Dolar AS Dilambungkan Hawkish The Fed

Dolar AS melonjak ke level tinggi enam pekan setelah pengumuman kebijakan moneter The Fed, Kamis dini hari tadi. Bank sentral AS tersebut mengemukakan proyeksi kenaikan suku bunga pertama kalinya pasca pandemi, yakni pada tahun 2023 mendatang. Meski demikian, para pejabat The Fed masih akan melihat perkembangan situasi kesehatan dan kondisi krisis yang selama ini membebani perekonomian.

Indeks Dolar pun melonjak hampir satu persen setelah pengumuman tersebut. Saat berita ini ditulis, kenaikan Indeks Dolar masih bertambah 0.44% ke 91.79. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak tanggal 6 Mei. Terhadap Yen, Dolar AS pun menguat ke level tertinggi sejak tanggal 6 April. Namun saat berita ini ditulis, USD/JPY diperdagangkan di 110.38, turun hampir setengah dari perolehan pasca pengumuman kebijakan The Fed.

dxy

Sentimen The Fed Kini Lebih Hawkish

Mayoritas dari total 18 orang anggota komite rapat FOMC The Fed menggambarkan kenaikan suku bunga sebanyak dua perempat poin untuk tahun 2023. Kendati demikian, untuk saat ini mereka masih berkomitmen menjaga kebijakan moneter akomodatif untuk mendorong kemajuan pemulihan pasar tenaga kerja.

Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa Outlook inflasi melonjak tahun ini, meskipun kenaikannya masih dikatakan sebagai kenaikan inflasi temporer. Secara umum, pertumbuhan ekonomi AS diekspektasikan akan mencapai 7%.

“Hal menariknya adalah, bahwa The Fed sudah bergerak lebih jauh melewati pernyataan sederhana tentang kenaikan inflasi, serta ekonomi AS yang sudah mendapat banyak momentum. Mereka (The Fed) sudah jelas berpindah ke sentimen yang jauh lebih hawkish dalam menyusun proyeksi ini,” komentar Karl Schamotta, analis di Cambridge Global Payments di Toronto.

Sebagai informasi, Dolar AS memang telah mengalami penguatan sejak awal tahun ini. Namun, bullish Dolar kehilangan energi memasuki pertengahan tahun karena para investor meyakini bahwa suku bunga The Fed akan dipertahankan rendah untuk waktu yang lama walaupun inflasi naik.

Meski sebenarnya pernyataan The Fed yang terbaru saat ini tidak serta merta mengubah kebijakan moneter akomodatif saat ini, tetapi para analis menilai bahwa perbedaan pandangan itu telah menjadi pendukung berarti bagi penguatan Greenback.

Leave a Comment