Cara Menentukan Ukuran Lot Trading Forex Yang Tepat

Setiap transaksi forex melibatkan volume perdagangan tertentu yang disebut dengan satuan lot. Banyak trader pemula yang mengawali karir trading tanpa memahami konsep lot, tetapi kemudian menyadari betapa pentingnya konsep ini dalam menentukan kesuksesan trading forex. Seringkali, penentuan ukuran lot trading forex yang tepat bisa menentukan apakah seorang trader akan mudah loss atau lebih tahan floating negatif.

Besar Leverage Yang Tepat Untuk Trader Forex Pemula

Umumnya, trader forex mengenal empat jenis lot, yakni:

  • lot standar: 100,000 USD per lot, atau lot 1.
  • lot mini: 10,000 USD per lot, atau lot 0.1.
  • lot mikro: 1,000 USD per lot, atau lot 0.01.
  • lot nano: 100 USD per lot, atau lot 0.001.

Saat akan open posisi, maka trader perlu input dalam kolom volume trading, apakah ingin memperdagangkan 0.1 lot, 0.5 lot, 1 lot, 5 lot, dan seterusnya. Semakin besar ukuran lot, maka potensi keuntungan semakin besar. Namun, proporsi risiko juga makin besar hingga trader akan makin mudah loss.

Untuk mengendalikan potensi profit versus risiko itu, trader perlu mengatur ukuran lot bervariasi untuk setiap transaksi. Konsep ini dikenal dengan istilah “Position Sizing”. Berikut beberapa contoh Position Sizing yang cukup populer:

  • Trader membuka posisi lagi dengan ukuran lot sama atau dua kali lipat lebih besar ketika menghadapi kekalahan (pendekatan Martingale).
  • Trader membuka posisi lagi dengan ukuran lot sama atau dua kali lipat lebih besar setelah mendapat profit dari posisi trading sebelumnya (pendekatan Anti-Martingale).
  • Trader membuka posisi dalam ukuran lot sama terus setiap saat, misalnya hanya 0.1 lot saja, hanya 0.3 lot saja, dan sejenisnya.
  • Trader membuka posisi dalam ukuran lot sama terus tiap posisi hingga mencapai profit dalam jumlah tertentu. Setelah target profit kumulatif tertentu itu tercapai, maka ukuran lot per posisi trading ditingkatkan. Sebaliknya, jika terjadi kerugian beruntun hingga total kumulatif tertentu, maka ukuran lot akan dikurangi.
  • Trader membuka posisi dalam ukuran lot sama terus hingga mencapai profit dalam jumlah tertentu. Apabila terjadi kerugian beruntun hingga total kumulatif tertentu, maka ukuran lot akan diperbesar dengan tujuan agar bisa menutup kerugian lebih cepat.
Baca Juga:   Investasi yang Perlu Diwaspadai Dalam Masa Krisis dan Resesi

Nah, diantara beberapa teknik ini, manakah yang paling menarik bagi Anda? Trader penyuka risiko biasanya cenderung memilih teknik Martingale. Banyak trader profesional dari bank-bank multinasional terkemuka menerapkan teknik Anti-Martingale. Namun, trader pemula disarankan agar membuka posisi dalam ukuran lot sama terus tiap posisi hingga benar-benar memahami praktek manajemen risiko dan money management dalam sebuah akun trading riil. Ukuran lot yang sama ini pun tak boleh terlalu besar, melainkan setara dengan lot minimum yang berlaku dalam suatu akun, seperti 0.1 lot atau 0.01 lot.

Tagged With :

Leave a Comment