Faktor-faktor yang Memengaruhi Harga Saham

Kita semua tahu bahwa harga saham di bursa efek dipengaruhi oleh penawaran (supply) dan permintaan (demand). Namun, investor saham seharusnya juga mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mendorong terjadinya perubahan terhadap penawaran (supply) dan permintaan (demand), yang kemudian mengakibatkan kenaikan atau penurunan harga saham tersebut.

Secara sederhana, faktor-faktor yang memengaruhi harga saham dapat dikelompokkan menjadi empat. Keempat faktor itu adalah kondisi fundamental emiten itu sendiri, kondisi perekonomian secara makro, kondisi sektoral, dan sentimen pasar. Mari simak satu per satu.

  • Kondisi Fundamental Emiten

Ada tiga komponen utama yang menentukan penilaian terhadap kondisi fundamental emiten, yaitu pendapatan, ekspektasi pertumbuhan saham tersebut, dan pengukuran atas risiko saham tersebut. Ada banyak sekali parameter yang dapat dipergunakan untuk memantaunya. Umumnya investor akan menilik EPS dan dividen, PE Ratio, serta Debt-to-Equity Ratio (DER). Namun, bukan tak mungkin pula untuk menggunakan parameter lain guna menilai ketiga komponen tadi.

Di luar ketiga komponen itu, ada baiknya pula Anda memerhatikan berita-berita seputar aksi korporasi. Contohnya rencana peluncuran produk terobosan baru, rencana merger dan akuisisi, HMETD (rights issue), dan sejenisnya.

Investasi Saham Demi Dividen? Ingat 2 Aturan Penting ini

  • Kondisi Perekonomian Secara Makro

Pernahkah Anda mendengar berita bahwa IHSG jatuh atau melonjak setelah publikasi data ekonomi nasional tertentu? Hal ini terjadi karena kondisi perekonomian secara makro juga memengaruhi harga saham. Untuk mencermatinya, Anda dapat berfokus pada berita seputar inflasi, tingkat suku bunga acuan bank sentral, serta iklim politik dan hankam.

Tak semua gejolak politik dan keamanan akan memengaruhi pasar saham. Biasanya, hanya gejolak berskala nasional yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi saja yang akan dipedulikan oleh investor. Contohnya pemilu dan pembahasan RAPBN.

  • Kondisi Sektoral
Baca Juga:   5 Emiten Migas yang Layak Diperhatikan Trader Saham

Dalam ilmu ekonomi mikro, kita mengenal konsep barang substitusi (saling menggantikan) dan komplementer (saling melengkapi). Demikian pula, ada emiten-emiten yang produknya berpotensi semakin laris atau semakin tak diminati, karena bersifat substitusi dan komplementer terhadap produk lain. Umpama ditemukan alternatif produk minyak baru, maka saham-saham migas kemungkinan akan melemah. Sebaliknya, apabila ditemukan inovasi produk baru yang membutuhkan bahan baku migas, maka harga saham migas akan meningkat.

  • Sentimen Pasar

Berbeda dengan ketiga faktor sebelumnya, sentimen pasar lebih sulit diukur karena berhubungan dengan kondisi psikologis mayoritas pelaku pasar. Sentimen pasar bersifat subjektif dan boleh jadi ada kalanya dianggap tidak masuk akal secara individual. Sentimen pasar ini dapat mengakibatkan situasi di luar dugaan atau bahkan di luar teori yang telah Anda pelajari.

Contohnya, setelah muncul kabar bahwa suatu emiten akan membagikan dividen lebih tinggi, harga sahamnya malah jatuh. Apa pasal? Rupanya, pelaku pasar khawatir emiten itu membagikan semua laba dalam bentuk dividen, sehingga mereka bisa jadi kekurangan dana untuk ekspansi dalam periode berikutnya.

Untuk memahami beragam faktor ini, para investor terkemuka membutuhkan waktu bertahun-tahun dan semangat belajar tanpa henti. Para investor yang terbukti menjadi miliuner adalah orang-orang yang rajin membaca dan menelaah portofolio-nya. Apabila Anda ingin mengikuti jejak kesuksesan mereka, janganlah merasa puas hanya dengan mengetahui keempat faktor yang memengaruhi harga saham ini saja. Coba gali lagi lebih jauh hingga Anda menemukan hal-hal baru lain yang memengaruhi harga saham-saham dalam portofolio Anda.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar