Bekerja Sama Dengan Perusahaan Besar Mendorong Pertumbuhan Usaha Kecil

Inovasi di perusahaan dapat mendorong pertumbuhan perusahaan. Sebuah perusahaan besar dapat berperan sebagai mitra bagi banyak usaha kecil, seperti perusahaan perorangan, perusahaan ventura, dan usaha-usaha baru jika anda bisa menemukan mitra yang sesuai. Bekerja sama dengan perusahaan besar membutuhkan strategi khusus. Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan, mulai dari struktur, skala usaha, timeline, dan peran masing-masing perusahaan jika tujuan dari kemitraan tersebut adalah untuk memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Bagaimana Cara Bekerja Sama Dengan Perusahaan Besar?

Jika anda sedang berusaha untuk menjalin bekerja sama dengan perusahaan besar baik secara horizontal maupun vertikal, berikut adalah beberapa hal yang perlu anda ketahui dengan baik:

bekerja sama dengan perusahaan besar

Struktur Manajemen

Struktur manajemen perusahaan besar pastinya berbeda jauh dengan perusahaan baru. Bukannya sekedar berurusan dengan beberapa orang penting yang menggerakkan sistem di perusahaan secara cepat, di perusahaan besar, anda akan dihubungkan dengan banyak departemen. Semakin besar perusahaan, semakin banyak infrastruktur yang dibutuhkan agar operasi terus berjalan. Sebaliknya, perusahaan-perusahaan kecil lebih leluasa dan bisa melakukan penyesuaian tanpa harus mempengaruhi banyak departmen dengan kepemimpinan yang terpisah-pisah.

Dalam hal ini, perusahaan besar menjadi penggerak, sedangkan perusahaan kecil memimpin prosesnya. Kesepakatan bagi hasil yang dinegosiasikan dengan baik antara perusahaan kecil dan perusahaan besar dapat mendorong peningkatan margin yang diperlukan untuk pertumbuhan usaha-usaha kecil. Infrastruktur yang ada di perusahaan besar memberi banyak peluang integrasi bagi usaha kecil.

Hal-hal positif di perusahaan besar dapat menjadi penggerak bagi usaha kecil. Merger, akuisisi, dan divestasi adalah garis finish yang diinginkan para investor di perusahaan baru. Bekerja sama dengan perusahaan besar dapat menjadi awal yang baru dan merupakan tanda-tanda kalau sebuah perusahaan kecil akan mencapai garis finish-nya menuju perusahaan yang lebih besar. Perusahaan publik skala besar tumbuh lebih stabil dalam waktu yang lebih lama. Ini adalah kerjasama yang saling menguntungkan.

Baca Juga:   Edukasi Finansial Bagi Anak: Apa Yang Perlu Diperhatikan Orang Tua?

Kemitraan ventura sangat kompetitif di sektor ekuitas privat, namun resikonya cenderung lebih sedikit bagi perusahaan-perusahaan besar yang tidak bergantung pada kesepakatan kemitraan terbatas. Sistem ini memberikan peluang emas, jika perusahaan anda  mencapai valuasi tujuh-angka, karena tim pemula yang memimpinnya sangat berkomitmen.

Perusahaan-perusahaan besar mempekerjakan spesialist untuk masing-masing departemen di setiap jenjang hirarkinya. Para pendiri usaha pemula biasanya cukup handal dalam mengerjakan beberapa tugas secara bersamaan, namun cenderung tidak memiliki spesialisasi khusus di tahap-tahap awal pendirian usahanya. Hal ini bisa membawa dampak yang dramatis terhadap manajemen level atas di perusahaan besar yang memiliki hirarki tradisional. Pasalnya, perusahaan-perusahaan baru cenderung memiliki hirarki yang lebih sederhana.

Perbedaan Timeline

Inovasi di perusahaan besar muncul untuk menciptakan suatu hubungan simbiosis dengan meminjamkan sumber daya yang ada kepada perusahaan pemula, sehingga mereka bisa mengembangkan produk baru dengan cara yang berbeda. Usaha baru biasanya bekerja dengan timeline yang lebih kecil, disusun per tahun atau per dua tahun. Sementara itu, perusahaan besar telah memiliki anggaran dan pasar, sehingga mereka menggunakan kerangka waktu yang lebih baku.

Jika profil usaha baru yang beresiko tinggi dipadukan dengan perusahaan besar yang lebih konservatif, maka skalanya akan lebih seimbang, sehingga keduanya bisa bergerak bersamaan. Misalnya, teknologi blockchain telah digunakan di perusahaan-perusahaan teknologi baru jauh sebelum perusahaan besar menggunakannya. Selain itu, data alternatif mulai bermunculan dengan pola perkembangan yang sama.

Mainkan Peran Anda

Mengenal konsumen anda membantu anda mengenali siklus penjualan dan inovasi perusahaan. Hal ini perlu diingat ketika anda mencoba berkomunikasi dengan masing-masing departemen di perusahaan besar. Dengan memahami alur organisasi di perusahaan besar, maka prosesnya akan lebih mudah bagi semua orang. Carilah hubungan vertikal yang selaras dengan perusahaan besar, di mana perusahaan baru bisa melakukan sesuatu yang unik namun menguntungkan bagi kedua belah pihak. Tidak akan ada yang terjadi, jika kedua perusahaan tidak menikmati manfaatnya.

Baca Juga:   Membangun Rasa Percaya Diri Dalam Komunikasi Bisnis Melalui Bahasa

Usaha tertentu, seperti joint venture, biasanya melibatkan skenario laba-rugi yang akan berbeda. Namun, tak satupun yang akan lewat, jika masing-masing perusahaan tidak menyampaikan keuntungan dan resikonya. Jadi, pastikan anda benar-benar mempertimbangkan jenis kerjasama yang ingin dibangun dengan perusahaan besar. Pasalnya, selera mempengaruhi daya tarik bagi mereka untuk bekerja sama dengan usaha baru.

Perjanjian bagi hasil dan distribusi yang sederhana akan jauh berbeda dari usaha sejenis joint venture. Para pendiri di usaha pemula bisa menggunakan platform penggalangan modal seperti Foundersuite untuk mencari perusahaan besar yang kira-kira cocok dijadikan mitra. Bekerja sama dengan perusahaan besar berarti membangun kemitraan, karena tujuannya adalah pertumbuhan bagi kedua belah pihak.

Terakhir, pertumbuhan yang optimal bisa dicapai jika semua aspek berjalan dengan stabil. Untuk memainkan peran anda dalam bekerja sama dengan perusahaan besar, maka anda harus memahami setiap aspek yang bergerak di perusahaan-perusahaan yang saling bermitra. Pahami cara kerja mereka, sehingga anda bisa mencari peluang untuk mendorong pertumbuhan usaha yang baru anda rintis.

Tagged With :

Leave a Comment