Harga Emas Stabil Di Tengah Ketidakpastian Pilpres AS Dan Kenaikan Minat Risiko

Harga emas stabil di sesi perdagangan Kamis malam ini. Ketidakpastian pemilu presiden dan tambahan stimulus fiskal Amerika Serikat, mendukung emas. Namun, menguatnya Dolar AS dan minat risiko terhadap aset-aset berisiko tinggi, menahan harga emas dari kenaikan.

Harga emas spot tergelincir 0.01 persen ke $1,887.11 per ounce pada pukul 14:48 GMT, bergerak bolak-balik antara wilayah positif dan negatif. Sedangkan di Comex New York, harga emas futures naik 0.03 persen ke $1,891.40.

xauusd

Menurut Bart Melek dari TD Securities, meskipun ada peningkatan yang cukup dalam minat risiko dan Dolar AS yang menguat juga membebani harga emas, tetapi ekspektasi terhadap inflasi, mampu menahan logam mulia tersebut dari penurunan signifikan.

“Kami tidak mengatakan bahwa akan ada masalah inflasi ke depan, tetapi masalahnya adalah bahwa apabila kebijakan saat ini berlanjut dan berulang sampai setelah Pilpres, maka kemungkinan kita akan mendapati Dolar AS yang menurun dan suku bunga riil yang mungkin juga akan menurun.” kata Melek.

Para pelaku pasar mengekspektasikan bahwa Presiden Trump dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi akan menyepakati bantuan untuk perusahaan penerbangan, meskipun di tengah tingginya Klaim Pengangguran.

Saham-saham dunia melesat ke level tinggi satu bulan, mengiringi harapan akan tambahan stimulus AS menahan emas dari kenaikan. Namun, meningkatnya kasus infeksi Covid-19 di di Eropa menyangga emas dari penurunan tajam.

Namun, emas masih naik 24% tahun ini, terdorong oleh kondisi pemerintahan yang tak berpreseden dan stimulus bank-bank sentral di sejumlah negara. Oleh karena itu, Jeffrey Christian dari CPM Group mengatakan bahwa harga emas bisa naik dalam beberapa waktu ke depan, dengan terlebih dahulu volatile. Bulan depan merupakan pemilu presiden AS dan dua bulan ke depan setelahnya, harga emas diperkirakan akan naik.

Tagged With :

Leave a Comment