Emas Dominasi Transaksi di Bursa Berjangka

JAKARTA – Pemilik dana di Indonesia masih terpesona dengan kemilaunya emas. Bukan hanya dalam jual-beli emas fisik, transaksi di bursa berjangka juga didominasi oleh komoditas yang satu ini.

Hingga akhir tahun 2018,  Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) telah mencatat, volume transaksi kontrak emas Loco mencapai sekitar 3,83 juta lot. Angka tertsebut bertambah lebih dari 1 juta lot dibanding perolehan di akhir September 2018 lalu, yang baru 2,68 juta lot.

Di pasar bilateral, kontrak emas Loco mendominasi transaksi di BBJ sepanjang tahun 2018 lantaran secara keseluruhan total volume transaksi di bursa tersebut sekitar 6,73 juta lot. Dominasi ini sudah berlangsung sejak enam tahun yang lalu.

Kontrak emas juga menjadi yang tertinggi dalam transaksi multilateral. Jika digabung, volume transaksi si kuning di multilateral mencapai 576.854 lot. Kontrak berjangka emas 250 gram menjadi kontributor terbesar, dengan volume 354.490 lot.

“Emas masih diincar oleh investor karena dianggap sebagai investasi yang menjanjikan. Permintaan dari pasar juga selalu ada untuk emas,” kata Direktur Utama BBJ Stephanus Paulus Lumintang kepada media kemarin.

Kilau emas semakin terang lantaran tahun lalu (2018) kondisi ekonomi global sedang bergejolak. Belum lagi, pasar keuangan dalam negeri ikut terpuruk lantaran terpapar sentimen eksternal.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) di tahun 2018 yang melemah membuat emas semakin diburu. Sebagai aset lindung nilai atawa safe haven, emas akhirnya diincar para investor.

TUMBUH 2 PERSEN

Tak hanya transaksi multilateral, PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) juga mencatatkan kenaikan volume transaksi bilateral pada tahun lalu. Volume transaksi bilateral naik 2% menjadi 5,39 juta lot di tahun lalu.

Direktur Utama BBJ Stephanus Paulus Lumintang mengatakan, pada setiap kontrak perdagangan bilateral trennya bagus tahun lalu.

Adapun kontribusi terbesar volume transaksi bilateral pada tahun 2018 berasal dari kontrak loco gold yakni mencapai 71% atau 3,83 juta lot. Menyusul kontrak forex yang menyumbang 15,8% total volume transaksi atau setara 853.000 lot. Kemudian, kontrak indeks dengan porsi 12% atau sama saja dengan 647.000 lot. Serta, kontrak energi yang menyumbang 1,2% atau setara 64.600 lot.

Pada tahun ini, BBJ menargetkan volume transaksi kontrak bursa berjangka bilateral tumbuh 2% menjadi 5,5 juta lot. “Proyeksi kontribusi tahun ini tidak berubah loco emas masih menjadi andalan kemudian disusul forex,” katanya. (*)

 

 

 

Tinggalkan sebuah Komentar