di bidang properti tanpa memiliki properti secara fisik. Caranya adalah dengan membeli saham perusahaan yang bergerak di bidang ini. Untuk keamanan, anda bisa mencari informasi perusahaan properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
  2. Agen properti online; anda bisa mengelola website jual-beli atau sewa-menyewa properti. Dalam hal ini, anda bertindak sebagai perantara. Ini memang termasuk kerja online sampingan yang bisa dijalankan dengan modal minim.

Tentunya, masih ada beberapa pilihan investasi yang cocok untuk pemula dengan modal kecil. Di antaranya adalah investasi saham, obligasi, asuransi, dan sebagainya. Yang terpenting adalah mengetahui seluk-beluk, termasuk potensi keuntungan dan kerugiannya masing-masing sebelum anda menjatuhkan pilihan.

Silahkan beri penilaian untuk artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)

Loading...

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar