Cara Berhemat Cegah Dompet Sekarat Saat Tanggal Tua

Tanggal tua identik dengan kondisi keuangan yang tak bersahabat. Segala macam cara berhemat dilakukan untuk mencegah dompet sekarat.

Kondisi ini paling banyak dialami oleh mereka yang bergaji pas-pasan. Tapi tak tertutup kemungkinan orang yang penghasilannya melimpah mengalami masalah yang sama.

Kuncinya sebenarnya terletak pada kemampuan diri untuk mengatur keuangan. Jika tak ada rencana pengeluaran, tanggal tua bakal selalu menjadi momok yang menakutkan.

Namun bukan berarti adanya rencana pengeluaran adalah jaminan bahwa kondisi keuangan seseorang lancar jaya. Ada sejumlah faktor lain yang berpengaruh.

Salah satu yang utama adalah kedisiplinan untuk mematuhi rencana tersebut. Ibarat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, bakal timbul perkara ketika di lapangan terjadi penyelewengan.

Penyeleweng anggaran negara bakal dipenjara. Sedangkan penyeleweng anggaran sendiri akan jatuh sengsara.

Walau demikian, ada kalanya momok tanggal tua memang begitu menghantui. Mungkin pada bulan itu ada pengeluaran tak terduga yang bikin anggaran morat-marit.

Bila ini yang terjadi, tenang. Coba cara berhemat menghadapi tanggal tua di bawah ini:

1. Ganti tongkrongan

nongkrong

Jika terbiasa nongkrong di Starbucks atau tempat elite nan mahal lain, kini saatnya beralih tongkrongan demi penghematan. Jangan mau dikendalikan oleh gengsi.

Bahkan mungkin saja rutinitas nongkrong itu dihapus kalau tak begitu memberikan manfaat. Bisa jadi nongkrong di pos ronda di lingkungan rumah lebih bermanfaat.

Selain modalnya lebih sedikit, kehidupan sosial dengan tetangga bisa lebih baik. Plus sekaligus menjaga keamanan lingkungan dari ancaman maling pada malam hari.

2. Bawa bekal

Ongkos makan saat jam kerja mungkin menjadi pos pengeluaran terbesar dalam sehari. Terutama bila tempat kerjanya di kawasan elite, di mana wartegnya pun elite dengan harga makanan selangit.

Untuk mengakali hal ini, kita bisa membawa bekal sendiri dari rumah. Cara berhemat ini bakal ampuh khususnya bila memang terbiasa masak sendiri atau ada orang di rumah yang memasakkan, misalnya istri.

Setelah makan sarapan, siapkan Tupperware untuk membawa nasi dan lauk. Setidaknya duit Rp 20 ribu bisa dihemat dari cara ini.

3. Simpan kartu kredit/debit

kartu kredit di kantong

Adanya kartu kredit/debit di dompet bisa bikin misi penghematan berantakan. Sebab, kita bisa membayar tanpa mengeluarkan duit dengan kartu tersebut.

Lebih berbahaya lagi jika selalu pegang kartu kredit saat kondisi keuangan kritis ketika tanggal tua. Bulan depan bisa lebih pusing karena tagihan membengkak gara-gara termakan godaan gesek kartu.

Sebagai cara berhemat, sebaiknya bawa duit tunai saja sesuai dengan batas pengeluaran per hari. Jadi target berhemat selalu terjaga dari risiko bocor karena transaksi menggunakan kartu.

4. Uninstall marketplace

Marketplace menjadi aplikasi yang berbahaya bila dompet kritis saat tanggal tua. Notifikasi berupa diskon atau gratis ongkos kirim dari marketplace bisa berujung pada penyesalan.

Karena godaan dari notifikasi itu, bisa muncul hasrat belanja yang sebelumnya tak direncanakan. Lebih-lebih bila sudah menyimpan data kartu kredit di marketplace tersebut.

Tinggal isi nomor CVV dan verifikasi one-time password, sudah. Duit melayang. Padahal sedang getol berhemat. Untuk jaga-jaga, sebaiknya uninstall dulu marketplace sampai masa kritis terlewati. 

5. Bawa botol sendiri

Cara berhemat ini mengandalkan kreativitas dan sedikit kenekatan. Daripada beli es teh atau air mineral saat beraktivitas di luar rumah, sebaiknya bawa botol minum sendiri.

Isu pencemaran oleh plastik kemasan air minum bisa juga dijadikan alasan di samping penghematan. Bawa botol yang besar sekalian agar muat banyak.

Buat yang kerja kantoran, bisa bawa lebih dari satu botol. Jadi ketika pulang dua botol itu diisi penuh buat minum di rumah. Ini yang butuh kenekatan.

Lumayan bisa menghemat pengeluaran dari anggaran beli galon. Ada risikonya, yakni dijadikan bahan omongan orang kantor. 

Dalam soal ini, gunakan kreativitas. Misalnya bawa dua botol yang identik. Lalu isi botol pada waktu berjauhan, umpamanya sebelum jam makan siang dan sebelum jam pulang agar tak ketahuan.

6. Berburu diskon

belanja bulanan diskon

Kita sebenarnya bisa menggunakan cara berhemat ini kapan saja. Tak harus ketika menghadapi tanggal tua dengan kondisi finansial merana.

Diskon bakal membuat beban pengeluaran kita lebih ringan. Diskon itu tak selalu berupa potongan harga.

Bisa pula cashback atau beli 1 dapat 2. Hanya, pastikan diskon yang diberikan bukan abal-abal.

Bukan rahasia lagi, kadang harga barang dinaikkan dulu baru didiskon. Walhasil, harganya sebenarnya sama saja dengan sebelum diskon.

Banyaknya pilihan dompet digital, seperti OVO, Gopay, dan DANA, yang memberikan promo turut membantu upaya penghematan ini. Alih-alih membayar tunai, kita bisa menggunakan opsi pembayaran virtual dengan dompet digital untuk mendapat promo.

Kita yang kerap deg-degan menjelang tanggal tua mesti bisa mengubah kebiasaan. Sebab, kondisi dompet yang sekarat saat tanggal tua adalah salah satu tanda bahwa keuangan kita tidak sehat.

Cari tahu apa yang keliru dalam kehidupan finansial kita. Ibarat dalam dunia medis, cara berhemat di atas adalah upaya pengobatan.

Kita mesti kembali berpegang pada ungkapan lawas: lebih baik mencegah daripada mengobati. 

Tagged With :

Leave a Comment