Ini Dia Contoh Saham yang Cocok Jadi Warisan

Warisan biasanya berupa tanah, rumah, uang tunai, logam mulia, dan harta benda lain yang memiliki wujud fisik. Namun, banyak investor milenial kini mulai mempertimbangkan untuk meninggalkan warisan dalam bentuk saham bagi anak-cucu. Pertanyaannya, apa saja ciri-ciri saham yang cocok jadi warisan? Seperti apa pula contoh saham yang cocok jadi warisan itu?

Ini Dia Contoh Saham yang Cocok Jadi Warisan

Ada tiga karakteristik utama saham yang cocok jadi warisan, yakni:

  1. Bisnis emiten tak lekang termakan zaman.
  2. Emiten memiliki kinerja keuangan yang sangat kuat dan terbukti tangguh dari tahun ke tahun.
  3. Emiten rutin membagikan dividen dan nilai dividennya terus bertumbuh.

Syarat pertama mungkin membuat banyak pemula kebingungan. Namun, investor dengan pengalaman memadai tentunya dapat langsung menemukan banyak industri yang everlasting di antara perusahaan-perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Beberapa sektor industri itu antara lain perbankan, telekomunikasi, dan otomotif. Dalam era apa pun, kita selalu membutuhkan produk dan jasa dari perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam ketiga bidang itu.

Langkah selanjutnya, kita cukup menyaring nama-nama emiten yang tercakup dalam masing-masing sektor untuk memilih saham berkinerja paling top. Beberapa contoh temuan dari proses memilih saham warisan ini antara lain saham Bank BCA (BBCA), Bank BRI (BBRI), Telkom (TLKM), dan Astra Internasional (ASII).

Keempat perusahaan itu tak pernah mencetak rapor merah, karena kinerja tahunannya selalu positif. Mereka juga rajin bagi-bagi dividen dengan payout dan yield cukup besar, sehingga masuk dalam jajaran IDX High Dividend 20.

Nah, setelah mengetahui contoh saham yang cocok jadi warisan, tak kalah penting pula untuk mempertimbangkan strategi investasi ke depan. Apakah lebih baik menabung untuk beli banyak sekaligus saat harga saham terdiskon, atau mencicil beli saham secara rutin?

Apabila tujuannya condong pada jangka waktu sangat panjang seperti warisan, mencicil bisa jadi merupakan opsi yang lebih tepat. Tak perlu pusing memperhitungkan valuasi saham ataupun menganalisis grafik historis, cukup membeli saham secara berkala dengan jumlah konstan. Meskipun Anda sekarang mungkin hanya membeli beberapa lot tiap bulan, akumulasinya di masa depan dapat menjamin kesejahteraan anak-cucu.

Tagged With :

Leave a Comment