Ini Kiat Anti Boros Atur Keuangan Pakai E-Wallet

TERUTAMA di kalangan milenial, keberadaan e-wallet (dompet elektronik) menjadi tren gaya hidup yang tak terelakkan. Hal itu tak lain sebagai imbas dari perkembangan teknologi yang serba digital dan praktis.

Membeli kebutuhan sehari-hari pun tinggal top up dan klik pembayaran di gadget maka semua beres. Contohnya saja, untuk membayar listrik, membeli pulsa, belanja online hingga pesan antar makanan dan lainnya.

Namun begitu, kemudahan pembayaran lewat e-wallet tersebut justru bisa membuat bengkak keuangan lho. Bagaimana bisa?

Menurut Perencana Keuangan dari Finansia Consulting Eko Indarto, memang menggunakan e-wallet secara psikologis bakal terasa lebih enteng dibandingkan memegang uang tunai.

“Karena enggak kerasa kan kalau pakai online, tinggal klik-klik aja, sense of value nya lebih kena jika memegang uang langsung,” katanya, Kamis (24/1).

Eko menyarankan, pengaturan keuangan menggunakan e-wallet agar dianggarkan dengan jelas. Maksudnya  untuk mengerem hasrat belanja yang tak terkontrol yaitu melalui batasan pembagian.

“Misalnya satu bulan kan ada 4 minggu. Kita ingin mengeluarkan Rp 4 juta. Nah per minggu aja satu juta, sehingga harus punya anggaran tuh, harusnya kalau digunakan dengan benar bisa merencanakan dengan bagus karena ada anggarannya,” terang dia.

Di sisi lain, kata Eko, bobolnya anggaran keuangan pada e-wallet tak dipungkiri biasanya justru terjadi saat momen banjir diskon. Maka dari itu, prinsipnya menurut dia adalah prioritas kebutuhan.

“Jangan diskon membuat kita belanja. Tapi kita belanja carilah harga diskon. Itulah pentingnya pakai e-wallet,” ujarnya.

Lalu, bagaimana jika saldo uang di e-wallet habis sebelum waktu yang ditetapkan pengisian top up?

Eko mengimbau agar melakukan penghematan jika masih memungkinkan. “Harus menghukum dirinya sendiri, makanya tadi per minggu ngaturnya. Katakanlah minggu pertama udah bobol, hari kelima sudah habis maka dia tak boleh jajan lagi,” imbuh dia.

Tapi jika memang tidak bisa, Eko menambahkan, boleh memakai simpanan uang cash. Tapi, jatah top up selanjutnya bisa dikurangi.

“Kalau bobol lagi mau enggak mau dia mengeluarkan uang cash untuk menambal. Dengan catatan, batasan uang bulanan tetap sama hanya aja disesuaikan cash flow-nya,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan sebuah Komentar