Cara Hitung Harga Wajar Saham Untuk Pemula

Harga wajar saham merupakan salah satu patokan untuk mengetahui apakah kita membeli saham pada harga yang semestinya. Sayangnya, banyak investor pemula kebingungan memahami konsep harga wajar saham dan bagaimana cara menghitungnya.

Harga yang kita saksikan pada platform trading saham setiap hari itu merupakan harga pasar. Harga pasar terbentuk dari penawaran dan permintaan atas suatu saham, sehingga belum tentu sesuai dengan kondisi fundamental perusahaan.

Apabila kita membeli saham pada harga pasar yang lebih mahal daripada kinerja fundamentalnya, kita menghadapi risiko penurunan harga yang lebih parah di masa depan daripada jika kita membeli saham pada harga pasar yang lebih murah. Inilah pentingnya menghitung harga wajar.

Cara Hitung Harga Wajar Saham Untuk Pemula

Harga wajar saham adalah harga saham yang paling sebanding dengan kondisi fundamental perusahaan, berdasarkan penilaian atas kinerja bisnis dan laporan keuangan perusahaan tersebut. Pertanyaannya, bagaimana cara hitung harga wajar saham?

Pertama-tama, perlu dipahami adanya banyak sekali parameter yang dapat dipergunakan untuk mengukur kinerja bisnis dan keuangan suatu perusahaan. Oleh karena itu, terdapat pula banyak sekali cara untuk menghitung harga wajar saham. Para investor legendaris seperti Warren Buffett bahkan biasanya mengembangkan teknik khas mereka sendiri untuk menghitung harga wajar saham.

Berikut ini salah satu cara hitung harga wajar saham paling sederhana yang dapat langsung diterapkan oleh pemula:

Harga Wajar Saham = BVPS + (BVPS x Rata-rata ROE 5 tahun)

BVPS adalah Book Value per Share, atau nilai buku per saham. Nilainya diperoleh dari Nilai Ekuitas dibagi dengan Jumlah Lembar Saham yang Beredar. Kita juga bisa melihat nilai BVPS terkini yang sudah siap pakai pada aplikasi penyedia data pasar RTI Business.

ROE adalah Return on Equity, atau tingkat imbal hasil ekuitas. Nilainya diperoleh dari Laba Bersih Setelah Pajak dibagi dengan Jumlah Ekuitas yang Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk. Kita dapat menghitung ROE dari laporan keuangan selama lima tahun terakhir, kemudian mengkalkulasinya sesuai dengan BVPS sesuai rumus di atas untuk mengetahui harga wajar saham.

Apabila harga wajar saham lebih rendah daripada harga pasar saat ini, berarti saham tersebut kemungkinan sudah terlalu mahal. Sedangkan jika harga wajar lebih tinggi daripada harga pasar saat ini, maka saham itu kemungkinan tergolong murah. Tapi penilaian valuasi dan kelayakan investasi bukan hanya berdasarkan harga wajar saham saja. Kamu juga perlu memeriksa parameter-parameter lain seperti rasio utang dan kemampuan perusahaan menghasilkan laba secara konsisten.

Tagged With :

Leave a Comment