Dow Jones hingga Nasdaq Kompak Menguat, Wall Street Naik

Pada perdagangan Senin (6/11/2023), indeks utama saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street kembali memperpanjang kenaikan beruntunnya. Kenaikan Wall Street terjadi karena investor menunggu panduan dari sejumlah pengambil kebijakan Federal Reserve mengenai jalur kebijakan bank sentral.

Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 0,10 persen menjadi 34.095,86, S&P 500 (.SPX) naik 0,18 persen menjadi 4.365,9. Kemudian Nasdaq Composite (.IXIC) naik 0,30 persen menjadi 13,518.78.

Dalam sesi kemarin, Dow dan S&P 500 berhasil membukukan kenaikan tujuh kali berturut-turut. Sementata Nasdaq tercatat mengalami kenaikan sebanyak tujuh kali berturut-turut.

“Rekor tersebut merupakan yang terpanjang bagi S&P 500 sejak awal Juni, sejak Juli untuk Dow, dan sejak Januari untuk Nasdaq,” tulis Reuters dalam laporannya.

Pada pekan lalu, ekuitas membukukan persentase kenaikan mingguan terbesarnya dalam kurun waktu satu tahun. Ditopang oleh laporan payrolls AS yang lebih lemah dari perkiraan pada hari Jumat yang menyebabkan imbal hasil Treasury lebih rendah. Di tengah pandangan bahwa The Fed telah selesai menaikkan suku bunga dan dapat mulai memangkasnya tahun depan.

Lebih lanjut, 90,4 persen investor di pasar saham berekspektasi The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan Desember. Kemudian sebanyak 50 persen investor memproyeksi The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Mei 2024.

“Anda tidak akan melihat The Fed mengubah sikapnya, kecuali ada sesuatu dalam data ekonomi,” kata Wakil Presiden Senior di Wedbush Securities, Stephen Massoca.

Adapun sebanyak 403 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan laba hingga Jumat kuartal ketiga, dengan 81,6 persen melampaui perkiraan analis.

MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan Selasa (7/11). Hal ini selaras dengan penutupan IHSG pada perdagangan Senin (6/11), IHSG berakhir di zona hijau dengan ditutup naik 89,98 poin atau 1,33 persen ke 6.878,83.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya memproyeksikan IHSG akan bergerak pada rentang 6754 hingga 6923.

“Pasca rilis data tingkat pertumbuhan PDB serta jelang rilis data perekonomian CADEV yang akan dilansir hari ini dengan perkiraan akan mengalami kenaikan, tentunya dapat menjadi faktor yang dapat mendorong kenaikan IHSG,” tulis William dalam keterangannya pada Selasa (7/11).

Menurutnya, berbagai data perekonomian yang terlansir sebelumnya juga menunjukkan bahwa kondisi ekonomi dalam negeri dalam keadaan stabil. Dengan demikian dapat menjadi faktor penopang dari pola gerak IHSG.

William kemudian merekomendasikan saham ASII, SMGR, WIKA, PTPP, ADHI, KLBF, BBCA, BBNI dan TLKM untuk diperhatikan pada perdagangan Selasa (7/11).

Senada dengan William, analis Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang juga memproyeksikan hal yang sama. Menurutnya IHSG diperkirakan konsolidasi di pivot 6850.

“Penguatan IHSG di Senin sudah memasuki overbought area. Sehingga, IHSG diperkirakan konsolidasi di pivot level 6,850 di Selasa,” kata Alrich dalam keterangannya pada Selasa (7/11).

Alrich bilang, sentimen positif pendorong penguatan IHSG hari ini masih berasal nilai tukar Rupiah yang melanjutkan penguatan ke Rp15.535/USD atau sebesar 1.21 persen di Senin (6/11) sore, menyusul hasil keputusan FOMC The Fed pada pekan lalu (2/11).

Sementara dari dalam negeri, hal ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia naik 4,94 persen year on year (yoy) pada kuartal III/2023.

“Level tersebut lebih rendah dari perkiraan di 5,05 persen yoy dan kuartal sebelumnya di 5,17 persen yoy di kuartal II/2023. Hal ini disebabkan oleh faktor penurunan ekspor yang terkontraksi sebesar 4,26 persen yoy,” tambah Alrich.

Masih dari data ekonomi, Alrich melihat Tiongkok akan merilis data ekspor dan impor pada Oktober 2023 (7/11). Ekspor Tiongkok diperkirakan masih terkontraksi sebesar 3,3 persen yoy dan impor Tiongkok diperkirakan terkontraksi sebesar 4,8 persen yoy.

“Kontraksi tersebut diperkirakan menekan Cadangan Devisa Indonesia pada Oktober 2023 yang juga akan dirilis pada Selasa,” imbuh Alrich.

Untuk perdagangan Selasa (7/11) Alrich kemudian merekomendasikan saham ADRO, INDY, BRPT, ANTM, ICBP, INKP dan AKRA.

 

 

Leave a Comment