Dolar Kanada Terkapar Akibat Jebloknya Harga Minyak Dan Potensi Resensi

Sebagai negara pengekspor minyak, jebloknya harga minyak dunia akan berimbas pada ekonomi Kanada dan juga mata uangnya. Dolar Kanada jatuh ke level terendah sepekan terhadap Dolar AS, begitu AS merilis laporan cadangan minyak yang membengkak lagi. Namun saat berita ini ditulis pada hari Kamis (15/Agustus) pagi, USD/CAD tampak sudah menghentikan relinya, setelah mendulang perolehan 0.73 persen ke 1.3316 di sesi sebelumnya.

usdcad

Walaupun harga minyak sempat rebound pada pagi harinya, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk bulan September turun $1.87 ke harga $55.23 per barel di NYMEX. Sedangkan harga minyak Brent untuk bulan Oktober merosot 3 persen ke $59.48 di ICE. Harga minyak acuan internasional diperdagangkan di $4.23.

Melonjaknya Cadangan Minyak AS

Cadangan minyak AS malah membengkak sampai 1.58 juta barel. Menurut data yang diterbitkan oleh US Energy Informastion Administrastion, lonjakan cadangan minyak itu sudah terjadi dalam dua pekan berturut-turut. Namun demikian, ekspor masih naik, stok gasoline menyusut dan permintaan atas bahan bakar tersebut malah menanjak ke level tertinggi di hampir 30 tahun terakhir.

Keadaan diperparah dengan merebaknya kekhawatiran akan terjadinya resesi, setelah yield obligasi 10-tahunan US Treasury anjlok ke bawah rate yield obligasi dua tahunan, untuk pertama kalinya sejak tahun 2007. S&P gugur hingga 3 persen. Keaadan makin buruk dengan melemahnya data ekonomi Jerman dan melambatnya aktivitas industri China.

Kendati demikian, ekonomi Kanada yang cukup kuat dapat menjadi halangan bagi kelanjutan bullish USD/CAD. Para analis mengeksepktasikan bahwa Dolar Kanada punya peluang untuk menguat tahun ini, khususnya setelah apiknya data ketenagakerjaan Kanada di awal pekan ini. Jika demikian, maka Bank of Canada tak perlu mengikuti trend dovish yang sedang melanda bank-bank sentral dunia.

Tinggalkan sebuah Komentar